Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 159.Ruang ICU


__ADS_3

Ketika para Bodyguard itu keluar para Anak buah Rudi yg menyamar langsung menghalangi mereka dan Rudi dengan mudah mendekat sambil terus menembak "Jika seperti ini terus aku bisa mati." Tak lama kepolisian datang Mereka begitu banyak dari jumlah anak buah Rudi yg tersisa jadi ada sebagain yg menodong Rudi namun pria itu seperti orang yg tak takut bila harus mati sekarang ia malah meningalihkan tembakanya pada para polisi dan para polisi tadi segera menghindar selama Ia masih Fokus pada para polisi Abraham memanfatkan kesempatan ini untuk melumpukanya dari belakang karan pria itu menghadap para polisi, Abraham diam-diam mengitari mobil tempat ia bersembunyi karna Rudi sudh sangat dekat dengam mobil dengan cepatanya ia mengahmpirinya  lalu menendang senjata api yg ia pegang sampi jatuh pada saat ia menoleh pada Abraham peria itu melemparnya dengan makanan yg ia beli tadi lalu mengenai wajahnya lalu Abraham menjatuhkanya ke bawah hinga ke tanah lalu ia menahanya.


"Kali ini aku takan membiarkan mu lepas." Rudi bukanya takut ia malah tertawa "Di sudah mati..."Abraham tak mengerti apa yg ia katakan "Apa yg kamu bicarakan, dasar orang gila." Rudi ter senyum pada Abraham "Istri mu.." Abraham yg mendengarnya menjadi terdiam, para polisi pun segera memborgol Rudi, Abraham masih terdiam tak menyangka apa yg ia kataka jantunya seketika berdetak begitu cepat ia beralari ke arah rumah sakit dan untungnya di saat para gengstar itu sudah di tangkap suamua jadi Abraham bisa segera masuk rumah sakit, keadaan di sana sangat kacau karan banyak orang yg menjadi korban jadi perlu di obati Abraham memutuskan untuk melewati tangga darurat karan lift sedang di gunakan ia menemukan simon bersandar di dinding, Abraham menghampirinya "Simon bagai mana situasinya di mana istri ku??" Simon menjawabnya "Rehan berhasil naik tuan." Abraham yg mendengar hal itu sangat terkejut tapi ia mencoba berpikir positif mungkin istrinya baik-baik saja ia memanggil bantuan sebentar setekah itu ia berjalan naik ke atas sampai di lantai tempat istrinya di rawat ia terkejut dengan banyak bekas darah dan banyak juga dokter di sana yg mencoba kenyelamatkan pasain seketika pikiran positif Abragam berubah menjadi pikiran yg negatif.

__ADS_1


Abraham berlari ke ruang rawat istrinya yg terbuka dan di lantai penuh dengan darah namuan ia tak menemukam istrinya di dalam, di sitasi ini karna sangat jadi tak ada yg memperhatiakan suara tangis kedua anak Abraham, peria itu dengan berat hati masuk dan berusaha mencari istrinya bisa saja darah yg ada di depan pintu bukan milik istrinya namun ia tak menemukan dia di manapun ia hanya menemukan dua Bayinya yg di sembunyikan di balik tirai, seketika ia terjatuh di lantai dan hatinya seperti hancur berkeping-keping ia perlahan mengkat kedua anaknya itu karan kebetulan mereka memiliki tubuh yg kecil karna terlahir prematur jadia tidak sulit baginya untuk mengkat mereka berdua sekaligus "Kenapa semua ini harus terjadi pada ku dan anak-anak ku." Abraham bingung harus apa ia saat ini sedang frustasai karan tak menemukan istrinya sama sekali di sisi lain kedua anaknya sedang menangis karna mendenagar suara ribut di lauar, Abraham berusaha menengkan mereka walau ia bingung harus mencarai istrinya.


Setelah situasi kembali kondusif dan kedua anaknya sudah tak menangis lagi ia menitipkan mereka pada dua orang perawat lalu ia mencari istrinya, ia di bawa ke ruang mayat untuk mencari istrinya siapa tau dari anatra orang yg menjadi korban di peristiwa itu ada Windi, Abraham membuka kain satu petsatu namun tak ada wajah istrinya sama sekali, jadi ada sedikit harapan ia di antar ke rung oprasi tak lama ruang oprasi itu terbuka dan memperlihatkan seorang pasian yg wajahnya tertutup kalain, ia meminta izin untuk melihat wajah jenasah tersebut dan para Dokter meprbolehkan dalama hatinya terus berkata 'Semoga saja bukan windi Tuhan..' pada saat ia membuak yg terlihat adalah wajah Seorang peria tua yg tidak lain adalah Rehan lantas Abraham langsung menutup wajahnya karna terkejut 'Kenapa orang ini bisa mati??' Tak lama setelah di tutup ia kembali di bawa ke ruang mayat "Dok apakah ada pasian yg lain??" Doter itu menjawab "Ada tiga orang yg dalam kondisi keritis dan 20 luka-luka." Abaham menjawabnya "Baiklah mari kita persi 3 orang itu dulu." Dokter itu pun mengantarnya ke ruang ICU dan pertama mereka masuk sebauh kamar Abraham mengeleng dan ruangan kedua juga seperti itu hingga mereka berhenti di sebuah ruangan dimana pada saat pintu terbuka dan Abraham masuk seketika ia terdiam di tempatnya hatinya terasa sangat sakit dan Dokter itu bertanya lagi "Apa dia yg anda cari taun??" Abraham menghampirinya lalu memegang tanganya "Sayang bangun aku monon." Abraham menangis sambil terus memegang erat tangan Windi ia bahkan berapa kali mencium tanganya dan tangan itu terasa sangat dingin.

__ADS_1


Dalam tidur panjang Windi ia bermimpi ia terbangun di rumahnya ia sempat bingung dengan apa yg terjadi ia bangkit dari barinya gumana dalam hati 'Kenapa aku bisa di sini??' Windi turun dari ranjangnya lalu berjalan menghadap kaca ia melihat dirinya  di  dalam kaca ia memegang perutnya "Perasaan tak ada yg berubah, bentuk tubuhku seperti saat melahirkan??" Windi pun mencium aroma yg tidak asing di penciumanya sontak ia menbuka pintu kamarnya lalu berlari ke dapaur terlihat seorang peria paruh baya yg sedang memasak dan Windi yg melihat hal itu langsung menangis "Bapak..." sontak peria itu menoleh ke belakang dan Windi berubah menjadi seorang remaja lagi seperti terakhir ia melihatnya sebelum ia tiada "Eh Anak bapak udah bangun, ini tadi bapak ada memasak nasik goreng kesukaan mu."Windi berlari lalu memeluk ayahnya  "Apa Bapak tau Windi sangat merindukan bapak." Gadis itu mulai menangis tak lama seorang wanita paruh baya datang "Astaga pagi-pagi sudah di seguhkan pemandangan indah begini." Sontak Windi menoleh ke belakang "ibuk..." Windi mendekat lalu memeluk ibunya juga "Apa ibuk tau Windi rindu ibuk..." Ibunya melepas pelukan tersebut lalu menghapus air matanya "Iya kami juga sangat kerindukan mu nak." Windi tersenyum "Banyak hal yg ingin windi cerita pada kalian."


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2