Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 39.Kembali sadar


__ADS_3

Windi terbangun ternyata dia sudah berada di sebuah kamar, ia merasa lehernya begitu sakit lalu tiba-tiba ia menggingat peristiwa tadi pagi, Sontak dia keluar dari kamar lalu segera turun ke bawah,"Windi ku sayang, sudah bangun",Brayen segera berdiri dari duduknya, Sontak Windi begitu syok melihat Brayen  yg berdiri di hadapanya, sepertinya sedang berbicara dengan Jordi,"Apa mau mu,kenapa kamu menculik ku".


"Tenang sayang ,mari kita bicara baik-baik".


"Bro, kalok gitu aku pulang dulu".


"Oh iya,terima kasih bantunya kawan".


Jordi sempat menatap Windi sebentar lalu mengeluarkan senyuman jahatnya lalu pergi, ia membawa 2 koper besar ,Brayen mencoba mendekati Windi,"Jangan mendekat..",Brayen tidak perduli ia tetap mendekat lalu memeluk Windi,"Di sini, kita berdua akan bersama dan hidup bahagia dengan anak-anak kita",Sontak Windi mendorong tubuh Berayen dengan kasar,"Dasar gila,aku tidak akan sudi menjadi istri b@jìńğ@n".


"Sayang, sepertinya kamu perlu istirahat, kasian anak kita yg di kandungan".

__ADS_1


"Diam kamu ,sudah ku katakan anak ini bukan anak mu, Anak ini adalah anak ku dan Abraham dan bukan anak mu."


"Sayang ,berhenti bergurau sekarang kamu perlu istirahat !!!!!".


"Gak,aku gak mau istirahat lebih baik aku mati dari pada harus hidup selamanya dengan mu".Brayen yg mulai kesal menarik paksa Windi ke lantai dua dan menghempaskan dia masuk ke dalam kamar, lalu menguncinya, "Buka pintunya!!!",Windu berusaha membuka pintunya namun tidak bisa,"Sayang, labih baik kamu di dalam kamar dan merenungkan kesalahan mu".


"Gak, buka pintunya!!!!",Brayen tidak mempedulikan Windi, ia segera turun dan kembali ke kamarnya di lantai satu,


Abraham sadar dia sudah ada di dalam kamar dengan tangan yg sudah di infus,Tiba-tiba ia teringat Windi yg membutanya seketika melepas paksa infus tersebuat lalu berjalan dengan sempoyongan ke luar,Di luar Roy yg sedang berbicara dengan Dokter soal keadan Abraham tiba-tiba terkejut melihat Abraham keluar dari kamar,"Diama istri ku."


"Astaga tuan".Roy segera menghampiri Abraham,"Tuan, anda sedang sakit tuan ,sebiknya istirahat saja".

__ADS_1


"Tidak,aku hanya mau istri ku!!!!".


"Tenang saja tuan,polisi sedang mengurus kasus ini,sebaiknya tuan istirahat dulu".


"Benar apa yg di katan Roy, tuan".


"Diam kalian !!!",Abraham kembali berjalan dengan sempoyongan menuju lift lalu terjatuh,Roy segera menghampiri Abraham lalu membatunya berdiri,"Tuan sebaiknnya tuan...".


"Roy, apakah aku harus diam ketika mendengar kabar mobil yg di tumpangi istri jatuh ke dalam jurang, Calon ayah macam apa aku ini",Sontak Roy hanya terdiam dan tidak tau harus berbuat apa,"Menyingkirlah dari hadapan ku",Roy pun menyingkir dari hadapan bosnya itu.Abraham pun segera masuk ke dalam dalam lift di ikuti Roy,"Apa mau mu lagi!!".


"Saya akan mengikuti tuan,siapa tau ada sesuatu yg bisa saya batu ",Kini di dalam lift itu pun kembali sunyi hinga sampai di lantai bawah tanah,Abraham keluar dari lift tiba-tiba seorang pria datang menghampirinya dan memberikan kunci mobil,karna peria itu sudah mengerti gerak gerik tuanya, Roy dan Abraham pun masuk ke dalam mobil dan mobil itu pun pergi melaju cepat meninggalkan rumah.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2