Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 160.Mencintai dengan sepenuh hati


__ADS_3

Windi dan kedua orangtuanya kini sedang ada di rung tamu dan Windi mulai menceritakan tentang Abraham dan Kedua orang tuanya terlebih kepada ayahnya, seprti orang tua yg baik mereka mendengar cerita putrinya yg terlihat sangat gembir menceritakan masa lalunya "Apakah dia sebegitu baiknya pada mu??" Windi mengguk "Walau kami pernah bertengkar sangat parah tapi aku yakin ia memukul ku waktu itu karna aku terus memancing emosinya, usia ku yg belum matang secara emosi mudah sakit hati, apa lagi aku bicaranya suka main keluar saja tak pedulu apa yg ada di hati suami ku, aku seperti seorang istri yg gagal." Ibunya yg mendengar hal itu langsung memeluk Windi yg tiba-tiba berubah sedih "Kamu tidak gagal putri ku, hanya saja kehidupan pernikahan memang seperti itu karan menikah bukan hanya menyatukan dua orang tapi menikah juga menyatukan dua orang yg memilikai kepribadian yg berbeda dan saling melengkapi." Windi lalu memeluk ibunya .


Ayahnya yg melihat hal itu ikut memeluk putrinya "Walau kita terpisah tapi perasaan kita akan terus terhubung satu sama lain." Windi tiba-tiba mengis mendengar perkataan ayahnya "Sudah lah jangan menagus lagi puti mama sudah besar dan sudah saatnya kamu kembali, karna ini belum waktu mu." Windi menggeleng "Aku masih ingin bersama kalain." Ibu windi menangis begitu juga dengan ayahnya "Jika memang waktu mu sudah tiba kita akan bertemu lagi, untuk sekarang kembali lah putri ku orang-orang baik itu sedang menunggu mu." Dan ayahnya kembali melanjutkan perkataan ibunya "Putri Bapak yg paling cantik takan kesepian lagi, banyak orang yg ada di samping mu yg akan menyemangati mu dan mencintai mu dengan sepenuh hati ." Seketika bentuk Tubuh Windi berubah seperti semula dan jiwanya di tarik paksa, pada saat jiwanya sudah masuk ke dalam tubuhnya ia tersentak dan Abraham yg saat itu sedang di sampinya sontak tekejut ia berlari ke luar untuk memangil dokter.

__ADS_1


Windi membuka matanya, ia tak kuasa menahan tangisnya, seorang dokter dan suster masuk di ikuti Abraham mereka terkejut melihat Windi yg menangis sedangkan Abraham yg melihat hal itu langsung mendekat pada istrinya lalu memeluknya ia tak kuasa menahan tangisnya karna ia bahagia istrinya akhirnya sadar dari komanya "Syukurlah kamu tak pergi mengingalkan ku sendiri..." dalam ruangan itu penuh dengan suara tangis bukan hanya tangis Abraham tapi para dokter dan perawat itu juga karna berapa hari yg lalu dua orang yg mengalami koma bersama Windi satu persatu menghebuskan napas terakhir mereka dan bahkan Dokter memprkirakan Windi mungkin akan menyusul mereka dan Abraham yg mendengar hal itu sangat frustasi dan berpikir jika Istrinya samapi tiada maka ia akan menyusulnya karna rasa tak ingin kehilangan di hatinya sangat besar yg membutnya akan melakukan apa pun yg penting bisa bersama istrinya.


Akhirnya tangis Abraham dapat berherhenti dan kini ia terus menatap wajah istrinya sambil terus memegang tanya yg kini sudah kembali hangat seprti dulu dan doket pun memeriksanya sebentar dan kondisinya sudah kembali setabil dan ia hanya perlu istirahat untuk mengembalikan stamiananya lagi setelah itu mereka pergi, tak lama kemudian pintu terbuka dan memperlihatkan "Mariam, julius , Eli dan Simon mereka masuk dan mendekat pada Windi, mariam memeluk Windi "Syukurlah kamu sudah sadar putri ku.."wanita itu menangis di pelukanya sedangkan Julis terus membelai rambut Windi "Apa kamu tau, sudah satu mingu lebih ini kami terus menunggu mu dan menati kamu bangun lagi." Terliht dari mata pria paruh baya itu yg berkaca-kaca sedangkan Simon dan Eli mereka mengis bahkan mereka tak sangup untuk betakata-kata karana mereka begitu sangat bahagia dan Windi mengerti orang-orang baik maksud ibunya adalah mereka yg selalu menghawatirnya dan selalu ada untuknya, windi kembali mengis ia tak menyangka hidupnya yg penuh cobaan ini membuatnya dapat mengenal banyak orang baik yg sealau menyematinya, menjaganya dan mencintainya dengan sepenuh hati.

__ADS_1


Tak lama makanan Abraham datang dan peria itu segera mengambilnya dan makan di Sova sedangkan Windi memutuskan untuk tidur agar tenaganya cepat pulih dan ia bisa kembali menggendong buahatinya, Abraham mulai menikmati makananya ia bersyukur kali ini ia bisa kembali makan dengan baik dan ia tak perku lagi berusaha keras lagi, ia menatap istrinya dari jauh yg terlihat sudah menutup matanya untuk tidur, dalam lubuk hatinya yg terdalam 'Sykurlan Tuhan masih memberi kesempatan pada ku untuk melihat mu lagi, aku akan selalu menjaga mu jika pun harus nyawa ku menjadi taruhanya itu takan masalah.' Abraham menunduk lalu kembali menikmati makananya tanpa ia sadari sebuah pesan masuk di hpnya namaun nomor yg tak di kenal dan isi pesan tersebut adalah 'Sayang, Aku tau kamau sekarang ada di wasington kebetulan sekali aku mendengar kabar tentang istri mu aku sedih karnanya, jadi datang lah nanti ke hotel xxxxxx aku akan menghibur mu.'


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2