Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 211.Kembali pulang


__ADS_3

Dan tak terasa sudah satu minggu lebih Roy dan Jesi di jepang dan hari ini mereka akan kembali pulang dan mereka berangkat dari Tokyo ke tanah air dari jam 12 siang dan mereka  duduk di pesawat kelas bisnis dan bersampingan,Roy menoleh pada istrinya "Nanti jika kamu lapar kasih tau saja aku, aku nanti akan beri tau pramugarinya." Jesi yg sedang menonton menoleh pada suaminya lalu mengangguk "Iya kak."Roy menoleh pada perut jesi yg rata sambil tersenyum lalu ia pun mengelus perut rata istrinya itu "Anak papa baik baik yah, kita serang masih di pesawat jadi jangan minta yg macam macam dulu, oke." Jesi tersenyum menatap suaminya lalu tanganya ikut memegang perutnya "Tak usah hawatir kak, anak mu ini anak yg baik dia tak mungkin menyusahkan papa dan mamanya." Roy tertawa geli "Rasanya gak nyangka bakal jadi ayah secepat ini." Jesi menjawabnya "Mana ada cepat, kakRoy harus menunggu 8 bulan lagi." Roy menoleh pada istrinya "8 bulan itu cepet lo, kayak anaknya Tuan Abraham."jesi mejawab "Itu menurut kakak, tapi menurut ku itu sangat lama."Roy menjawab istrinya "Mau lama atau cepat, kita sebagai ibu dan ayahnya juga sangat tak sabar dengan kehadirannya nanti." Roy pun menoleh pada istrinya sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


Selama perjalanan berapa kali jesi ingin makan untuknya makanan yg ia minta bukan makanan yg susah di cari di dalam pesawat dan wanita itu sangat menikmati tiap makanan sambil menonton. "Bapak gak usah banyak omong deh, jesi gak akan kembali ke rumah bapak." Seorang peria tua menangis di hadapan gadis itu dan memohon padanya "Hannya sehari saja, papa mohon ." Wanita itu menendang peria tua itu "Menjijikan, jangan sentuh kaki ku, kamu itu sangat menjijikan sekarang pergi lah dari hadapan ku." Wanita itu pun segera pergi meningalkan peria paruh baya yg masih terduduk di lantai sambil menangis, sedangkan Jesi yg menonton Sinetron yg sedang buming di tanah air dan bahkan di mancan negara itu ikut menangis "Hik..tega sekali ia seperti itu pada ayahnya."jesi kembali menyuapkan makanan yg ada di depannya ke dalam mulutnya "Dasar kamu Jesi kamu jahat sekali hik.." sedangkan Roy yg duduk di sampingnya berusaha menahan tawanya "Bisa bisanya nama pemeran atagonisnya nama mu yah.." Jesi menoleh pada suaminya "Kamu apa aan sih, orang lagi sedih juga." Roy berbicara "Coba bayangin kalok kamu yg jadi cewek jahat itu dan yg mohon itu papa mu."jesi tak bisa membayangkan karna seingatnya dulu ia pernah pura pura melawan ayahnya dan berahir di jewer hingga membuatnya tak berani membuat ayahnya marah lagi.

__ADS_1


"Ih kakak, bapak jesi gak mungkin mohon kayak gitu, paling  bapak mungkin akan menjewer tilinga jesi.Bapak mah kalok marah serem." Roy yg mendengar hal itu terkejut "Emang bapak pernah jewer telinga mu ." Jesi mengangguk "Waktu kecil, kalok serang jesi udah gedek paling dapat ceramah aja, tapi sekarang jesi udah tau bapak begitu karna bapak sayang sama jesi." Jesi terliht bahagia dan Roy yg melihat hal itu jadi ikut bahagia rupanya ayah mertuanya yg paling ia takuti itu rupanya sangat perhatian pada putranya guma roy dalam hati 'Andai ayah ku dulu tidak menyakiti hati mama ku sehinga mama memutuskan untuk meninggalkanya mungkin masa kecil ku akan bahgia, karna bisa mersakan perhatian kedua orang tua kau.' Roy meraih tangan jesi lalu ia mengangkatnya dan langsung mencium tangan wanita itu (Cup) "Aku pasti akan membahagiakan mu, aku akan selalu bersama mu sampai akhir hidup ku." Jesi yg tanganya di cium oleh Suaminya apa lagi mendengar kata kata tadi keluar dari mulut peria itu membuatnya malu, lantas bangkit dari duduknya dan roy sedikit terkejut namun Jesi segera berbicara "Aku ke kamar mandi sebentar kakak." Jesi segera pergi sambil memegang pipinya yg merona sedangkan Roy yg melihat hal itu malah tertawa karna pipi istrinya semerah tomat sedangkan Jesi sesampainya di kamar mandi langsung mencuci wajahnya lalu ia menatap wajahnya dari pantulan cermin "Astaga Jesi tenang lah."Jesi berusaha menenangkan hatinya yg berdebar.

__ADS_1


Sesampai di luar terlihat mobil mario lalu Roy segera memasukan koper mereka ke dalam bagasi dan setelah selesai ia naik namun kali ini ia yg menyetir dan di sampingnya ada istrinya sedangkan mario duduk di tengah walu seperti itu jesi dan mario masih asik berbincang walau berjauhan, dan sesampainya di tempat tujuan Mario segera mesan setelah itu mereka pun ke meja tempat mereka akan memasak nanti lalu perlahan para pelayan mengantar daging yg akan di masak begitu juga dengan minuman dan sebagai menantu yg baik Roy lah yg memasak sedangkan mario dan Jesi sibuk berbicara, "Apa kerjan bapak tidak banyak sehinga bisa ****** jesi dan kak roy??" Mario menjawab "Sebanyak apa pun pekerjan bapak, kalok masalahnya menyangkut kamu dan calon cucu bapak. Bapak pasti akan lebih mengutamakan kalian." Jesi yg mendengar hal itu jadi terharu, seadngkan Roy baru selesai memasak "Dagingnya sudah matang." Jesi yg mendengar hal itu begitu bahagia "Ye, udah matang." Jesi langsung mengambil daging itu dengan sumpit dan ia terlihat sangat bahagia, diam diam Roy melirik pada mario karna peria itu tersenyum ketika anaknya makan,dan malam itu mereka hanya makan di sana dan pada saat pulang mereka tidak kemabali ke rumah langsung karna mereka malam itu berencana menginap di rumah mario.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2