
Di satu siang di taman Robert seperti biasa menungu Windi dan isabel, Namun hari ini ia tak sendiri ia di temani oleh seorang peria yg terlihat sangat dingin dan mengunakan masker, Terlihat dari jauh isabel dan Windi tengah berlari sambil menghampiri Robet dengan tangan kanan Windi yg membawa kantung kresek hitam.
"Apa yg kali ini kamu bawa??" Windi tersenyum lalu menyodorkan keresek tersebut sambil tersenyum "Ini kue dadar gulung buatan ku dan mama ku". Robet begitu bahagia pada saat menerimanya dan pada saat di buka "Lalu yg hitam ini apa??" Robet mengankat sebuah makanan yg berbentuk balok namun sudah di bungkus dengan pelastik "Klok itu namnya Dodol, itu oleh oleh dari kakek Isabel di Garut".
"Waaaa,makadih yah. Oh iya aku mau kenalin kalian sama orang ini" Robet langsung merangkul seorang peria yg duduk di sampinya. Karna kesal lelaki tadi pun melepas rangnkula Robet "Aku ikut kamu ke taman untuk menengkan diri, bukan untuk memperkenalkan diri pada bocah yg masih bau bawang ini...".
__ADS_1
Isabel yg krsal "Kamu gak bau bawang, kami juga datang ke sini Mandi jadi jagan menghina kami bau bawang!!!!" Robet yg merasa suasana jadi semakin cangung "Udah udah, Kakak jangan ngomong gitu ke teman Robet.." peria tadi tertawa"Hah teman!!,Orang miskin itu tidak seharusnya menjadi teman, mereka lebih pantas di sebut Budak."
Isabel yg kesal "Apa apa aan kakak ini, mentang mentang orang kaya gayanya luar biasa.." lelaki tadi menatap dingin Isanel "Aku pantas saja menyombongkan diri ,itu karna aku adalah pewaris Bakti Grup.."
Peria tadi melepas maskernya lalu menendang Isabel hinga terjatuh. Isabel yg terjatuh sontak menangis Robet yg melihat hal itu sontak menarik kerah baju kakaknya itu dan menatapnya dengan mata penuh amarah "BERANI SEKALI KAU MENENDANG TEMAN KU!!!, KAMU KIRA AKU TAKUT UNTUK MEMENGAL KEPALA MU WALAU KU KEMBARAN KU!!!"
__ADS_1
"BAJINGAN KAU ROBI!!!!" Robet langsung menghajar wajah Robi hinga darah keluar dari dalam mulutnya. "Memang pantas papa gak pernah menyayangi mu karna kamu selalu menutupi sifat buruk mu dan selalu berperilaku baik pada orang lain."
Robet yg dudah terbawa emosi terus menghajar Robi hinga darah yg keluar dari mulut kakaknya itu tak hentinya kelura, karna sudah puas menghajar kini ia menghempaskan Robi ke tanah lalu kembali menendangnya. Namun kali ini berbedia ia tiba tiba tertawa keras sambil terus menendang kakanya itu.
Tanpa ia sadari orang orang yg melihat hal itu terkejut dan langsung melerai mereka setelah berhasil di lerai Robi yg terluka langsung segera di bantu berdiri untuk di bawa ke rumah sakit, tanpa orang orang sadari dan yg sadar hanya Windi dan Robet yg memperhatikan bibir Robi.
__ADS_1
Saat orang lain sibuk sana sini dan tidak memperhatikan Robi tersenyum setelah itu ambulan datang lalu membawa Robi ke klinik terdekat. Sedangkan Robet di bawa ke kantor polosi ia sempat melirik Isabel dan Windi, Tatapam Isabel padanya terlihat ketakuan dan hanya Windi yg melihatnya dengan penuh hawatir,Guma Robet 'Sepertinya aku kehilangan teman lagi, apakah memang takdir peria bajingan seperti ku,yg hanya ada istilah musuh tidak ada teman.'
Bersambung....