Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 153.Kejutan


__ADS_3

Dari mall mereka pergi ke sebuah perumahan Elit yg ada di Wasington windi kembali di buat bingung oleh suaminya "Kita mau kemana lagi sayang." Mereka masuk ke dalam sebuah rumah mewah dan abraham dengan santai turun dari mobil, windi yg masih belum tau terus bertanya "Sayang kamu mau ke mana." Abraham berhenti sebentar lalu menoleh ke belakang "Aku mau mau istirahat, apa yg kamu lakukan di dalam mobil ayo masuk." Windi mengikuti suaminya masuk "Apa kita tak akan kembali ke Hotel??" Windi mengikuti suaminya sampai di dapur, Abraham menung air putih ke dalam sebuah gelasa lalu meminumnya setelah itu menjawab"Aku sengaja membeli rumah karna aku tau mungkin kita akan lama di sini." Windi terkejut peria itu membeli Mobil dan sebuah villa dalam waktu sebentar dan ia percaya pasti harga villa ini mahal.


Windi menatap sinis suaminya "Berapa kamu membeli Villa ini??" Abraham dengan santai menjawab "Tenagsaja aku takan bangkrut hanya karna membeli rumah ini." Windi menatap serius suaminya "Sayang..." Abraham tersrnyum lalu menjawab "Baiklah, aku membeli rumah ini seharga USD140 juta atau Rp1,9 triliun jika di rupiahkan." Windi menatap serius suaminya, abraham segera menghampiri istrinya lalu membalikan badanya lalu mendoronya sambil menjelsakan

__ADS_1


"Luas bangunan 10.000 kaki persegi memiliki enam kamar tidur, dan wallpaper buatan tangan, empat perapian, dan banyak pintu ala Prancis. Properti ini juga mencakup 3.500 meter persegi (m2), empat kamar tidur tamu, lapangan tenis, kolam renang, bak mandi air panas, ditambah kolam pribadi, hutan, dan rumput. Bagai mana menurut mu bagus bukan." Windi menghela napas pelan "Apa boleh buat, jika sudah di belu biar kan lah, lain kali beri tau pada ku dulu." Abraham mengangguk padahal ia pasti akan mengulanginya lagi, ia mengantar istrinya masuk ke kamar utama dimana kamar mereka berada.


Tak terasa sudah malam hari Windi yg baru bangaun dari tidurnya keluar dari kamar terlihat banyak pelayan yg mondar mandir untuk bersih-bersih sedangkan Windi mencarai suaminya karan peria itu tak ada di dalam kamar ketika ia bangun tadi windi berjalan ke dapur suaminya masih tak ada lalu ia betrtanya pada salah satu pembantu itu "Excuse me, where have you seen my husband?? (Permisi, di mana Anda melihat suami saya??)" Wanita itu menjawab "God is on the top floor, his place is in the room near the stairs. (Tuhan ada di lantai atas, tempatnya di kamar dekat tangga.)" Windi mengangguk lalu segera pergi ke tempat yg di beritau pelayan tadi.

__ADS_1


Sesampai di depan pintu Windi segera membuka pintu tersebut pada saat terbuka terlihat pernak pernik Bayi yg teroasang di menghiasi kamar itu dan saat ini suaminya sedang memasangkan Box bayi "Padahal aku sudah melakukan seperti yg beritaukan tapi kenapa masih salah." Windi tersenyum melihat suaminya yg begitu serius "Apa kamu perlu bantaun." Abraham yg mendengar suara istrinya langsung menoleh ke belakang "Eh sayang kamu sudah bangun." Abraham lupa mengunci pintu padahal ia tadi mau memberi kejutan untuk istrinya "Apakah ini sebuah kejutan??" Abraham tersenyum dan mengguk "Tapi sudah ketahuan duluan." Windi menghampiri suaminya lalu memeluknya "Tapi aku suka dengan kejutan mu." Abraham senang istrinya suka walau ia belum selesai medekornya, Windi perlahan melepas peluknaya  lalu ia menatap suaminya "Apa yg bisa aku bantu sayang?." Abraham langsung mengambil sebuah buku peduan lalu di berikan pada istrinya "Apa kamu tau cara memasangnya, walau aku lulusan sarjana jika sudah menyangkut masalah pasang memasang seperti ini aku tak tau."


Windi pun merangkul tangan suaminya setelah itu mereka berjalan ke luar "Rumah dengan dua lantai seperti ini lebih baik, dari pada di rumah kita yg ada 3 lantai membuat ku sedikit takut jika anak-anak nanti besar dan berlarian mereka pasti akan melewati tangga yg tinggi itu, aku hawatir jika mereka jatuh dan terluka." Abraham menatap istrinya sambil mereka pelan-pelan menuruni tangga "Jadia kamu mau membuat rumah seperti ini??" Windi mengangguk pada suaminya dan mereka saling berpandangan dan mereka berhenti sejenak"Sebenarnya sih begitu, tapi itu mungkin perlu banyak biyaya jadi nanati kita beri pagar saja nanti Agara nanti bila mereka ingin turun tidak akan langsung turn ke bawah dan mereka akn hati-hati , tidak mungkin mereka kita ajarkan untuk menggunakan lift ."Abraham mengerti kehawatiran istrinya "Bailah nanti akan aku pikirkan lagi." Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka hingga ke bawah, sesampai di bawah mereka langsung ke dapur dan langsung duduk di meja makan sedangkan Koki yg melihat tuan dan nonaya sudah datang segera menyiapkan makanan yg simpel namun enak.

__ADS_1


Selagai menunggu windi sempat-sepatanya meminta pelayan untuk Foto mereka berdua karan selama menikah mereka belum pernah berfoto berdua yg ada hanya foto pada saat mereka menikah itu pun hanya sedikit, pelayan ia berapa kali mengambil foto mereka setelah cukup banyak ia kembali memberi hp itu pada Windi dan windi berterima kasih padanya "Thank you. (terima kasih.)" Wanita itu mengangguk lalu kembali bekerja, Windi memperhatikan semua foto mereka satu persatu "Sayang lihat aku cantik bukan ."  Abraham tersenyum melihatnya "Sayang coba kamu kirim foto itu padaku." Windi memperlihatkan foto tadi "Yang ini.." Abraham mengangguk, Windi pun mengrimnya setelah masuk Abraham diam-diam memasang foto tersebut di sosial media, gunaya adalah Untuk memperkenalakan istrinya dan guna lainya adalah untuk memancing Rudi keluar dan masuk ke perangkap mereka. Abraham mengaplut dengan hastag 'My Wife❤' ia juga menyertakan akun media sosial istrinya, foto itu cepat tersebar dan banyak orang yg menykai postingan Abraham, sedangkan Abraham segera mematikan hpnya lalu makanan mereka  datang dan Windi dengan lahapnya menikmati makananya tanpa menyadari bahawa banyak notifikasi yg masuk di hpnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2