
Setelah kejadian itu Windi dan Abraham langsung kembali pulang, di perjalanan istrinya terus mengoceh tak henti "Gak nyaka, masak dia datang bukanya minta maaf ternyata diam-diam dia juga punya rencana yg busuk, untung ada orang baik yg lapor ke polisi kalok tidak kita pasti semua sudah keracunan olehnya." Abraham hanya mengangguk dan masih fokus pada hpnya.
"Dengar gak sayang??" Abraham hanya menggangguk sambil memainkan hpnya "Padalah, aku lagi ngidam makan seafood." Abraham masih menggangguk tanpa menaggapi perkatan Windi "Sayang kamu dengar gak sih, coba kita pergi carai makan Seafoot dulu aku udah lapar ni." Abraham masih mengangguk, windi yg kesal manarik hpnya "Sayang dengar gak apa yg ku bilang tadi??" Abraham menghela napas pelan "Pak Rahmat, kita pergi ke restoran Seafoot tempat biasa kita pergi." Dan pak Rahmat hanya menjawab dengan anggukan.
__ADS_1
"Sekarang kembalikan hpku." Windi yg kesal mengembalikan hp suaminya dengan raut wajah yg kesal lalu ia mengalihkan pandanya, di perjalan ia sadar tempat mereka lewati itu dekat dengan perumahan rumah windi "Pak rahmat stop dulu." Sontak pak Rahmat menekan Rem mobil dan abraham yg fokus dengan hpnya terhenti "Ada apa lagi??" Windi segera memeriksa tasnya, lalu ia menemukan kunci Rumahnya "Aku turun di sini mau liat-liat keadan rumah dulu sebelum aku menyewakanya, nanti kamu bungkus makanya bawa kesan saja. Kamu tau kan rumah ku di mana??"
Abraham sama sekali tidak menjawab istrinya, windi yg melihat hal itu langsung keluar tanpa mempedulikan suaminya mobil itu pun kembaali berjalan lalu windi dari gerbang luar berjala masuk ke daerah perumahan, selama ia berjalan banyak orang yg melihatnya bukan hanya karna pakian dan barang-barang yang ia kenakan tapi juga dengan perutnya yg membesar. Sesampai di depan rumahnya ia bertemu tetangganya yg akan keluar "Eh nak Windi." Wanita paruh baya itu menghampiri Windi sambil menggendong anaknya "Eh, tante lama gak ketemu." Windi menyalim tangan wanita itu "Mau ke mana tante??" Wanita itu menjawab "Ini tadi mau antar si kecil imunisasi."
__ADS_1
"Kembar tante." Wanita itu terkejut "Wah,selamat yah nak.." windi hanya membalas dengan senyuman tak lama kemudia suami wanita tadi keluar dengan motor yg di dorong dari dalam rumah "Eh ada windi." Peria itu turun lalu windi pun menyalim tanganya juga "Halo om, apa kabar??" Peria itu menjawab sampil memperlihatkan otot lenganya "Tentu saja sehat." Windi memmbalas "Sykurlah." Peria itu pun berkata "Win kami pergi dulu, takutnya nanti kepanasan kasian si kecil nanti main-main ke rumah, sudah lama kamu gak main ke rumah." Windi hanya menggangguk lalu merekapun segera pergi, lalu windi masuk ke dalam ruamahnya "Rumahmya terlihat sedikit berdebu lalu ia pun mulai menyapu bagian ruang tamu agar ada tempat ia duduk nanti. Setelas selesai, ia pergi ke warung yang ada di depan ruamh dan membeli dua botl air putih lalu dibawanya ke rumah.
Lalu ia segera membersihkan ruang tamu, namun membersihkan ruang tamu saja tidak cukup untuknya lalu ia kembali membersihkan kamarnya.
__ADS_1
Bersambung......