Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 128.Wasington


__ADS_3

Jam 23.36 Abraham dan Windi sudah menunggu di bandara karna 30 menit lagi mereka kan berangkat, namun karna windi yg selalu lapar sengaja membawa cemilin dan minuman dari rumah untuk di makan, selama mereka menunggu para Bodyguard Abraham yg sudah tersebar di setip sudut bandara dengan menyamar menjadi penumpang dan yg terlihat oleh windi hanya ada 4 orang salah satunya Simon Windi menyenderkan kepalanya pada pundak suaminya sambil menonton Filem di Hpnya sedangkan Abraham ia menyempatkan untuk menutup matanya sebenatar tiba-tiba windi langsung berdiri dari duduknya sontak Abraham membuka matanya "Ada apa sayang??" Windi menjawab "Aku mau ke kamar mandi dulu." Ia berjalan tergesah gesah pergi, sedangkan Abraham menghela napas pelan "Bikin kaget saja..." pada saat ia melihat jam sudah menunjuk jam 23.45 "15 menit lagi . Simon kamu tungu dia di." Simon menggangguk lalu berlari ke kamar mandi wanita.


Sedangkan Windi langsung ke kamar mandi dan buang air kecil "Ini semua pasati karna kebanyakan minum susu tadi." Setelah buang air kecil ia pergi mencuci wajahnya di wastfel tiba-tiba terlihat seorang wanita cantik kurus tinggi keluar dari dalam toilet dan mencuci tanganya di wastfel , karna jarak mereka dekat ia dapat mencium bawu parfumnya yg menyengat , sontak ia menutup mulutnya karna menurutnya bau Parfum wanita itu tak enak dan perlahan keluar dari kamar mandi, sedangkan wanita tadi menatap Aneh windi "Dasar wanita aneh." Lisa kembali melihat wajahnya di kaca lalu mulai membedaki wajahnya. Windi yg keluar dengan tergesah- gesah di kejutkan oleh Simon "Astaga tuhan." Simon hawatair karana melihat nonanya yg keluar dengan tergesah gesah "Ada apa nona??" Windi menunjuk di dalam "Itu ada perumpan di dalam yg bau parfunya gak enak banget, jadi aku lari ."Simon menatap bingung nonanya, namun ia tak ingin bertanya ia hanya perlu mengantar nonanya sampai kepada tuanya.

__ADS_1


Sesampai di tempat Abraham jam sudah menunjuk 23.52, dan Windi kembali duduk di samping suaminya "Sayang, tadi di kamar mandi aku mencium bau parfum yg sama seperti parfum yg menempel waktu itu di baju mu." Abraham menatap kesal istrinya "Sudah lah sayang, jangan bahas parfum itu lagi aku gak mau mempermasalahkan nya lagi." Windi menjawab "Iya iya..." ia pun memutuskan untuk memakan cemilanya. Setelah 8 menit berlalu akhinya mereka di pangil untuk masuk ke pesawat, mereka kali ini menggunakan pesawat pribadai milik Abraham dan masuk ke ruangan kehusus miliknya dan istrinya . Di sebuah ruangan yg berada di belanag dari kekas bisnis terdapat sofa panjang dan bar kecil serta ada satu kamar kehusus milik Abraham, Simon dan 3 temanya berjaga di luar sambil menikmati munuman di bar kecil itu dan seorang pramugara yg melayani mereka sedangkan Abraham dan Windi masuk ke dalam kamarnya dan tidur di ranjang. "Sayang sejak kapan di pesawan mu ada tempat tidurnya??" Abaraham menjawab "Sudah sejak lama, waktu di Jepang aku memang sengaja tidak memakai kamar ini karna menurutku tempat kita sama jepang dekat saja." Windi menggangguk seolah mengerti "Ayo kita tidur saja, karna kita akan menempuh waktu lama." Windi kembali mengganguk lalu ia pun segera tidur di pelukan suaminya. Dan perjalan mereka kali ini memakan waktu 18 jam hingga sampai di washington DC, mereka keluar dari pesawat dan di sana masih gelap tanpa Windi sadarai rupanya Lisa juga mengunakan pesawat mereka namun duduk di kelas bisnis bersama Sugar daddynya. Windi menatap suaminya "Apa kita harus berangkat lagi??" Abraham mengganguk " Kita akan ke Boston mungkin kira-kira 2 jam lagi karna jatwal keberangkatanya jam 6 pagi untuk penerbangan pertama ke Boston." Windi membalas"Kalok gitu kita carai makanan di sini dulu aku rasanya sangat lapar." Abraham menggangguk.


