Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 32.Sebuah pangilan telfon


__ADS_3

Windi terbangun dari tidurnya dan melihat suaminya, pada saat ia melihat pada jam dinding jam sudah menunjuk jam 9 Ia kembali menoleh ke sampingnya dan Abraham masih tidur,ia segera menepuk nepuk pipi Abraham pelan"Sayang, bangun udah jam 9,entar telat ke kantor lo", Abraham menpis pelan tangan Windi,"Biarkan aku tidur setengah menit lagi".


"Kalok kamu gak kerja, nanti anak mu mau makan apa".Abraham membuka matanya pelan lalu menatap Windi sendu,"Walau aku gak kerja 7 turunan ku masih bisa ku kasih makan ,lagian aku kerja dari rumah dan untuk hari ini khusus buat nemanin kamu aja, jadi libur".


"Kalok gitu aku mandi dulu"Pada saat Windi akan pergi, tanganya di tahan Abraham, "Tungu,mandi sama-sama aja".


"Kalok gitu ayok".


"Tapi gendongin aku dong".


"Bukan baby yg mintak gendong, malah bapaknya yg minta gendong, Kalok gitu aku mandi sendiri aja".Windi melepas pengangan tangan suaminya lalu segera ke kamar mandi,Abraham pun mengikuti Windi dari belakang.


Setekah mandi mereka keluar dari kamar mandi dan tiba-tiba hp Windi berdering seperti ada yg menelfon,Windi segera mengambil hpnya lalu menjawab telfon tadi.


"Halo....",Abraham mencoba mendekat kan telinganya pada hp istrinya, namun Windi mendorongnya pelan menjauh darinya.


"Jadi ini nomor mu..".


"...."


"Aku gak papa kok...."


"...."


"Maaf soal semalam.."

__ADS_1


"......"


"Kamu gak papa kan??"


"......"


Abraham yg kesal angkat bicara, "Sayang, kamu telfonan sama siapa sih!!!"Windi segera menutup mulut suaminya, "Iya".


"......."


"Tenag aja aman kok"Abraham yg kesal segera meninggalkan Windi dan mengganti pakaiannya,Selesai Abraham mengganti pakaian Windi masih asik menelfon dan bahkan ia kini sambil senyam senyum,"Sudahka telfonannya ,aku sudah lapar ni"Windi sempat berbicara sebentar lalu mematikan telfon mereka,"Tunggu bentar, aku ganti baju dulu".


Windi segera berlari ke ruang ganti baju dan menganti bajunya ,Tidak butuh waktu lama Windi keluar dari ruang ganti baju dengan mengunakan deres abu-abu yg memperlihatkan  perut Windi yg mulai membesar dengan rambut yg terurai,Abraham yg melihat perubahan windi 180° sempat terdiam namun ia kembali sadar dari lamunannya ,"Cantik gak??".


Abraham segera mengambil mobil salah satu koleksi lamborghininya lalu mereka pun pergi


"Sayang, tadi di rumah kamu telfonan sama siapa??".


"Kepo".


"Yaelah, suami tanya emang salah".


"Gak sih ,tapi nanti kamu marah".


"Aku gak marah kok".

__ADS_1


"Aku tadi telfonan sama Bambang".


Tampa sadar Abraham menginjak rem mobil, mereka pun langsung terhenti,"Apa!!!".


"Tukan, baru aja bilang udag marah".


"Tadi kalian ngomong apa??".


"Malas ah kasih tau kamu , entar marah lagi".


"Aku gak marah!!".


"Tapi wajahmu itu kayak marah".Abraham memcoba menenangkan pikiranya dan hatinya,"Baik aku gak marah,coba cerita dulu".


"Mobilnya di jalanin dulu".


"Oh, iya",Abraham kembali menjalankan mobilnya,"Tadi dia telfon cuman mau kasih tau itu nomor dia, sama dia tanya kabar ku, trus aku bilang aku gak papa".


"Trus, kenapa kamu ngomong sama dia sambil senyam senyum".


"Oh, itu tadi di cerita waktu balik pulang ke rumah tunangannya ngomel-ngomel karna pulang kemalaman, sama gak jawab telfonya.",Guma Abraham dalam hati


'Jadi cowok tadi sudah punya tunangan,Jadi tidak ada orang yg perlu aku takutkan.'


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2