
Jordan bertanya pada penjaga itu "Permisi tuan, saya mau bertanya apa-ada seorang wanita yg sedang mengandung datang ke sini??" Penjaga itu menjawab "Ada, memang anda siapnya??"Akhirnya jordan menjadi sedikit tenang "Saya suaminya, saya mau menjemputnya untuk pulang apa anda bisa memberitaunya??" Peria itu awalnya masih ragu namun Jordan terus memohon padanya dan pada akhirnya ia pergi ke dalam untuk memberi tau tuanya pada saat ia kedalam ia melihat tuanya yg sedang ke dapur dan memberi tau kokinya untuk memasakan bubur ia mendekatinya lalu memberitaunya "Tuan ada seorang peria di depan, dia mengaku suami dari wanita tadi dan ia datang untuk menjemput." Abraham tanpa sadar menjawabnya "Persilahkan dulu dia masuk, karna istrinya sedang beristirhat di kamar tamu bawah." Peria itu mengangguk lalu langsung pergi sedangkan Abraham kembali ke kamar istrinya berada dan terlihat istrinya sedang mengompres Tiara, ia menoleh pada suaminya "Bisa kamu pegang adek dulu??, mama mau ambil Keretanya biar mereka tidur di keretanya aja." Abraham menjawabnya "Biar aku aja yg ambil." Windi menggeleng "Gak usah aku aja.." Entah kenapa windi kepikiran untuk pergi ambil sendiri padahal dia bisa saja meminta pelayan namun keinginan itu tiba-tiba datang, Abraham tak ingin berdebat dengan istrinya jadi ia mengiyakan lalu ia duduk di kursi tempat Windi duduk tadi sambil memegang kedua anaknya lalu Windi segera pergi.
__ADS_1
Setelah kepergian Windi, tiara membuka matanya ia melihat sekelilinya dan matanya terhenti pada seorang yg ada di sampingnya "Abraham.." ia perlahan bangkit dari baringnya namun abraham berusaha menahanya namun karna kedua tanganya memegang kedua buahatinya jadi ia hanya bisa berbicara padany "Kamu, jangan memaksakan diri bangun dulu.." namun gadis itu tetap bangun dari baringnya "Maaf aku merepotkan mu.." Abraham menatapnya "Kamu sama sekali tak merepotkan ku, yg kamu repotkan itu istri ku, hari ini seharusnya dia istirahat dan karna kedatangan mu ia tak bisa beristirahat." Tiara yg mendengar hal itu merasa tak enak kana manyusahkan Windi yg bahkan pernah ia tarik rambutnya hanya karna salah paham.Jordan yg sudah di perbolehkan masuk langsung menjalankan mobilnya masuk ke halaman rumah tersebut lalu memarkirnya di depan rumah Jordan segera turun dari mobil di ikuti Jors dan Baby sitternya dan jordan di antar ke dalam "Tuan di mana istri ku??" Karna Jordan bertanya seperti itu jadi pelayan tadi berinisyatif mengantarnya ke kamar tamu yg ada di bawah setelah itu ia pergi pada saat ia masuk ia di kejutkan dengan Abraham yg sedang duduk di sebuha kursi dan badanya menghadap depan, walau hanya belakangnya yg terlihat karna ia menghadap istrinya namun ia sangat mengenal punggung siapa itu, sedangkan istrinya terlihat duduk di ranjang sambil menunduk.
__ADS_1
Di pikiran Jordan mereka berdua tenah bermesraan posisi Abraham yg seperti itu karna dia sedang berbicara dengan istrinya menurutnya Abraham sedang menggombalnya sehingga istrinya menunduk malu, jordan tersenyum kecut "Astaga tak ku sangka ternyata kamu benar-benar berselingkuh dengan Abraham Putra, Tiara..." mereka yg baru sadar dengan kedatangan peria itu langsung menoleh padanya peria itu terlibat sangat kesal lalu ia menghampiri mereka belum sampi di depan sana ia yg melihat pakian istrinya yg sudah berubah semakin berpikiran buruk ia mengira mereka habis melakukan hubungan yg tak senonoh di kamar itu ia tanpa berpikir panjang menghampiri abraham namun karna tubuh kedua bauahtinya masih sangat kecil dan ruangan itu juga tidak terlau terang ia tak tau Abraham sedang kemegang kedua bauahtinya, sedangkan Abraham yg masih mencerna perkataan peria tadi omatis tak siap dan Jordan dengan kasarnya menghajar Abraham pada pipinya hingga terjatuh ke belakang agar kedua anaknya aman ia mendekatkan mereka berdua ke dadanya lalu memeluk mereka jadi ketika terjatuh mereka tak akan terluka, namun hal itu membangunkan mereka lalu mereka menangis di pelukan Abraham sedangkan jordan yg baru sadar kalau Abraham sedang menggendong dua anaknya sedikit terkejut, sedangkan tiara yg melihat hal itu sontak turun dari ranjangnya "Astaga Sayang apa yg kamu lakukan, tidak kah kamu melihat Abraham yg sedang memegang anaknya..." Abraham perlahan duduk dan dari luar Windi yg mendengar suara tangis kedua anaknya segera berlari masuk dan meninggalkan kereta mereka di luar "Apa yg terjadi.." Windi terkejut melihat Abraham yg sudah berada di lantai sambil terus memegang mereka ia seperti kesulitan bangkit dari duduknya karna ia masih memeluk kedua anaknya windi langsung menghampiri suaminya lalu mengkat Rafayel yg palaing besar sura tangisanya, dan kini Abraham sudah bisa bangkit ia bangkit dari dudknya lalu berusaha mendiamkan putranya Farel yg menangis.
__ADS_1
Abraham menjawabnya "Aku kau memukul wajah peri tadi, setelah itu tanganya akan ku potong agar dia tak bisa memukul lagi." Windi yg mendengar hal itu terkejut "Sayang, jangan membalas dengam kekerasan , sebaiknya kita bicara baik-baik." Abraham yg masih kesal menjawabnya "Tapi dia membuat kedua anak mu menangis dan jika aku tak memeluk mereka mungkin kedua anak ku akan terjatuh." Windi mengerti apa yg membuat suaminya kesal namun jika masalah ini di selesaikan dengan kekerasan maka masalah ini takan selesai "Sayang.." windi memegang baju Abraham lalu ia menarinya lalu Abraham pun duduk di sampingnya dan Abraham menoleh pada windi lalu windi memegang pipi Abraham yg memerah "Sayang kamu harus belajar sabar, tidak semua masalah dapat kita selesaikan dengan kekerasan lebih baik kita bicarakan dengan kepala dingin agar permasalahn ini cepat selesai." Abraham menatap istrinya, ia mengeri apa yg di maksud istrinya dan ia berpikir lagi mungkin sebaiknya ia harus belajar untuk sabar dan menyelsiakan masakah dengan kepala dingin ia pun mengangguk windi yg mendapat persetujuan dari suaminya tersenyum untungnya suaminya mau menurut.
__ADS_1
Bersambung.....
__ADS_1