
Pagi tiba di kota tokyo Roy terbangun dari tidurnya lalu ia menolah pada sampingnya rupanya istrinya masih tidur lalu Roy mulai mencium cium pipinya "Sayang ayo bangun dong katanya mau jalan jalan ke kyoto nanti." Jesi menutup mulit suainya lalu ia perlahan mem buka matanya "Kita nanti aja berangkatnya, aku lagi pengen baring, perut ku rasanya juga gak enak." Roy yg mendengar hal itu terkejut lalu segera duduk dari baringnya "Apa kita perlu ke Rumah sakit??" Jesi menatap suaminya "Gak usah, mungkin ini cuman masuk angin, entar sebuh juga kok." Roy menjawabnya "Mau ku kerokin??" Jesi tersenyum mengoda Roy "Alah nantai kakak curi kesempatan. Gak usah, kakak pesan makanan aja." Roy kembali bertanya "Kamu mau makan apa??" Jesi menjawab "Aku mau udon, susi dan Tempura." Roy mengangguk mengerti lalu ia turun dari ranjang dan meraih sebuah telfon lalu ia mulai menelfon resepsionis sedangkan jesi masih berbaraing sambil berpikiar apa yg terjadi padanya sekarang, gumanya dalam hati 'Kenapa perut ku rasanya gak enak gini yah, apa aku masuk angin tapi perasaan kemarin kami di luar cuman sapai jam 4 sore setelah itu kami pulang dan menonton Filem di hotel, bahkan kami juga menonton di kasur sambil mengunakan Selimut dan bahkan AC masih normal. Tapi kenapa pagi ini gak enak banget perut ku."
__ADS_1
Tak lama setelah memesan tiba-tiba pintu kamar mereka di ketuk lalu Roy segera membuka pintu lalu sorang pelayan masuk lalu menyedikan makanan tadi di atas meja makan setelah itu ia pamit pergi, Roy segera duduk di kursi "Sayang makanya udah sampai ayo kita makan sebelum makananya nanti dingin." Jesi yg mendengar hal itu lantas segera bangkit dari baringnya lalu menghampiri suaminya dan duduk di sampingnya "Loh kok banyak amat makananya??" Roy tersenyum "Aku sengaja memesan banyak, karna aku perhatikan berapa hari ini kamu kuat makan."Jesi menolah pada suaminya "Tapi bukanya harga makana di hotel itu mahal kan??" Roy membelai rambut Jesi "Tenang saja, karna selama satu minggu lebih kita di seni untuk hotel, dan pesawat kita tuan Abraham yg bayar, katanya sebagai hadiang perniahan."Jesi yg mendengar hal itu sangat terkejut "Wah benar kah.." roy mengangguk lalu menjawab "Sekarang makan lah, jadi kamu tak perlu hawatir." Jesi pun segera memakan makananya dan Roy yg melihat hal itu menjadi senang lalu ia juga mulai memakan makananya dan yg paling banyak makan adalah Jesi dan setelah makan mereka segera mandi dan bersiap-siap setelah itu mereka pun segera pergi ke setasiun kereta.
__ADS_1
Dan mereka pertama-tama mengunjungi Kuil Fushimi inari Taisha dan berfoto di sana tepatnya di Senbon Torio yg berwarna merah memanjang yg berada di dekat kuil dari situ Jesi sebenarnya sudah merasa sangat lelah namun perasaan lelah itu seketika menghilang ketika ia merasan hembusan agin yg begitu sejuk apa lagi banyak pohon yg indah berjejer di sekitar kuil dan setelah dari situ kini mereka pergi ke Arashiyama dan mereka melewati pohon bambu yg rindang dan Jesi memanfatakan momen itu untuk mengambil gambar lagi dan ia terlihat sangat bahagia dan mulai dari sini ia kembali merasa lelah namun karna sebenatar lagi akan sore jadi ia memaksakan diri agar bisa mendapat gambar yg lebih indah lagi dan waktu pun mulai berlalu setelah dari Arashiyama mereka pergi ke sebuah tempat makan lalu memesan Omurice dan pada saat mereka makan memang perut jesi masih baik-baik saja dan setelan makan jesi merasa ada yg keluar dari area sensitifnya "Sayang, aku ke kamar madi dulu yah." Jesi memutuskan untuk pergi ke kamar madi sebentar dan ia pun duduk di keloset dan pada saat ia periksa rupanya ada bercak darah "Haha, darah apa mungkin aku lagi datang bulan." Namun tiba-tiba ia merasa perunta terasa sakit.
__ADS_1
Sesampai di rumah sakit Jesi langsung di tangani oleh dokter dan untungnya tak terlalu lama setelah itu ia pun mulai di tanya banyak hal dan yg membantu untuk menterjemakan adalah Roy dan dokter itu sudah dapat diaknosa apa yg di alami jesi jadi ia pun muli menjelaskan pada roy , dan roy yg mendengar hal itu terkejut hingga membuatnya membeku terdiam mendengar perkataan dokter tadi dan setelah dokter itu selesai menjelaskan akhirnya Roy memberanikan untuk bertanya dan dokter itu pun menjawab sedangkan jesi ia sama sekali tak mengeri apa yg di bicarakan suaminya dan dokter itu dan tak lama kemudin dokter itu pun pamit untuk pergi sedangkan Jesi yg penasaran mulai bertanya "Sayang apa yg di katan dokter tadi, dan apa yg kalin bicarakan." Pada saat roy menoleh pada Jesi matanya berkaca kaca dan langsung menghampiri gadis itu lalu memeluknya "Syukurlah dia baik baik saja.." jesi mulai bingung apa yg di maksud suaminya "Apa maksud kakak jesi gak ngerti." Roy melepas pelukanya lalu menatap wajah itrinya dengan mata yg masih berkaca kaca "Jadi dokter itu memberitau kalok darah yg keluar itu bukan darah datang bulan.." jesi semakian pesaran "Lalu darah apa??" Roy menjawab "Darah itu keluar karna kamu mengalami keguguran." Jesi yg mendengar hal itu terdiam ia tak menyangka perutnya yg masih rata ini rupanya sudah memiliki isi tanpa ia sadari sama sekali dan bahkan ia akan kehilanganya. Untungnya mereka segera ke rumah sakit dan ia mendapat penanganan gadis itu menangis "Bagai mana anak kita kakak hik.., apa dia baik baik saja hik..." roy mengangguk lalu memegang perut jesi "Ya, dia baik baik saja di sini." Lalu Roy pun segera memeluk istrinya itu.
__ADS_1
Berambung....
__ADS_1