Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 118.Simon


__ADS_3

Sorenya Abraham pulang dari kantor lalu Istrinya yg sudah pulang dari sore tadi langsung menyambut suaminya, windi memakai lingerie berwarna merah tidak lupa wajahnya di poles make up natural ia tersenyum menatap suaminya lalu menghampiri suaminya, Abraham yg melihat istrinya begitu cantik lalu ia langsung mencium bibir manis istrinya dan ********** windi juga menikmati bibir manis suaminya sambil menutup matanya Abraham terlihat seperti seirang sianga yg naat lapar Abraham semakin memperdalam ciumanya namun tiba-tiba Windi mencium sesuatu lalu mendorong tubuh suaminya menjauh.


Windi menutup hidungnya"Ih baunya...." abraham menatap binggung istrinya lalu ia mencium bau di pakayanya, namun sama sekali tidak ada tanda-tanda ada bau tidak sedap yg ada hanya bau parfum dan dia juga saat itu tidak sedang berkeringat "Gak ada bau yg aneh-aneh kok." Windi kembali mendekat suaminya lalu mencium aroma yg ada menempel di baju suaminya, windi yang sadar ada aroma parfum yg berbeda namun sangat menyengat baginya  lalu kembalu menjauh dari suaminya "ini bau parfum wanita bukan!!!." Abraham menatap binggung istrinya kembali memeriksa bau pada baujnya "Gak ada kok sayang." Pada saat Abraham menoleh pada istrinya, windi sudah memakai bathrobe."Dasar suami tukang selingkuh." Windi langsung berbaring ke kasur lalu menutup tubuhnya dengan selimut, abraham mencoba membujuk istrinya namun tidak di pedulikan sama sekali sedangkan saat ini miliknya sudah tegang dan butuh pelampiasan "Sayang jangan begini, dia sekarang sudah bangun." Windi yg sudah sangat kesal berbicara "Sana pergi mandi air dingin saja di kamar mandi." Abaraham yg mendengar hal itu terkejut "Sayang kok tega gitu sih." Windi sama sekali tidak membalas perkataan Abraham lagi, ia dengan terpaksa ke kamar mandi dan menuntaskan hasratnya yg tertunda tadi. Setelah selesai ia membersihkan diri lalu keluar dengan memakai bathrobe, ia melihat istrinya yg sudah tertidur lalu mencium keningnya "Selamat tidur sayang." Lalau ia segera mengganti pakainya lalu mengambil kunci mobil, dompet dan hpnya lalu pergi .

__ADS_1


Sorang wanita yg baru pulang berbelanja bersama sugar daddynya mereka keluar dari sebuah mobil BMW dan berjalan menuju sebuah villa mewah milik sugar daddy itu "Ih sayang makasih udah mau belanjain aku baju." Pria tua itu langsung merangkul pinggang gadis cantik itu "Tenag saja sayang, apa yg kamu mau akan ku kabulkan, mau itu barang-barang mahal, rumaha mewah, mobil-mobil mewah. Akan aku kabulkan , asalakan hasil kerjamu di malam hari tetap Bagus." Wanita cantik itu berbicara "Sayang, pernahkah aku mengecewakan mu pada saat kita sedang berdua??" Peria tua itu menjawab "Tentu saja tidak sayang, kamu sama sekali tidak pernah mengecewakan ku." Wanita canti itu pun tersenyum "Ih aku jadi makin sayang deh sama kamu." Pada saat mereka sudah sampai di dalam Vlla terlihat seorang wanita paruh baya tengah berbicara dengan seorang pria di ruang tengah,peria tua tadi yg melihat istrinya  bersama peria lain lantas sangat marah, ia melepas rangkulanya pada selingkuhannya lalu menghampiri istrinya "Apa aan ini semua, berani sekali kamu membawa Brondong mu di rumah ku "Sontak mereka berdua yg berbincang tadi berdiri dari duduknya "Kakak, apa maksud suami mu ini!!!"


Wanita paruh baya itu mencoba menenagkan adiknya "Simon tolong tenag , kakak iparmu tidak bermaksud..." peria tua tadi pun menyela pembicaraan mereka "Kalian berdua tidak perlu berekting di hadapan ku. Sekarang kamu masuk ke dalam kamar ." Istrinya terpaksa menuruti kata suaminya dan meminta adiknya itu unntuk pulang pada saat simon pergi ia berpas-pasan dengan wanita muda yg datang bersama suami kakaknya tadi, tiba-tiba ia berhenti "Aku sepertinya mengenalnya, apakah ini Dejavu...." simon menoleh ke belakang sebentar dan ia melihat pinggung wanita tadi, dan inggatan masa lalu pun terlintas di pikiranya "Tidak salah lagi dia pasti, Lisa..." Lisa yg merasa terpanggil menoleh ke belakang namuan yg ia lihat hanya simon, Lisa membalikan badanya lalu menunjuk simon "Hey kamu yg di sana cepat pergi atau ku telfon satpan di depan untuk menyeret mu pergi."

__ADS_1


Dan bukan hanya itu Basement itu juga di lengkapi dinding yg kedap suara dan pintu masuk yg hanya bisa di buka oleh Abraham dan Roy serta rumah itu juga berisi CCTV  yg tidak hanya 3 atau 5 tapi 14 kamaera CCTV , walau rumah itu sederhana tapi tiap sudut ruangan yg terpajang guci antik dan terdapat lesr yg dapat medeteksi jika ada orang tidak di kenak masuk dan di taruh pada lubang kecil. Roy menarik sebuah karpet yg kebetulan berada di sebuah kamar kosong di samping tempat tidur, Roy hanya menempel jari jemponya dan pintu itu sudah terbuka dengan otomatais lalu Abraham dan Simon lebih dulu pergi sedangkan Roy memastikan tirai tertutup aman dan pintu sudah terkunci serta melihat CCTV dari Ipadnya, setalah merasa aman dia pun masuk menyusul mereka.


"Bagau mana Roy??" Roy menjawab "Aman tuan.." Abraham membalas "Bagusa, tapi kita harus tetap waspada." Simon yg melihat-lihat Koleksi senjata Abraham terhenti di sebuah senjata milik Abraham ia terlihat bahagia melihatnya, ia menoleh pada tuanya sambil tersenyum  "Tuan apakah ini Senjata MG-42, kapan adan membelinya, kenapa aku baru tau dan dia terlihat cantik sekali." Roy menghela napas pelan lalu berbicara "Nanti aku akan  memberi tau mu, tapi kita Fokus dulu." Simon baru teringat kedatanya di sini adalah untuk membicarakan masalah Mafia Elang Perak lalu ia pun menghampiri mereka dan duduk di sebuah kursi.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2