Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 221.Cemburu


__ADS_3

Sorenya windi mandi di kolam renang tanpa melepaskan pakiannya karna tak mungkin membuka pakianya karna di sana ada simon, zefano dan Roy  yg sedang melihat pemandangan sungai chao phraya di sore hari, sedangkan windi mandi bersama kedua anak mereka yg sangat senang karna ini pertama kali mereka mandi di kolam karna selama di rumah windi hanya memandi kan mereka di bakmadi dan ini pertama kali mereka mandi di kolam dan mereka terlihat senang, untung saja kolam itu tidak dalam jadi windi tak hawatir ketika membawa mereka, tiba tiba terdengar sorang yg memanggil abraham "Abraham putra di mana kamu.." windi yg tadinya sibuk pada anaknya kini menoleh ke dalam rumah begitu juga dengan abraham dan peria itu sedikit terkejut ketika orang yg memanggilnya sudah sampai di balkon "Rupanya kamu di sini." Namun ketika pandanganya melihat Farel yg sedang di pengang oleh abraham dan anak itu terlihat sengat senang ketika bersentuhan dengan air membuat dia gemas "Astaga imutnya.." ia yg tadinya hanya memakai dress lantas melepas dresnya yg membuat simon,zefano dan Roy yg melihat hal itu mengalihkan pandangan sedangkan abraham biasa saja sedangkan windi yg melihat ekspresi suaminya merasa dadanya kembali sesak ia berguma dalam hati 'Sepertinya ini bukan pertama kalinya Abraham melihatnya seperi ini, sehinga ekspresinya hanya bisa saja. Aku tak tau seberapa dekatnya mereka tapi kenapa rasanya sakit .'

__ADS_1


Selena kini hanya mengenaklan bara dan CD lalu wanitu pun turun ke air lalu menghampiri Abraham "Berikan dia pada ku." Abraham menatap sinis dia "Untuk apa, dia anak ku." Selena jengkel "Aku gak mau berlama lama melihat wajah jelek mu itu sekarang cepat berikan dia pada ku." Abrham tak mau namun selena memberi kode "Berikan atau kamu mau ku buat istri mu semakin cemburu." Abraham yg baru sadar lantas menoleh pada istrinya yg membeku terdiam namun ketika Abraham menoleh padanya ia segera mengalihkan pandanganya  sedangkan abraham mulai kesal "Jauh dari ku.." Selena menggeleng "Kasih dulu dong, aku cuman mau memeganya." Abraham menghela napas pelan lalu memberikan Farel padanya, seketika Selena langsung tersenyum "Gini dong.." seadngkan windi yg melihat hal itu malah semkain cemburu, karna jarak mereka jauh dan pada saat abraham berbicara pada selena suara mereka sangat kecil jadi windi tak mendengar  jelas apa yg mereka bicarkan apa lagi pada saat abraham memberikan Farel pada selena membuat hati windi semakin sakit dan napasnya terasa sesak ingin sekali lari, tapi saat ini ia memegang anaknya jadi sangt sulit untuknya naik, abraham perlahan mendekat padanya "Sayang kamu kenapa??" Windi berusaha tersenyum "Aku gak papa kok, oh kamu pegang Rafayel aku sudah merasa kedinginan." Windi langsung memberikan Rafayel pada abraham lalu segera naik dan kembali ke kamar.

__ADS_1


Sedangkan Abraham sedikit aneh "Perasaan airnya gak dinging, apa mungkin dia.." namun abraham langsung menepis jauh pikiran itu "Gak lah, mana mungkin ia cemburu jelas jelas aku gak suka sama mak lampir sialan itu.." tiba tiba terdengar sorang berbicara di sampingnya "Siapa yg kamu sebut mak lampir hah." Abraham menoleh sampingnya "Kamu emang kenapa, kamu itu sudah tua gak usah bertingkah kayak anak muda." Selena menatap kesal Abraham "Sori yah, aku ini masih 20 tahun.." abraham menatapnya sinius "Hey nenek tua, usia mu itu sudah 40 tahun cepatlah menikah jangan anak orang yg malah jadi sandra mu." Selena menatap tajam abraham "Berisik sekali kamu,sebaiknya mulit mu itu harus di lakban agar bisa diam." Sedangkan simon yg mendengar perkataan tuannya lantas menoleh pada Roy "Eh apa benar wanita itu usianya sudah 40 tahun??" Roy mengangguk "Wajahnya muda hanya karna perawatan mahal, dan dialah teman bisnis tuan yg di maksud akan di temui di thailand." Simon yg mendengar hal itu terkejut "Tapi bagai mana dia bisa berbahasa kita??" Roy menjawabnya "Tentu saja dia belajar, dia itu bisa 7 bahasa inggris, jerman, Rusia, Cina, jepang, Turki, dan bahasa kita." Simon yg mendengar hal itu sangat terkejut.

__ADS_1


Sedangkan abraham yg merasa istrinya sudah lama di kamar mandi tapi belum keluar padahal seharusnya keluar dan membawakan haduk untuk anaknya karna dia sendiri yg berencana mengajak anaknya mandi hanya sebetar dan perasan Abraham mulai tak enak "Roy ambil Rafayel dulu." Roy mendekat pada kolam lalu abraham memberikan Rafayel padanya dan ia keluar dari air lalu mengambil bathrobenya lalu segera pergi sedangkan di dalam air Selena tersenyum pada Roy "Hey Roy, ayo ikut mandi bersama." Ketika Roy menolah pada selena wanita itu menatapnya dan tersenyum  mengodanya  seketika wajah roy memerah "Maaf aku sudah menikah.."  seketika selena menatap kesal roy "Kamu tega yah udah nikah padahal aku mau menjadikan mu simpanan ku yg ke 11 lo." Seketika bulu kuduk Roy berdiri lalu ia segera menjauh sedangkan selena terus meneriakinya. Abraham masuk ke dalam kamar "Sayang.." tak ada jawab abraham kelihat koper yg sama sekali tak ada yg terbuka "Apa dia masih di kamar mandi??" Abraham menuju kamar mandi dan bertapa terkejutnya ia melihat istrinya yg tergeletak di kamar mandi  sontak ia berlari menghampirinya lalu menagkat kepalanya lalu menepuk wajahnya pelan"Sayang bangun.." abraham memegang wajah istrinya yg dingin  dan wanita itu seperti kesulitan mengambil nafas"Apa dia sesak nafas.." abraham membaringkan istrinya lagi lalu ia mengambil handuk dan di selimuti istrinya setelah itu ia bangkit dan membawanya keluar dari kamar sedangkan simon yg melihat tuannya mengangkat nonanya dari kamar lantas terkejut lalu ikut panik dan berlari pergi di ikuti Zefano.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2