
Tak terasa putra mereka sudah berusia 4 bulan Abraham dan Windi berencana untuk kembali , sebenarnya mereka sudah bisa kembali pada saat anak mereka berusia 3 bulan namun pada saat mereka ke mencoba ke boston mengunakan pesawat dua anaknya itu terlihat tidak nayam dan sangat cerewet selama perjalanan sehingga membuat mereka terpaksa kembali menggunakan mobil karna takut anaknya itu akan malah trauma naik pesawat jadi mereka memutuskan untuk menunggu kedua anknya itu berusia 4 bulan lagi dan benar saja ketika mereka mencoba pergi ke boston untuk keduakailinya kedua anknya itu terlihata tidak banyak tingkah malah mereka terlihat sangat menikamati dan malah tudur selama perjalanan sampai ke sana dan ketika mereka bertanya kepada dokter dan dokter mulai menjelaskan apa yg terjadi pada kedua anaknya ,rupanya pengelihatan kedua anaknya itu mulai berkembang pada usia 3 tahun namun karna mereka masih belum terbiasa jadi ketika mereka pergi saat itu anaknya mulai tak nayaman karna belum terbiasa dalam melihat gambar hitam putih apa lagi di pesawat akan banyak getaran yg membuat mereka tak nayaman namun pada saat mereka berusia 4 bulan mereka sudah mulai terbisa dengan pengelihatan tersebut jadi ketika mereka naik pesawat untuk keduakalinya jadi mereka mulai nayaman .
Siang ini Abraham dan Windi serta kedua anaknya sudah bersiap-siap di bandara karan sebentar lagi pesawat milik Abraham akan selesai mengisi bahan bakar, karna mereka akan berangkat ke bandara teransit dan setelah itu baru mereka akan naik pesawat lain untuk kembali ke tanah air, di ruang tunggu mariam dan Julius tengah sibuk menggendong Rafael dan Farel karna mereka akan berpisah entah kapan mereka akan bertemu lagi, kita tak tau itu sebabnya mereka memanfaatkan momen sebentar ini untuk menggendong kedua anak yg sudah ia anggap cucunya sendiri itu sedangkan Eli tak mau melepas pelukanya dari Windi ia malah meanangus di pelukan gadis cantik itu berbeda denagn Abraham yg terus memaksa Eli melepas peluaknya dari istrinya, Windi berusaha menahan tawanya melihat kedua orang ini ia justru tak masalah Eli memeluknya karan ia sudah menganggap eli sebagi saudaranya sendi. Tak lama terdengar suara yg memangil para penumpang pesawat Abraham untuk masuk ke dalam pesawat dan dengan berat hati Eli melepas pelukanya "Astaga tak ku sangaka akan berpisah dengan mu lama,mungkin aku akan sangat merindukan wanita ku yg paling cantik ini.."Abraham menjawabnya "Dia istri ku."Windi tersenyum pada Eli lalu ia menupuk kepala peria itu yg lebih tinggi darinya namun ia menjijit untuk menggapainya.
__ADS_1
"Tenang saja, Kapan pun kamu dan papa,mama datang ke sana kami akan selalu membuka pintu rumah untuk kalian." Eli tersenyum "Setelah itu kita akan menikah??"Namun sebelum mendapat jawaban Windi ia sudah di tarik Abraham ke arah kedua orang tuanya "Papa mama anak ini berulah lagi tolong cepat kalian carikan istri untuknya biar dia berhenti menggangu istriku."Mariam dan julius hanya bisa menggeleng gelengkan kepala mereka melihat kelakuan dua lelaki ini setelah itu mereka kembali membaringkan kedua anak Abraham ke dalam Stoller lalu Abraham dan Windi pun langsung berpamitan pada orang yg sudah mereka anggap orang tua mereka sendiri itu "Kami pulang dulu,mama dan papa jaga kesehatan baik-baik karna aku sering memperhataikan kalian sering pergi perjalanan bisnis seharusnya seusia kalian ini sudah banyak yg tidak bekerja lagi dan beristirahat dan serahkan saja pekerjaan pada Eli saja." Julius menghela napas pelan "Justru papa takut kalok perusahaan di urus oleh Eli sendiru mungkin merusahan kami akan bangkrut karnanya."Eli menatap sini ayahnya "Papa...."lalu Abraham kembali berbicara "Kamu juga, kurangi lah bermain wanita dan cepatlan menikah ingat usia mu semakin bertambah." Eli menatap sinis lagi Abraham karna memang mereka berdua itu tak pernah cocok, setelah mereka selesai berpamitan mereka pun segera masuk ke dalam pesawat setelah itu pesawat itu pun berangkat dan karna ini pesawat milik Abraham jadi mereka beristirahat di tempat khusus yg memiliki kasur yg memungkinkan untuk mereka berempat beristirahat dan tempat yg pas untuk Windi menyusui kedu anaknya nanti.
Untungnya anak mereka tak terlalu cerewet jadi Abraham cukup tenang dan di usia mereka yg sudah menginjak 4 bulan ini windi sudah mulai memberikan MPASI karna air susu Windi sudah tidak cukup untuk mereka berdua karna dua anak itu sangat kuat menyusu padanya hinga membuat Asinya kurang untuk mereka namun begitu juga dengan perkembangan tubuh mereka cepat membesar dan bisa di pastian dua anak itu mengambil hormon Abraham.
__ADS_1
Dan setelah cukup lama di udara akhirnya mereka sampai di bandara teransit dan mereka kembali menunggu di bandara karna pesawat yg akan mereka pakai sebenatar lagi akan berangkat dan benar saja mereka kembali melanjutkan perjalana dengan fasilitas yg sama yaitu fasailitas kelas 1 yg dimana tidak murah untuk bisa menggunakan fasilitas itu, namun karna Abraham mampu jadi ia memesan fasilitas itu agar anaknya bisa nayaman di dalam pesawat dan mereka sapai di tanah air pada pukul 12 malam dan mereka di sambut Roy dan barang mereka di bawa oleh supir yg sudah menunggu, Windi membuka pembicaran selama perjalanan ke luar dari bandara "Eh Roy kamu datang sendiri Jesi di mana??"Roy menjawab "Jesi sedang istirahat di rumah, aku tak berani membangunkanya takutnya ia masih lelah makanya aku datang sendiri."Windi tersenyum menggoda Roy "Capek ngapain nih jesi.."Seketika wajah Roy memerah "Nona berhenti mengoda saya , saya mengeri apa yg mau nona katakan itu." Tak lama terdengar suara abaraham yg terlihat mendorong stoller "Sudah lah, kalian ini tengah malam ribut." Seketika mereka berdua mulai diam lalu mereka pun sampai di luar lalu abraham dan windi pun segera masuk ke dalam mobil dan di antar oleh Roy kembali ke rumah.
Bersambung.....
__ADS_1