
Setelah dari kantornya abraham dan Roy menuju butik tempat biasa ia pergi itu dan ia kenemui pemilik butik tersebut yg merupakan seorang peria, abraham memasuki butik tersebut dan ia menemukan pemilik butik itu tengah berdiri di depan dua orang wanita sambil terus memarahi mereka, lalu Abraham menghampiri mereka "Apakah mereka yg telah menghina istri ku!!." Pemilik butik itu sontak menoleh ke belakang "Tuan abraham." Ia mendekati abraham "Tuan maafkan kariawan saya, dan untuk masalah ini saya akan bersikap tegas lagi pada mereka. Tapi saya mohon jangan berhenti menjadi pelanggan setia butik saya." Abraham tanpa ekspresi menjawabnya "Ternyata kamu masih egois juga, memangnya siapa wanita ini sehingga kamu hanya menegaskan mereka saja, apa kah karna salah satu wanita itu adalah simpanan mu itu sebabnya kamu membelanya.." seketika pemilik butik tak bisa berkata kata dan wajahnya berubah pucat, abraham melanjutkan perkataanya "Saya tau kalian tak mengenal istri saya, tapi dengan perkataan kalian itu sangat tidak sopan jangan hanya melihat seorang dari pakayan mereka apa kalian tak bisa berkaca diri, apa kalian kira saat ini kalian memakai pakayan mahal!!"seketika mereka terdiam abraham kembali berbicara "kalian kira saya akan diam dalam masah ini, menghina istri saya sama saja dengan menghina saya dan kalian berhak mendapat balasannya, dan oleh karna itu selurih saham butik ini sudah saya beli." Pemilik butik terkejut.
__ADS_1
Abraham berbicra "Masuk.." tak lama seorang wanita masuk bersama Roy rupanya istri pemilik butik "Tak ku sangka, sudah 12 tahun aku selalu bersama mu dan membangun bisnis ini dari 0 bersama sama ku kira kamu takan menghiyanati ku tapi rupanya kamu diam diam bermain di belakang ku." Wanita itu menangis dan Roy yg melihat hal itu menjadi kasian , sedangkan pemilkik butik itu berusaha mendekat pada istrinya "Sayang ini tidak seperti yg kamu bayangkan." Pada saat ia akan mendekat istrinya mendorongnya "Aku akan mengurus surt cerai kita dan untuk hak asuh anak aku yg akan mengurus anak anak dan seluruh saham milik butik ini aku jual pada tuan abraham putra." Peria itu terkejut "Sayang, apa maksud mu kamu menjulnya." Wanita itu tersenyum kecut "Apa peduli lagi aku dengan bisnis ini, lagi pula kita akan berpisah dan untuk hasilnya aku akan memberikan pada mu 40 persen sisanya untuk ku dan anak anak." Peria itu menggeleng "Tidak, kita gak takan berpisah dan butik ini takan di jual bagai mana dengan cabang yg lain??" Wanita itu tersenyum "Aku sudah lelah dengan mu dan pisah adalah jalan yg tepat, bukankah butik ini suadah saya jual begitu juga dengan yg lain dan yg memiliki butik ini adalah tuan abraham." Pemilik butik itu menoleh pada abarahm dan peria itu terlihat santai saja dan pada akhirnya ia menyerah mungkin ini semua kesalahannya dan dampak dari semua dosa yg telah ia lakukan "Baiklah jika itu mau mu."
__ADS_1
Tak lana terdengar suara wanita dari belakanya "Apa, apa kamu akan membiarkan begitu saja butik yg sudah kamu bangun daru 0 ini." Sontak pemilik butik itu menolah ke belakang "Ini keputusan ku dan istri jadi lebih baik kamu diam." Wanita itu menjadi kesal sedangkan abraham langsung pamit pulang "Kalok begutu saya permisi, dan untuk uangnya akan Roy kirimkan nominal sesui dengan kesepakatan kita." Wanita itu mengangguk lalu abraham pun pergi dari hadapan mereka di ikuti Roy dan istri pemilik butik. Setelah dari situ Roy mengantar abraham kembali ke mansion dan sesampai di sana abraham segera masuk dan ia yg awal marah kini amarahnya seketika menghilang ketika tau istrinya menunggunya bersama anak anaknya, "Aku pulang..."windi menghampirinya dan langsung memeluknya "Selamat datang sayang." Abraham mengecup kening istrinya setelah itu windi melepas pelukanya ia pun memembantu suaminya melepas jasnya lalu windi membawanya sedangkan abraham menghampiri putanya yg tidur di atas stroller lalu mencium mereka setelah itu ia mendorong stroller mereka menuju meja makan.
__ADS_1
Abraham sadar istrinya pasti juga sedang bimbang "Sayang aku memberikan ini untuk mu dan apa yg mau kamu lakukan itu juga semua hak mu, mau kamu jual lagi aku tak masalah." Windi pun mulai berpikir sejenak sedangkan abraham ia mulai makan akhirnya windi mengambil keputusan"Bagai mana kita ubah saja jadi tempat makan tapi aku belum bisa mengurusnya karan masalahnya aku masih harus mengurus anak anak, kamu juga tau kalok kita rencan mau program anak ke dua." Abraham mengangguk mengerti "Baiklah akan aku suruh orang memperbikinya dan menjalankanya untuk mu sampai anak anak besar." Windi tersenyum "Maksaih sayang, maaf aku gak bisa mengurusnya dan merepotkan mu lagi." Abraham tersenyum "Kamu tidak merepotkan ku sama sekali, apa yg kamu katakan tadi juga gak salah lagi pula kita juga sedang ada rencana untuk punya anak lagi, jadi mungkin lebih baik fokus aja kesitu dulu." Windi mengangguk lalu melanjutkan makanya tak lama setelah makan mereka kembali ke kamar dan windi lebih dulu membaringkan anak anaknya ke atas kasur sedangkan abraham terlihat melepas kemejanya sambil masuk ke kamar mandi sedangkan windi ia merebahkan tubuhnya di atas kasur lalu langsung tidur tak lama abraham keluar dari kamar dan ia menemukan istrinya yg sudah tidur di sebelah anaknya ia tersenyum lalu menghampiri mereka "Selamat tidur istri ku tercinta." lalu ia mengecup keningnya dan di susul ia juga mencium kening anaknya baru ia pergi mengganti pakiannya.
__ADS_1
Bersambung...
__ADS_1