
Windi terbangun dari tidurnya dan tersadar dirinya sudah di dalam kamar ,Windi mengucek ngucek matanya,"Masih di kamar", Windi mencoba mencubit pipinya namun masih tetap sama yg terlihat yaitu kamar mereka Windi mencari hpnya namun tidak ada sama sekali,"Di mana hp ku yah".
Windi turun dari ranjang dan memutuskan untuk ke luar, pada saat di bukanya pintu tiba-tiba ia terkejut melihat seorang pria di depan kamar yg membuat dia mengelus dadanya pelan,"Hampis saja jantung ku copot".
"Kamu lapar??".Windi masih berusaha mengatur napasnya agar jantung tidak berdebar lagi,"Kamu haus?".Windi mengiyakan pada Abraham,"Kalok gitu, ayok kita turun".
"Tunggu dulu,sayang di mana kotak yg ku bawa dari Jepang tadi??".
"Ada di meja bawah".
"Oke, ayo kita turun".Windi dan Abraham turun ke lantai 2 menggunakan lift, sesampai di sana Windi segera mengambil gunting di dapur sedangkan Abraham hanya duduk di kursi sambil menuangkan air untuk Windi ,Ia pun membuka 3 kardus yg ia bawa,Kebetulan Kristin lewat dan di cegat Windi,"Kristin panggilin semua orang yg bekerja di rumah dong".
__ADS_1
Kristin mengiyakan lalu memangil mereka berkumpul di tempat Windi, Di rumah Abraham terdapat 2 orang Satpam, 8 orang Pembantu,1 orang Sopir dan 12 Bodyguard yg menjaga di sekeliling rumah,Windi membagikan kaus pada mereka dan makanan ringan lainnya dan aksesoris,
"Maaf yah, kalok oleh oleh yg aku kasih gak mahal, tapi aku kasihnya dengan sepenuh hati ku kok".
Mereka menatap satu sama lain, hinga seorang dari mereka berani angkat bicara, "Gak papa kok nona,di kasih hadiah dari nona aja udah buat kami bahagia, karna kami juga jarang-jarang di kasih hadiah begini".
"Syukur lah kalian suka,kalian boleh kembali ke perkerjaan masing-masing".Mereka berterimakasih pada Windi lalau kembali bekerja, sedangkan Abraham yg melihat itu tersenyum bahagia,Windi berbalik lalau duduk di samping Abraham dan meminum air yg Abraham tungkan,"Oh ,jadi kardus banyak banyak itu isinya oleh-oleh buat pembantu, trus oleh-oleh ku mana??".
"Orang kamu juga ikut ke Jepang ,masak minta oleh-oleh".
Windi melihat di dalam kotak terdapat lipstik yg ia beli di supermarket jepang,Windi menggunkan lipstik itu lalu
__ADS_1
'Cup'
Windi mengecup bibir Abraham,
Abraham terdiam lalu Windi melepas kecupanya,"Udah rasa kan hadiah dari Jepangnya",Pada saat Windi berdiri dan akan pergi, di tahan Abraham lalau di tariknya hinga bibir mereka kembali menempel lalu ******* bibir Windi,ia terkejut Tak lama kemudian ia mulai menikmatinya, pada saat Windi mulai kehabisan napan lalu di pukul nya dada bidang suaminya.
Abraham yg mengerti menyudahkan ciuman panas mereka,Ia menatap Windi dan tersenyum,"Hadiahnya enak",Sontak wajah Windi memerah "Ka..ka mu".Abraham kembali mengecup bibir Windi sebentar lalu ia kembali berbicara, "Ayok kita makan ke luar",Abraham beranjak dari duduknya dan menuju lift,Windi mengikuti abraham dengan wajah yg di tutup dengan kedua tanganya,Sesampai di lift Abraham melihat Windi yg masih menutup wajahnya,"Sayang, kamu aneh kok mukaknya di tup terus".
Abraham menarik kedua tangan Windi, dan terlihat wajah Windi yg memerah.
"Kalok begini kamu keliatan cantik jadinya",
__ADS_1
Wajah Windi begitu merah dan raut wajahnya malu-malu,Abraham hanya bisa menahan tawanya.
Bersambung...