Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 85.Dessert box


__ADS_3

Di perjalanan ke tempat belanja bahan makanan yg cukup jauh dari rumah Abraham tak sengaja  mereka melewati sebuah toko kue yg baru di buka." Astaga tuan Roy ,kita berhenti sebentar.." sontak Roy memnerhentikan mobilnya "Ada apa!!!" Roy terlihat kawatair.


"Ada toko kue baru buka.." sontak mengeleng gelengkan kepalanya. "Astaga ku kira apa aan.., kita haurus tetap jalan karna bik ijah sangat memrlukan santan " Jesi terlihat memohon pada Roy.


Roy tersenyum lalu mengacak acak rambut Jesi "Nanti kita beli tapi sepulang belanja santan." Jesi begitu bahagia lalu menganguk.


Roy pun kembali menjalankan mobilnya hinga sampai ,Jesi segera turun dan masuk ke toko tersebut. "Astaga pantas saja bik ijah tidak mau kamu pergi sendiri..."Roy tersenyum jika mengingat wajah memohon Jesi.


Tak lama kemudian Jesi datanga "Sudah tuan ,ayo kita cepat pergi nanti keburu habis."Roy pun menjalankan mobilnya dan sesampinya di toko kue yang baru buka tadi mereka pun segeta masuk.


Di dalam terlihat berberapa orang sedang mengantri, pada saat Jesi akan ikut mengantri tiba tiba ia merasa perunya sangat sakit ia segera berlari ke kamar mandi. Roy tak sengaja melihat bercak darah pada celana Jesi.


"Astaga dia..." Roy pun menutup mulutnya dan menoleh kanan kirinya . Sedang paa saat Jesi masuk kamar mandi ia baru sadar "Perut terasa sakit dan...."perkatan Jesi terheti " gak mungkin.." Jesi melihat pada kaca kamar mandi.


"Bagai mana ini.." Jesi kebingungan harus keluar atau tidak , ia mencoba memncari wanita di dalam kamar mandi untuk di minta bantuan namun tidak ada.

__ADS_1


"Apa yg harus ku lakukan..." Jesi melihat keluar dari pintu kamar mandi Wanita. "Aman..." Jesi pun keluar dari kamar mandi . Tiba tiba terlihat seorang peria yg lewat sontak Jesi menghadapkan belakanya pada dinding suapaya tidak terlihat.


Namun tanpa ia sadari peria tadi adalah Roy, sontak Roy menghampiri Jesia"Gunakan ini untuk..." Belum selesai berbicara Jesi yg tidak melihat jelas siapa peria di hadapanya langsung berbicara "Saya tidak apa.... Saya mau pergi dulu..".


Pada saat Jesi akan pergi langsung di Tahan Roy "Dengan keadaan begini??" Jesi pun pelan pelan mengankat kepalnya dan bertapa terkejutnya ternyata itu Roy "Astaga ku kira siapa.." sontak Jesi menagis karna ketakutan.Roy pun menarik Jesi ke pelukanya "Maaf aku membuat mu takut...".


"Aku kira kamu peria mesum yg ingin menggangu ku hik..." Roy berusaha menengkan Jesi "Tenag lah.." Roy perlahan melepas pelukanya lalu menghapus Air mata Jesi "Tenaglah ada aku di sini.." Roy pun mengikatkan sebuah jaket pada pingang Jesi.


"Maaf aku tidak sengaja melihatnya saat kamu berlari ke kamar mandi tadi jadi aku inisyatif  menambil jaket ku yg ada tertingal di mobil." Roy menatap mata Jesi yg air matanya dan suara tangisnya menghilang.


"Maaf mabak, sudah habis dan jika mabak mau nungu sebentar lagi bisa." Jesi terlihat lesu "Kalok gitu Makasih yah mabak saya permisi" Jesi pun pergi dengan lesu di ikuti Roy yg berada di belaknya,Di dalam mobil,"Sepertinya aku terlalu lama di kamar mandi, jadi kuenya habis deh..". Roy pun kembali menjalankan mobilnya dan pada saat sampai di Rumah Jesi segera turun di ikuti Roy,Jesi tak sengaja melihat sebuah peperbek yg di pegang Roy "Itu apa aan tuan Roy??" Sontak Roy menoleh pada peperbek yg ia bawa "Oh ini , tadi tuan menelfon jadi aku bilang aku masih di toko kue yg baru di buka yg berda perempatan jalan. Terus tiba tiba tuan bilang nona mau dessert box jadi saya di minta untuk membeli."


"Oh jadi begitu" Jesi pun masuk ke dalam rumah dengan wajah sedihnya. Sedangkan Roy segera mengantar pesanan Windi tadi yg kebetulan Windi terlihat tengah duduk bersama Abraham di ruang tengah.


"Ini kuenya nona..." Windi begitu bahagia dan segera membuka peperbek tersebut "Astaga Roy bukanya aku bilang Beli dua aja bukan tiga".

__ADS_1


Roy terdiam dan berguma di dalam hatinya "Oh iya , bukanya tadi nona meminta ku membeli dua bukan tiga..".


Tiba tiba Windi tersenyum, " Apa jangan jangan..." Windi tertawa lalu mengeluarkan dua dessert bok dan memberikan peperbek itu kembali pada Roy.


" Ada apa nona??" Windi tersenyum "Sana antar ke Ayang mu" sontak Wajah Roy memerah "Apa tadi nona??".


"Sana pergi cepat, aku memberi waktu lima menit" sontak Roy mengambil peperbrk tadi dan berlari ke dapaur.


Di dapur terlihat Jesi yg di marahi karna lama,"Permisi..." sontak Bik ijah, Jesi dan Keristin menoleh pada Roy " Ini.." Roy menyerahkan Peperbek tadi "Untuk apa??...".


"Untuk mu.." Roy segera menarik tangan jesi san memberikanya peperbek tadi lalu segeta kembali lagi.


Jesi yg penasaran membuka peperbek tadi sontak ia terdiam dan Wajanya memerah Ia berbalik "Bik ijah, Keristin...".


"Ada apa jes..." Jesi dengan gembiranya berlari memeluk bik ijah dan Kerstin.

__ADS_1


Bersambung ......


__ADS_2