Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 176.Masuk Angin


__ADS_3

Setelah sarapan Jordan dan Tiara langsung berpamitan untuk pulang mereka mulai semakin menempel sepertinya pembicaraan mereka pada waktu itu memperbaiki kesalah pahaman yg terjadi dan mereka sudah lebih baik dari sebelumnya, windi dan Abraham mengantar mereka sampai keluar dan mereka berpisah di depan rumah setelah mereka pergi windi dan abraham kembali ke aktifitas masing masing, windi menonton filem kesuaknya sambil menjaga anak-anaknya sedangkan Abraham kembali ke kamar karna ia akan melakukan miting dengan berberapa orang dengan cara video call.


Setelah cukup lama menonton akhinya windi mulai bosan lalu ia memutuskan untuk mematikan tv, ia membaringkan tubunya kekasur terlihat dia yg begiti bosan dan tak tau apa yg harus ia lakukan "Apa yg harus aku lakukan aku sangat bosan.."  tiba-tiba terdengar suara tangis salah satu anaknya, ia segera bangkit dari baringnya lalu mengambil anaknya yg menangis itu dan rupanya yg menangis adalah Rafayel sedangkan Farel masih tidur dengan santai "Aduh-aduh anak mama yg palaing kecil ini kok nangis sih.." windi melirik sekelilinya dan untung saja tak ada orang ia pun mulai menyusuinya lalu ia menghapus air mata putranya itu tak lama terdengar seorang yg memangilnya dari kejauhan "Sayang.." sontak windi menoleh pada sampinya "Ada apa papa, apa miting mu sudah selesai?." Abraham yg sudah di dekat windi mulai berbicara "Baru saja, apa kamu mau menemani ku ke rumah sakit??" Windi menatap bingung suaninya "Kamu sakit sayang??" Abraham menajwabnya "Aku gak sakit parah, hanya saja seperti ada angin yg berputar di perutku dan rasanya gak enak banget, mungki aku masuk angin." Windi tersenyum ia tau apa yg di alami suaminya lalu ia memangilnya "Sayang kemarilah, duduk dulu nanti sehabis menyusui Adek baru aku akan menggosok punggung mu." Abraham terkejut dengan perkataan istrinya "Buat apa kamu menggosok punggung ku, kamu kira ini udian berhadian pakai di gosok segala." Windi tersenyum mendengar perkataan suaminya "Sekarang kamu udah pintar ngelawak yah.." Abarham tersenyuam "Iya dok, aku belajar sedikit, biar jadi bapak yg asik utuk anak-anak. Tapi buat apa kamu menggosok punggug ku emang siapa yg mengajari mu menggosok gosokan punggung??" Windi menatap suaminya itu "Udah-uadah, jangan banyak omong sini cepat, mau sebuah gak??" Abraham menghela napas pelan ia tak tau apa yg akan istrinya lakukan tapi ia tetap menurut.

__ADS_1


Ia menghampiri istrinya lalu duduk di sampingnya lalu menyenderkan tubuhnya "Kayaknya aku begini gara gara semalam, tapi aku binggung bukanya kita melakukanya berdua tapi kenapa cuman aku yg mengeluh masuk angin??" Windi menjawab suaminya "Itu karna kamu tak memakai baju mu selesai mandi tadi malam, dan langsung tidur dengan hanya di tutupi handuk, sedangkan aku tadi malam langsung mengunakan pakian ku." Abraham menatap istrinya "Tapi kenapa kamu tak mau memakaikan pakian pada ku waktu itu bukanya kamu bisa aja??" Windi menatap suaminya kini mata mereka saling menatap satu sama lain "masak kamu lupa sih, bukanya kamu sendiri yg nolak 'bilanya sudah mengantuk gak mau pakai baju ribet.' " Abraham sedikit binggung lalu berpikir apa semalam tadi ia mengatakan itu karna ia sama sekali tak ingat setelah habis mandi tadi karna di kiranya hanya istirahat dan tidur.


Tak lama Rafayel kembali tidur lalu windi mulai membaringkanya lagi ke dalam box dorongnya bersama kakaknya lalu ia segera ke dapur sedangkan Abraham masinh menunggunya sambil menonton Tv tak lama istrinya datang membawa mangkuk yg di dalanya terdapat minyak yg di campur irisan bawang merah "Sayang apa kamu punya kon??" Abraham yg tadinya fokus pada tv kini menoleh pada kantungnya lalu menggelukan dompetnya ia mencari-cari uang koin namun tak ada  "Gak ada sayang, yg ada uang lembar, emang mau beli apa??" Namun tak ada jawaban dari istrinya pada saat ia menoleh rupanya istrinya kini menaiki tangga dan sepertinya ia pergi ke kamar"Astaga orangnya sudah di situ." Abraham pun kembali memalingkan tubunya sambil menonton berapa siaran di TV "Sepertinya bagus kalok nonton berita" Pada saat Abraham sibuk mencari berita Tiba-tiba terdengar suara pintu rumah yg di buka dan terlihat berberapa orang masuk membawa sebuah kardus besar dan berberapa kardus kecil lainya, abraham hanya melihat mereka karna ada kepala pelayan yg mengurus hal itu jadi hanya melihat dari kejauhan.

__ADS_1


Abraham menepuk jitanya sepertinya penyakit istrinya kini menular padanya"Astaga kenapa aku bodoh sih." Windi tersenyum melihat tingkah suaminya itu "Cepat sudah lepas pakian mu lalu kamu menghadap samping,punggungnya menghadap aku." Abraham menurut lalu ia melepas bajunya terlihat otot ototnya dan tubuhnya yg begitu kekar namun karna windi sudah biasa jadi ia sama sekali tidak malu setelah membelakangi istrinya windi pun mulai mengeruk punggung suaminya itu abraham terkejut kara rasanya awalnya biasa saja lama-lama sakit "Sayang kok sakit.." windi dengan santai menyautnya "Gak usah lebay sayang.." Abraham terpaksa diam dan berusaha menahan sakitnya kerukan istrinya itu namun perlahan ia merasa sedikit lega seperti bagian perunya sudah kerasa membaik dan tak lama berselang windi selesai mengeruk "Sudah, bagai mana apa sudah enakan??" Abraham mengangguk dan ia kembali mengenakan pakianya lalu langsung membaringkan tubunya di atas Sofa lalu memejamkan matanya sedangkan windi mulai merasa tak bisa menahan semnya karna melihat suaminya itu yg berperilaku berbeda seperti biasanya dan teerlihat suaminya kini banyak perubahan dari yg suka marah marah kini busa menahanya emosinya dan bahkan ia mau belajar melawak agar nanti bisa menjadi seorang ayah yg asik untuk anak-anaknya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2