Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 238.Demam


__ADS_3

Selama di dalam pesawat Rafayel tidur di pelukan windi begitu juga dengan Fayel yg tidur di pelukan abraham dan kali ini mereka pergi ke sana dengan di jaga simon dan tiga orang bodyguard mereka, sedangkan windi mulai merasa haus lalu ia meraih sebuh botol air "Sayang bisa minta tolong buka tutup botolnya." Abraham menoleh lalu membuka tutup botol tersebut dan windi segera minum, selesai minum ia menoleh pada suaminya lagi "Mau mainum??" Abraham menggeleng lalu ia pun menutup kembali botol air tersebut dan windi pun kemabli menaruhnya ke tempatnya "Padahal cuman 2 jam dari tempat kita ke sana tapi kalok kondisinya gini susah juga." Abraham tersenyum "Sepertinya mereka lebih nyaman tidur begini." Abraham melirik jam tangannya "Tenang sayang bentar lagi kok kita bakal sampai kira kira tinggl 30 menit lagi." Windi mengangguk, setelah 30 berlalu akhinya pesawat mereka landing dan pada saat pintu terbuka merela segera keluar sedangkan untuk barang barang mereka para bodyguard yg bawa karna kedua anak mereka masih menempel, sebenarnya bisa saja mereka membaringkan anaknya ke stroller mereka namun kedua anak itu sama sekali tak mau lepas dari mereka dan windi sudah merasa ada yg aneh dengan anak anaknya sampai mereka memasuki mobil "Sayang gak bisanya mereka menempel gini,dan dari jika tubuh mereka di pegang kayaknya hangat deh, kita ke rumah sakit bentar untuk memeriksa sebentar aku hawatir." Abraham menolah pada istrinya "Ya,nanti kita ke rumah sakit terlebih dahulu."

__ADS_1


Tak lama setelah simon masuk ke dalam mobil "Simon kita ke rumah sakit dulu saja." Simon mengangguk lalu mereka segera pergi menuju ke rumah sakit yg kebetulan memang ada rumah sakit yg dekat dengan bandara jadi mereka terlebih dahulu ke sana dan pada saat dokter periksa rupanya kedua anak abraham mengalamai demam dan hal ini terjadi pada kedua anak kembarnya dan kata dokter hal ini terjadi karna mereka sudah mulai tumbuh gigi dan bisanya dalam masa ini anak anak akan cerewet tapi karna ini masih awal awal jadi mereka tidak cerewet dan justru terlihat menempel pada orang tuanya dan doker pun memberikan resep obat pada mereka, setelah membeli obat mereka berangkat menuju hotel yg sudah Roy pesan untuk tuan dan nonanya, setelah sampai di hotel mereka langsung di antar ke kamar hotel dan saat itu lah anak anak mereka mulai rewel sedangkan abraham ia kebetulan ada meeting dadakan yg mengharuskan dia hadir namun untunya hanya dari zoom saja jadi ia menacai tempat yg sunyi untuk berbicara sedangkan windi yg tak mungkin bisa kenengkan kedua anak itu memutuskan untuk menyusu mereka bersama sama untungnya mereka mau diam ketika windi menyusu kereka walau ada sekali mereka menggigit ujung pen*ingnya mungkin karna giginya terasa gatal karna akan tumbuh.Selesai urusan kerjaan abraham kembali memeriksa anak dan istrinya rupanya mereka sudah tidur dalam kondi anaknya masih menyusu dan mereka bertiga sudah terlelap dalam mimpi ia berjalan menghampiri mereka dan duduk di pinggir ranjang dan membelai rambut istrinya pelan "Maaf aku lama meetingnya. Kamu pasti kesulitan mengurus mereka berdua." Abraham pun mengecup kening istrinya.

__ADS_1


Malamnya kedua anak itu kembali cerewet namun kali ini karna efel obat yg mereka minum jadi mereka tidur di pelukan abraham dam windi yg berusaha menenangkan mereka sambil berdiri tak lupa sebuah tepukan pelan pada punggung merek, akhinya windi bisa bernapas lega lalu mereka pun memabaringkan kedua anak itu di atas kasur "Sayang ayo kita makan aku sudah sangat lapar." Abraham tersenyum "Ayo, aku juga sudah sangat lapar." Mereka ke pergi ke meja makan dan kebetulan sebelumnya Simon sudah membelikan makanan untuk mereka yaitu lalapan ayam dan minuman ice cendol, mereka mulai makan dan windi melihat suaminya yg meminggirkan kemangi dan kol miliknya "Sayang itu juga di makan dong, masak di pingirin gitu."Abraham menjawabnya "Aku gak makan yg bitu, kalok tahu atau terong aku gak papa tapi kalok kemangi dan kolnya aku gak suka."

__ADS_1


Windi yg mendengar hal itu terkejut karana ia tak menyangka rupanya ia bertemu langsung dengan musuh bisnis suaminya "Maafkan aku sayang, aku gak tau nanti lain kali kalok ku melihatnya pasti akan aku jawuhin. Tapi ini tadi dia ada kirim pesan aku gak atau isinya apa karna baru aja." windi meberikan hpnya pada suaminya "Coba kamu baca, aku gak berani untuk membacanya." Windi takut jika isinya adalah berisi ancaman atau sebagainya namun ketika abraham membuka pesan itu, rupanya isi dari pesam itu adalah "Windi sudah lama kita tak berjumpa, kebetulan aku besok waktu luang dan aku berencana mengajak mu ke sebuah restoran, anggap aja teraktiran darai teman" Abraham terlihat kesal dan berguma dalam hati 'Apa, teman, apa aku tidak salah baca. Dasar peria beren*sek ini, untuk bertemu dengan istri ku dia menjual nama teman agar bisa bertemu denganya.' Abraham langsung membelokir akun Milik kevin agar peria itu tak bisa mengirim psan atau melihat setatus dari istrinya "Sudah, mulai sekarang jawuhi dia." Windi mengangguk "Tapi kamu gak marah kan sayang." Abraham mengangguk "Tak papa, aku juga memak lumi karna kamu juga belum tau siapa saja teman bisnis ku dan siapa saja musuh bisnisku jadi ketika kamu sedang jalan keluar jangan pernah jauh dari simon." Windi mengangguk lalu abraham mengembalikan hp istrinya dan mereka kembali lanjut makan.

__ADS_1


Bersambyng...

__ADS_1


__ADS_2