Setelah menemukan tempat makanan yg bagus mereka pun langsung memesan "Sayang kamu mau makan apa??" Abraham menjawab "Sama dengan kamu saja." Windi tersenyum "oke.."lalu ia kembali menoleh pada Simon "Simon kamu ajak teman kamu makan juga, nanti aku yg bayar." Sontak mereka berempat terkejut, dan salah satu dari mereka berbicara "Yg benar nona??" Windi tersenyum dan menggangguk "Mereka pun langsung mencari tempat duduk buat mereka dan melihat menu makanan. Setelah semua sudah memesan akhirnya makan mereka pun sampai dan mereka pun mulai menikmati makan tersebut, namun setengah jam kemudian windi seperti tidak tenag menikamati dan abraham yg sadar langsung beratanya "Kenapa sayang, apa kamu kedinginan??" Windi menggeleng "Gak tau kenapa perut ku terasa keram dan sedikit nyeri." Abraham yang mendengar hal itu terkejut "Apa kita perlu ke Doktet dulu??" Windi mengggeleng "Gak usah, ini gak papa aku msih bisa menahanya." Abarahm menatap serius istrinya " bagai mana nanti anak kita kenapa-napa??" Windi bertanya "Berapa jam dari sini ke Boston??" Abraham menjawab "Mungkin 1 jam lebih, dan waktu tersisa masih 1 jam .Kita bisa mengambil penerbngan ke dua jam 9 nanti ."

__ADS_1


Windi pun di bawa ke ruangan dokter kandungan dan langsung di priksa pada kandunganya dengan menggunakan alat USG, rupanya tidak ada masalah dan apa yg dia alami windi sudah biasa di alami oleh ibu hamil. Hal itu terjadi karena rahim ibu yang membesar selama kehamilan memberi tekanan pada otot dan ligamen di sekitarnya. Selain itu, otot ligamen bundar ibu juga akan sering mengalami keram saat meregang. Hal ini terjadi pada windi karna dia sudah masuk trimester kedua.


Abraham yg mendengar hal itu menjadi tenang , apa lagi ia bisa melihat pergerakan dua buah hatinya yg sudah mulai membesar dari sebelumnya, karna di masa ini organ vital seperti jantung,paru-parau, dan otak sudah lebih berkembang dan dokter juga menjelaskan bahwa di masa ini Bayi juga sudah bisa mendengar dan bergerak kecil. Dari ruamah skit mereka memutuskan untuk melihat-lihat kota Washington karna mereka sudah ketinggalan pesawat pertama dan tersisa 4 jam lagi baru penerbangan kedua ke Boston, dan mereka berdua menikmati pemandangan musim gugur di Washington di mana pohon mohon yg daunya berwarna hijau dan hamir seluruh daunya sudah berubah kuning yg membuat Windi ingin turun sebentar dan berfoto bersama suaminya, mereka terlihat seperti pasangan yg begitu bahgia, mereka bersukur setelah mengalai masa yg sulit hingga membuat hati mereka terluka namun tuhan selalu tau bagai mana menyenagkan hati mereka lagi dengan menujukan bahwa kedua anak mereka masih sehat dan bahkan kini sudah terbentuk serta mulai bisa bergerak walaupun hanya sedikit.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2