
Setelah Zefano pergi abraham kembali masuk ke kamar dengan prasahaan hati yg tidak sedang baik baik saja namun ketika melihat istrinya yg serang mengganti popok anaknya di atas kasur dan kedua anak itu sudah bangun dan terlihat sangat aktif membuat hati Abraham yg tadi sedang tidak baik seketika berubah bahagia ia tersenyum lalu mendekat pada mereka dan duduk di pinggir ranjang "Apa popok mereka sudah penuh??" Windi mengguk sambil terus tersenyum "Sayanag tadi Zefano datang ngapain??" Abraham menjawab "Ada masalah sedikit tapi aku yakin Zefano bisa mengatasinya." Windi mengguk mengerti, selesai ia memasang popok untuk anak anaknya ia merasa perutnya berbunyi "Sayang bisakah kamu pesan makanan, aku lapar." Abraham mengangguk lalu pergi menelfon resepsionis sedangkan windi pun menyusu kedua anaknya itu "Aduh anak mama ini ateng banget sih. Nanti sore kita berenang di kolam ." Windi membelai rambut anaknya satu persatu karna ia memang tak pernah membedakan mereka dan selalu memberi perhatian yg sama mau itu untuk Farel atau pun Rafayel tak lama abraham yg sudah selesai memesan akhinya ia menghampirinya "Astaga kedua anak papa yg paling ganteng ini, lagi pada mimik sama mamanya."abrham mencubit pipi mereka berdua yg cabi pelan.
__ADS_1
Windi tersenyum lalu menjawan suaminya "Iya dong papa, habisnya selama di pesawat adek sama kakak belum mimik." Abraham lalu mencium anaknya yg sedang menyusu abraham menatap mereka dan tersenyum "Sudah itu, sisahkan buat papa sedikit papa juga mau, masak kalian terus yg dapat jatah." Windi menatap sinis suaminya "Memang yah bapak yg satu ini, buat anak aja gak cukup trus main minta jatah segala. Kalok mau minum susu mending pergi aja beli susu sapi atau susu kedelai itu baru untuk orang gedek." Abraham menatap istrinya "Loh aku juga bapaknya masak bapaknya gak boleh minum juga, harusnya bapaknya itu juga dapat jatah dong gak adil kalok bapaknya gak dapat juga." Windi mencubit pinggang suaminya "Makan ni jatah mu.." abraham merintih sesakitan "Awaw, sakit sayang." Abraham melepas cubitan istrinya lalu ia mengelus pelan tempat istrinya cubit tadi , windi tersenyum puas "Rasain kamu.." abraham menyungutkan bibirnya "Sayang jangan gini dong, masak kamu gak kasian sama suami sediri aku juga mau, lagian kalok asinya kesndat siapa lagi yg kamu suruh pijit kalok bukan aku, jadi aku boleh dong dapat juga." windi menggeleng "Tetap gak boleh, Anak kita itu masih peru asupan untuk perkembangan mereka jadi kamu paham kan." Abraham menggeleng "Aku gak paham,pokoknya titik gak pakek koma nanti malam aku harus dapat jatah juga." Abrham memutuskan untuk merebahkan tubuhnya ke kasur sambil meminkan hpnya sedangkan windi hanya bisa menghela napas pelam memikirkan tingkal laku suaminya itu.
__ADS_1
Tak lama kedua anaknya sudah selesai menyusu lalu windi mebaringkan mereka ke kasur dan abrham pun bermain dengan mereka sedangkan windi sedikit membereskan barang barang mereka tak lama terdengar suara ketukan pintu dan pada saat abrahm buka rupanya seorang petugas hotel yg hanya datang memberi tau kalok makanannya sudah di siapkan di atas meja makan setelah itu ia peri "Sayang makanannya sudah siap..." windi yg dari tadi sudah menahan rasa lapar lantas bangkit dari duduknya "Benarkah, aku mau makan dulu." Ia pun berjalam dari tempatnya lalu mengambil stroller anaknya dan membaringkan mereka di atasnya lalu di dorong ke luar kamar di ikuti abraham lalu mereka pergi ke meja makan dan terlihat berbagai jenis makanan thailand dan windi yg pesaran mulai bertanya pada suaminya "ini apa sayang kayakmya enak??" Abraham menjawab "Kai yang atau gai yang Berbahan dasar ayam utuh yang dibelah dua dan ditumbuk rata bersama bumbu-bumbu khas, gai yang kemudian diolah dengan diasinkan dan kemudian dipanggang di atas api arang untuk waktu yang cukup lama." Windi yg mendengar penjalasan suaminya lantas bertepuk tangan "Kayak ayam bakar yah.." abraham mengangguk "tapi bedanya itu bumbunya ala orang thailand kalok tempat kita kan beda lagi." Windi pun mulai menunjuk yg lainnya "Kalok yg lainnya apa namanya."itu Tom yum goong, sebelahnya kaeng phet, di atasnya guay teow rhua, sebelahnya lagi Kari massaman Tod man pla dan yg unjungnya Nai mong hoy tod dan yg lainya aku kurang tau namanya."
__ADS_1
Di sela makan windi membuka pembicaraan "Roy, bagai mana rasanya mengurus seorang ibu hamil." Roy menghela napas pelan "Sama kayak nona waktu itu tapi yg ini paling ekstrim.." windi mematap bingung roy "Ekstrim kayak mana??" Simon yg menjawab Windi "Masak malam malam Roy menelfon aku untuk minta manga, katanya istrinya ngidam makan mangga yg baru di petik dia atas pohonya langsung dan bahkan is tak mau bawa ke rumah maunya makan di rumah ku jadi malam itu mereka makan di rumah ku untung kakak ku gak terganggu tidurnya." Windi mendengar hal itu tertawa "Benarkah, astaga Roy kamu pasti sangat tersiksa hahaha..." tak lama terdengar zefano lagi berbicara "Bukan haya itu, dia pernah malam membangunkan ku hannya karna istrinya pengen di maskin naik gireng buatan tangan ku padahal aku mana bisa masak tapi di paksakan oleh keadaan dan untuk pertama setelah sekian lama tidak memasak aku memasak nasik goreng untuknya malam itu" Windi semakin tertawa "Hahaha, benarkah roy." Roy hanya mengangguk "Aku sangat tersiksa, tapi kalok sama bapak mertua dia gak pernah minta macam macam itu lah yg membuat ku bingung, kenapa anak ku baiknya sama kakeknya aja bukan sama bapaknya." Mereka pun sama sama tertawa mendengar curahan hati sorang calon ayah yg tersiksa karna istrinya ngidam hal yang tidak masuk akal.
__ADS_1
Bersambung....
__ADS_1