Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 141.Surat


__ADS_3

Setelah sehari kepergian Abraham windi dan kedua orang tua Eli kembali ke Wasington di bandara windi sudah merasa ada yg aneh seperti ada yg mengikutinya dari belakang ia berkali-kali berhenti dan menoleh ke belakang dan Mariam yg melihat hal itu menjadi hawatir "Sayang apa yg terjadi..." windi menggeleng "Maa windi ke kamar mandi sebentar." Wanita peruh baya itu menjawab "Biar mama antar." Windi menggeleng "Windi bisa sediri, mama sama papa tunggu di tempat tunggu saja sambil kita menunggu kedatangan Eli saja dulu." Gadis itu segera pergi dan benar saja ia di ikuti, ia bisa mendengar suara sepatu yg terus mendekatnya namun ia berjalan cepat masuk ke kamar mandi wanita.


Karna tempat yg ia masuki itu tempat wanita jadi peria berbadan kekar dan memakai pakain serba hitan itu tak bisa masuk , pada saat di dalam ia terlihat ketakutan ia bertemu dengan seorang wanita "Can you help me please call the airport police. The man in black outside has been following me since earlier (dapatkah Anda membantu saya, tolong hubungi polisi bandara. Pria berbaju hitam di luar telah mengikutiku sejak tadi)." Wanita  itu menjawab "Okay, but you just hide in the bathroom first. (oke, tapi kamu sembunyi di kamar mandi dulu.)" Windi mengguk lalu bersembunyi di kamar mandi.

__ADS_1


Wanita tadi pada saat keluar ia melihat peria berbadan kekar itu namun pura-pura tak peduli ia perlahan berjalan ketika ia melihat peria itu melirik sekeling lalu diam-diam masuk, gadis itu yg melihat peria berbadan kekar itu masuk karna kebetulan kamar mandi itu sudah kosong langsung berlari dan memangil para polisi bandara dan mereka yg mendapat laporan itu langsung berlari ke kamar mandi wanita dan benar saja peria itu ada, namun ia keluar dari kamar mandi bersama Windi sambik tersenyum melihat para polisi itu di belakang windi di todongkan lah pisau yg kapan saja siap menusuk tubuh windi dari belakang dan gadis itu di paksa terus untuk mengatakan tak ada yg terjadi, windi menurut "Nothing happened I'm fine. (Tidak ada yang terjadi aku baik-baik saja)." Namun para polisi itu takakan percaya begitu saja karan tangan Windi seperti memberi isyarat bawa ia sangat membutuhkan bantuan.


Perlahan polisi itu mendekat pelan namun peria itu malah semakin memundurkan tubuhnya namun para polisi itu tak menyerah "look behind you there is a woman. (lihat di belakangmu ada seorang wanita)." Sontak peria itu menoleh ke belakang dan polisi itu menembak kedua kaki peria itu dan kesempatan itu windi ambil untuk berlari menghampiri polisi tadi dan sisanya langsung menolong windi "are you okay?.(apa kamu gak papa)." Windi menjawab "looks like the tip of the knife had hit my back a little. (sepertinya ujung pisaunya sedikit mengenai punggungku)." Karna kejadian itu banyak orang yg peansaran meliat apa yg terjadi begitu juga deangan Mariam dan Julius, mereka terkejut melihat Windi bersama para polisi  "Astaga sayang apa yg terjadi." Wanita paruh baya itu mendekatainya. Windi menjawab "Maa sepertinya kita perlu ke rumah sakit dulu punggungku sepertinya mengelurkan darah." Mariam segera memeriksa bagian belakang dan benar saja baju gadis itu robek sedikit dan terlihat darah yg menagalir dan membasahi bajunya hingga tembus ke belakang bajunya.

__ADS_1


Windi pun kembali di larikan ke rumah sakit dan untung saja lukanya tak begitu besar namun luka kecik itu sudah membuat banyak darah Windi yg keluar dan kali ini dia kembali di rawat di rumah sakit gadis itu merasa hidupnya begitu sial, selama ini ia hanya terus keluar masuk rumah sakit dan ia merasa tak nyaman, ketika malaikat pencabut nyawa mendekat ia kira ia akan segera di pangil namun rupanya malikat itu hanya bermain main lalu akan kembali menghilang dan Windi terlihat sangat frustasi. Seorang suster masauk untuk memeriksa windi ia memeriksanya sebenatar hinga windi kepikiran dengan surat "Sister... can you lend me a book and your pen?.(suster... bisa pinjamkan aku buku dan penamu?)".


Simon mengambik suarat itu lalu membacanya "Aku pergi, maaf selama ini aku merepotkan kalin dan hanya menjadi beban untuk kalin, aku harap setelah kepergian ku kalian takan merasakan rasanya hawatir. Pada waktunya aku akan kembali , katakan pada suami ku yg tercinta 'I love you, I hope you are okay and in time we will meet again.(Aku mencintaimu, aku harap kamu baik-baik saja dan suatu saat kita akan bertemu lagi.' " dan Simon terlihat Frus tasi membaca surat itu "Sepertinya nona pergi dan kita harus melapor polisi sekarang." Eli yg mendengar hal itu kembali menelfon polisi seadngkan Windi menaiki taxsi di sana dan pengemudi itu pun menayakan di mana windi akan pergi "where do you want to go.(ke mana kamu mau pergi)." Windi menjawab "As far as possible from this hospital. (sejauh mungkin dari rumah sakit ini)." Peria itu menggaguk lalu melajukan mobilnya menjauh sedangkan mereka panik dan menelfon polis serta Simon langsung pergi ke bagian CCTV rumah sakit untuk meriksa.

__ADS_1


Akhirna ia mendapat rekaman pada saat suster keluar dari kamar Windi berapa menit kemudan gadis itu keluar dan berajaln ke tangga darurat dan pada saat ia memeriksa CCTV di tangga darurat namun taka ada karna CCTV di sana masih rusak dan belum di perbaiki  "Jika nona keluar dari pintu depan ia pasti akan berpas-pasan denga Julius dan Mariam, apa mungkin nona melewati parkiran "Simon memeriksa CCTV parkiran dan benar saja terlihat noanya yg tergesah-gesah menarik kopernya dan yg tertangak di CCTV terakhil kali di bagian luar windi yg menaiki sebuah Taxsi dan dari waktunya sepertinya sudah setengah jam setelah kepergian Windi baru mereka sadar dan memeriksa CCTV.


Berasambung....

__ADS_1


__ADS_2