
Windi keluar dari lift dengan pakaian yg rapi dan segera menuju depan rumag, dan di depan rumah tak sengaja ia bertemu Andra koki baru bekerja di tempat mereka,"Nona, akhirnya saya bertemu anda".
"Ada perlu apa yah??".
"Saya mau izin nona".
"Mau izin ke mana??".
"Mau izin ke Kafe xxxxxxx".
"Untuk apa ke sana???".
"Kebetulan adik perempuan saya bekerja di sana".
"Adik yg mana, perasan kata teman saya para pekerja di kafe suaminya kebanyakan pria, dan bahkan sama sekali tidak ada wanita.",
Guma Andra dalam hati 'Astaga bagai mana ini,apa yg harus ku katakan.'
"Andra, kok malah bengong sih".
__ADS_1
"Oh, adik saya itu pekerja baru di sana nona".
"Oh, kalok gitu ikut saya aja,kebetulan saya ingin bertemu teman saya di sana",Guma Anda kembali 'Untung dia tidak curiga.'.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan duduk berseblahan di kursi tengah 1 Bodyguard Windi sebagai supir dan yg duanya duduk kursi belakang. Di perjalanan, setelah agak lumaian juh dari rumah dengan cepat andra menodongkan pistol yg dia bawa pada kepala Windi yg mebuat mobil terhenti dan, 2 Bodygart yg di belakang ikut menodongkan senjata mereka pada Andra, Windi yg awalnya terdiam kini ketakutan setelah dia di todong,"Jatuhkan senjata kalian, jika tidak,saya akan menembak nona kalian".Ia pun menarik platuk pistonya, Sontak kedua pria tadi menjatuhkan pistol mereka, Sontak Bodyguard yg di depan mencari-cari pistolnya ,ternyata tidak ada,"Apa yg kamu cari,barang mu sudah ku ambil,Sekarang aku mau kamu putar balik dan ke Jalan xxxxxxx,jika tidak nona mu..".
"Baik, akan ku lakaukan",Bodyguard itu pun memutarbailikan mobilnya ke Jalan xxxxxxx.
Sesampai di sana, Andra turun dengan menyeret paksa Windi dengan pistol yg masih di tidongkan,Tutup pintunya dan pergi".
"Tidak akan",Dua Bodyguard tadi turun dengan membawa pistol mereka lalu menodongkanya pada Andra,tiba-tiba dari jauh seorang penembak Jitu telah menembakan dua tembakan dan mengenai kedua Bodyguard hingga tewas,Sontak Windi yg melihat hal itu berteriak dan menangis histeris,"Apa yg kamu lakukan,mereka tidak bersalah, kenapa mereka yg harus mati, hik..!!!".
Windi semakin bertwriak dan menangis histeris, tiba-tiba sebuah pukulan pada lehernya yg membuat dia seketika pingsan.
Setelah itu sebuah mobil datang, mobil itu bertugas mengantarkan Windi ke sebuah dermaga yg sudah kosong untuk di berikan kepada Brayen, dan sedangkan yg satunya lagi bertugas membersihkan tempat kejadian atau menghilangkan bukti-bukti dengan cara, memasukan ke dua mayat itu ke dalam mobil lalu di jatuhkan ke jurang, agar orang mengira ini adalah uji coba bunih diri yg di lakukan oleh salah satu Bodyguard.
Abraham pulang dan di rumah begitu ribut dan rusuh,"Ada apa ini??".
"Tuan, apa anda tidak melihat di berita barusan ,ada sebuah mobil yg terbakar di sebuah jurang dan di dalam mobil tersebut mayatnya sudah tidak dapat di identifikasi karna mayayatnya sudah gosong."
__ADS_1
"Kasihan sekali, Oh iya Bik Ijah dimana istri ku, apa dia sudah pulang,aku sangat merindukanya".
"Katanya nona pergi menginap di rumah temanya".
"Siapa bilang, Malam ini kami kan ke Inggris".
"Apa??".
"Siapa yg bilang pada mu"
"Andra tuan".
"Apa....".
"Tuan, bukanya plak di mobil ini adalah plak mobil kita yah tuan".
"Apa",Abraham segera mengambil hp tadi lalu melihat plak mobil tersebut, melihat hal itu membuat Abraham begitu syok dan tak bisa berkata kata lagi,Pandanganya mulai buram dan kepalanya mulai pusian dan jatuh pingsan.
Bersambung.....
__ADS_1