Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 198.Luis


__ADS_3

Pada saat Abraham di bandara tokyo waktu itu ia sibuk melihat-lihat berapa banyak barang yg ia bawa Agar tidak ada yg ketingalan dan ruapnya semuanya lengkap ia mengehela napas pelan "ini kali pertama aku kembali sendiri dan membawa banyak barang begini." Tak lama terdengar panggilan untuk para penumpang untuk menaiki pesawat lalu Abraham segera mengantar semua barang barangnya setelah itu baru ia masuk ke dalam pesawat lalu ia dapat kursi yg berada di pinggir dan di sampingnya di tempati oleh seorang pria yg bisa di lihat dari wajahnya mungkin ia seusia Abraham dan peria itu mulai menyap Abaham "Halo, Salam kenal..." abraham tersenyum padanya "Ya..."peria itu kembali berbicara "Nama ku Luis tamara, Bagai mana dengan kamu."Abraham menjawab "Saya Abraham putra."Seketika peria itu menutup mulutnya dengan tanganya ia seperti tak menyangka "Abarahm putra yg pemilik Samudra Grup kan??" Abraham mengangguk lalu peria itu langsung meraih tangan Abraham dan menggengamnya "Saya salah satu pengemar anda, saya suka ketika anda memberi kata motifasi di tv dan karna kata kata anda saya jadi termotifasi."abrahamĀ  menjawab "Bagus lah jika kata kata saya dapat memotifasi anda."namun senyuman peria itu tadi pun mulai memudar "Tapi setiap saya mencoba membangun usaha selalu saja tidak berjalan dengan baik dan berakhir gulung tikar yg membuat istiri ku meningalkan ku dan anak ku."

__ADS_1


Abraham menepuk bahunya "Hay, jangan memikirkan sebarapa kali kamu gagal itu hanya akan membebani pikiran mu, percayalah pada diri mu sendiri bahwa kamu pasti bisa."Luis tersenyum pada Abraham lalu ia mengangguk lalu Abraham kembali bertanya "Emang sudah berapa kali kamu gagal dalam membangun bisnis mu??"Luis dengan semangat menjawab "Sudah 9 kali."abraham tersenyum "Kalok sudah 9 kali maka percayalah yg ke 10 kamu pasti akan berhasil." Luis mengangguk "Biak saya akan mencoba nanti."Abraham menatap bingung luis "Kok nanti, harusnya kamu jawabnya pasti dong."Luis kembali berbicara "Tapi dananya sudah habis tuan."Abraham menatap bingung luis "Lalu bagai mana kamu bisa naik pesawat kelas bisnis."Luis tersenyum lalu menjawab "Kebetulan saya dapat lotre liburan selama seminggu ke jepang demgan menguankan pesawat kelas bisnis dan penginapan bintang lima, jadi saya hanya datang membawa uang sedikit hanya untuk membeli oleh-oleh untuk ibu ku dan Anak ku."Abraham dapat melihat luis yg tersenyum bahgia ketika menyebut ibu dan Anaknya. lalu ia yg penasaran mulai bertanya "Memang anak mu laki laki atau perempuan??"Peria itu dengan semangat menjawab "Anak ku itu laki-laki, usianya sudah 3 tahun."Abraham yg mendengar hal itu tersenyum.

__ADS_1


"Siapa namanya??"luis kembali menjab "Namanya Satria tamara."Abraham menjawab "Nama yg bagus.."lalu kembali terjadi keheningan di antara mereka lalu mereka mulai di sibukan dengam kesibukan masing masing selama pesawat terbang hinga mereka mendarat di bandara tanah air lalu mereka keluar dari dalam pesawant dan Abraham segera mengirim pesan pada windi kalok dia sudah sampai, tak jauh darinya tiba-tiba terdenar suara teriakan seorang anak yg memanggil ayahnya sontak Abaham menoleh pada arah suara tersebut dan ia melihat seorang anak kecil berusia 3 tahun berlari menghampiri Ayahnya dan ruapnya itu adalah Luis dan sepertinya anak yg ia peluk adalah putranya yg ia sebutkan waktu itu "Suatu saat nanti mungkin aku dan anak-anak ku akan seperti itu."Tiba tiba terdengar suara teriakan dan berselang dari suara itu tiba tiba terdengar sura tembakan yg di ledakan ke atas dan banyak orang yg beralari kearah pintu keluar begitu juga denan Abraham, namun di karnakan suara tembakan itu semakin banyak dan ada sebagin orang tertembak lalu terdengar seuara seorang peria yg berteriak "Jangan bergeral atau kami tembak." sontak orang orang tadi terdiam dan salah satu dari orang itu Adam Luis ia mengalami luka pada lenganya namun ia terlihat sendiri karna di sampingnya tak ada anak itu Abraham pelan pelan menoleh di antara orang-orang tadi dan ia melihat wanita paruh baya yg datang dengan anaknya sama menunduk terdiam seperti dia namun anak itu tak bersamanya Abraham mulai hawatir perlahan ia melihat sekeliling lalu ia menemukan anak itu bersembunyi di salah satu bawah kolong bangku cukup jauh rupanya setelah suara tembakan dan terikan itu anak itu rupanya tertungal oleh ayahnya ketika berlari dan karna tertiangal jadi ia bersembunyi di bawah kolong bangku abraham yg melihat hal itu berinisyatif untuk mendekatnya namun karna orang-orang itu mulai mendekat jadi ia mulai kepikirkan rencana yg baik yg penting semua orang di seni aman ketika ia menjalankan rencananya, cukup lama ia memikirkan rencanya akhinya ia menemukan rencana namun ia perlu mengalihkan orang-orang itu terlebih dahulu jadi ia menunggu ada bantuan yg datang dan benar saja tak lama terdengar suara polisi yg datang menyelinat mereka datang dan baku tembak tak bisa di hindarai para polisi menembak para ******* begitu begitu juga dengan para ******* tersebut namun para ******* itu juga mulai menembak orang orang tadi yg membuat para polisi tadi menghentikan tembakan mereka agar warga yg di sana aman.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2