
Pagi pun tiba Rudi terbangun dari tidurnya, tak lama kemudian terdengar pesan masuk dari hpnya, dan pada saat ia buka hpnya terlihat Walpeper hpnya fotonya bersama Jesi pada saat di taman hiburan,"Jesi...Jesi kamu masih cantik seperti dulu." Rudi tersenyum lalu menatap sekelilinya, ia melihat foto foto Jesi yg ia ambil dari SMA sampai sekarang , memenuhi dinding kamar ,"Sedikit lagi, kamu akan menjadi milik ku."
××××××
Di rumah Abraham ,terlihat para pembantu di sana tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi karna hari ini Abraham ada rapat, di kamar tamu Roy yg baru bangun dari tidurnya mendengar suara ketukan di luar, ia segera membukakan pintu, "Selamapt pagi nak Roy." Bik ijah menarik sebuah Double Rod Rack
__ADS_1
yg berisi banyak jas yg di gantung lengkap dengan seluruh peralatanya, "Nona Windi meminta anda untuk memilih salah satu pakaian ini untuk di gunakan, karna tidak mungkin nak Roy pulang kerumah."
Roy tersenyum, "Terima kasih Bik." Roy menarik Double Rod Rack tadi masuk, lalu bik Ijah segera kembali pergi meninggalkan kamar tersebut , Roy segera pergi mandi 30 menit kemudian ia keluar lalu memilih pakian tadi, "Sepertinya ini jas tuan Abraham, apa tidak papa aku menggunakanya." Setelah cukup lama berpikir akhirnya ia menggnukanya, karna tidak mau telat ke kantor sebab ada rapat penting hari ini.
Abraham berusaha meredam amarahnya dengan memcoba menarik napas perlahan , tak lama kemuduan pintu lift terbuka dan memperlihatkan Roy yg sudah rapi menggunkan Jasnya, Abraham yg melihat dari jauh Jas yg di kenakan Roy ia kembali kesal, "Sayang , bukanya Jas yg di paki Roy itu yg kamu belikan untuk ku kan waktu itu??" Windi mengangguk, " Tapi kenapa bisa dia memakainya??" Windi dengan santai menjawab, "Aku meminjamkan baju mu padanya, karna hari ini ada rapat , dari pada dia pulang memperlambat keberangkatan klian, jadi aku pinjamkan."
__ADS_1
Abraham menatap istrinya dengan serius, "Bukanya kamu membelinya untuk ku, lalu kenapa kamu brikan pada dia, seharusnya aku yg pertama mengunakanya bukan peria lain." Windi dengan santai menjawab, "Lagian baju-baju yg aku beli kamu sama sekali tidak mau menggunkanya, dan dari pada bajunya nganggur mending di kasih orang, ada gunanaya kan." Abraham menjawab, "Itu karna aku berencana menggunkanya pada sata acara penting."
"Laian kali jelasain gini dulu lo, biar gak salah sangka, tapi tetap aja gak papa Roy pakai, lagian jas yg ku beli untuk mu bukan satu itu aja bukan." Abraham menatp istrinya, "Tapi tetapa ja sayang.." Windi menatap suaminya seperti tatapan memohon, Abraham yg melihat hal itu menjadi tersentuh , guma Abraham dalam hati 'Gila, walaupun sudah hamil keimutanya selalu bisa meluluhkan hati ku.' .Abraham pun pasrah, "Biak lah, untuk kali ini saja, aku bolehkan." Windi bahagia mendengar jawaban suaminya , sedangkan Roy yg baru sampai karna tadi ia ke dapur sebentar untuk menggambil minuman, dan pada saat sampai melihat dua orang yg tengah duduk di mejama makan itu tersenyum melihatnya, ia sempat kebingungan namun ia menepis rasa binggunya dan mencoba fokus.
Bersambung.....
__ADS_1