Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 134.Mariam dan Julius


__ADS_3

Ke esokanya mereka pergi berbelanja ke Royal hawaiian center setelah cukup lama berkeliling mereka berbelanja banyak dan simon juga sudah kesusahan untuk membawa paper bag mereka lalu windi dan suaminya memutuskan untuk beristirahat di sebuah tempat makan di Mal, pada saat Abraham pergi memesan ia bertemu dengan sepasang suami istri paruh baya yg pergi untuk memesan juga, mereka terkejut ketika melihat Abraham "Abraham...." Abraham juga terkejut melihat mereka, wanita paruh baya itu pun menepuk bahu Abraham "Asataga kamu sudah besar sekarang." Abraham menjawab sambik tersenyum "Kita baru dua tahun tidak bertemu sepertinya kalian juga tidak berubah sama seperti dua tahun yg lalu." wanita paruh baya itu menjawab "Asataga jangan memuji seperti itu, aku justru merasa semakin lama semakin sulit untuk beraktifitas, sudah berapa lama kamu di Hawaii??"


Abraham menjawab "Barau 3 hari, aku datang bersama istriku." Wanita paruh baya itu terkejut "Benarkah dimana dia aku ingin melihatnya." Abaraham menjawab "Dia ada duduk dengan salah satu Bodyguard ku karna lelah berkeliling, apa lagi dia di sedang mengandung." Kedua suami istri itu semakin terkejut "Benar kah, aku jadi ingin melihatnya. Suadah berapa bulan kandunganya??" Abraham tersenyum dan menjawab "Sudah 4 bulan dan anaknya Kembar." Mereka yg mendemgar hal itu begitu bahagua dan langsung memberi selamat pada Abraham "Aku tak menyangka akhirnya kamu sebentar lagi akan menjadi seorang ayah, padahal dulu ketika aku melihat kamu yg ikut-ikutan pergaulan Eli aku hawatir kamu takan menikah dan akan seperti dia. Tapi tak ku sangka kamu sudah menikah dan bahkan sebenatar lagi menjadi seorang Ayah."

__ADS_1


Abraham menjawab "Aku sidiri pun tak menyangka akan mendapat dua sekaligur." Mereka menjadi penasaran dengan sosok Istri Abaham "Dimana istri mu sekarang kami ingin menemuinya " Abraham menunjuk sebuah meja di mana ada seorang wanita dengan dress putih yg membelakangi mereka dan di depanya ada seorang peria ber jas hitam. "Kalian temui saja dia, aku akan memesan untuk kita." Mereka berdua pun dengan semanagat menghampiri Windi, seampai di meja sana mereka terpana pada kecantikan Windi "Apa kah kamu istri Abraham??" Windi mengganguk dan bertanya "Lalau anda.." mereka dengan bersemangat memperkenalkan diri "Saya ibu angkat Abraham nama saya Mariam dan di samping saya adalah suami saya Julius." Sontak windi bangkit dari duduknya dan bersaliman pada mereka "Maaf saya terlambat menyadari, nama saya windi." Mereka tersenyum "Tak papa sayang, kan ini pertama kali kita bertemu." Windi pun mengajak mereka duduk , sedangkan Simon tadi langsung berpindah ke meja samping .


Tak lama kemudian Abraham datang dan di ikuti pelayan yg membawa banyak makanan, di samping istrinya adalah ibu angkatnya Maraim sedangkan kursi yg kosong hanya ada di samping ayah angkatnya Julius dan Abraham duduk di sana, "Wah kita di sini seperti keluarga, Abraham apakah ada adikmu menemui mu??" Abraham menjawab "Ada tapi ia membuat ku kesal jadi aku nengusinya." Ayahnya menatap Abraham "Apa lagi yg anak nakal itu lakukan??" Abraham menjawab "Dia membuat ku bertengkar dengan istri ku, dan dia juga tiba-tiba datang ke Villa tempat kami tinggal hanya untuk melihat istri ku dan tanpa sopan santunya seperti biasa ia matakan cintanya pada istri ku." Ibunya mendengus kesal "Astaga anak itu tak pernah bisa merubah sikapnya, ia sudah berapa kali selama dua tahun ini kepergok berselingkuh dengan istri orang lain dan di hajar hingga babak belur."

__ADS_1


Terlihat dari jauh Mariam dan Windi tengah melihat-lihat baju bayi laki-laki "Bagai mana menurutmu apa ini bagus, menurut mama ini bagus tapi warnanya gela." Windi menjawab "Mama benar, kita cari warna yg sedikit terang, takutnya ketika tidur warnanya bercampur gelan nanti gak bisa di lihat."Mariam melirik sauaminya dan Abaraham mereka seperti ekor yg hanya mengikuti dari belakang "Dari pada bengong gitu mending kalian milih-milih baju Untuk Bayi perempunya ." Julius menatap istrinya "Kami..." ia menatap sinis mereka berdua dan dengan terpakasa mereka pergi mencari. Mereka sangat lama di sana dan mereka baru selesai belanja pada pukul 5 sore dan memutuskan untuk kembali namn Abraham menawarkan kedua orang tua anagkatnya untuk makan malam di Villa dan mereka menyetujuinya lalu mereka berpisah dari mal tadi.


Sesampai Mariam dan Julius di Villa tempat mereka menginap tiba-tiba mereka di kejutkan oleh kehadiran putranya yg sedang menunggu di ruang tamu sambik menonton TV, "Eh, kok udah balik, bilangnya tadi waktu datang mau menghabiskn waktu dengan wanita cantik di Hawaii kenapa sekarang ke sini, ganggu kedamaian papa sama mama mu aja." Eli menatap ayahnya "Gak tau kenapa, Eli tiba-tiba Jenuh ngeliat wajah mereka." Ayah dan ibunya sebenarnya sudah tau penyebab nyanya namun pura-pura tidak tau "Benarkah, apa sekarang kamu akan berhenti beramin dengan wanita dan Fokus mencari calon menatu buat mama." Eli menatap ibunya "Mama, Eli kan udah bilang kalok Eli gak mau nikah." Ibunya menjawab"Kalok gitu pergi lah bersenag-senag dengan wanita mu itu..." moodnya Eli kembali buruk dan langsung pergi dengan kesal, ia datang sebenaranya mau Curhat pada ayah dan ibunya namun moodnya sudah rusak karna mereka , ia mengambil hp, dompet dan kunci mobilnya dan pada saat ia melewati kedua orang tuanya tiba-tiba ibunya berbicara "Sayang ayo kita cepat mandi, aku gak sabar menemui menatu cantik kita." Eli menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang "Apa Papa sama mama mau ke tempat Kak Abraham, aku mau ikut juaga." Ayah dan ibunya menoleh ke belakang dan Eli langsung membalas dengan senyuman.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2