
Selama di pesawat kedua anak mereka tak mau tidur justru mereka begitu aktif jadi windi dan Abraham pun bermain dengan mereka hingga 2 jam berlalu akhinya mereka sampai lalu mereka keluar dari pesawat sedangkan barang barang mereka di bawa oleh para bodyguard yg ikut dengan mereka di luar pak rahmat sudah menunggu mereka "Malam pak.." Windi jawab win dan di balas pak Rahmat sambil tersenyum "Malam nona..." pak rahmat pun membuka pintu dan mereka pun masuk ke dalam mobil setelah itu pintu pun di tutup, windi melirik sekeling ruapnya tempat duduk anaknya yg ada dalam mobil gak ada "Sayang tempat duduknya kok gak ada??" Abragam menjawabnya "mungkin ketinggalan di rumah sayang." Tak lama pak rahmat masuk lalu windi kembali bertanya padanya "Pak, tempat duduk ank anak mana pak??" Pak rahmat yg mendengar hal itu baru sadar "Oh, maaf nona tadi bapak lagi membersihkan mobil jadi tempat duduknya di lepas tapi belum sempat di pasang lagi.lalu bagai magai mana nona apa perlu saya ambilkan lagi" Windi yg mendengar hal itu langsung menjawabnya "Gak usah pak, kita langsung balik aja, tapi lain kali tempatnya kalok di lepas jangan lupa di pasng lagi yah pak." Pak Rahmat mengangguk lalu ia pun menjalankan mobil pergi dari barandara menuju rumah.
__ADS_1
Selama perjalanan anak mereka sudah mulai cerewet karana mengantuk jadi Windi pun kembali menyusu mereka di dalam mobil "Nak udah mimiknya mama malah jadi lapar karna kalian." Abraham membelai rambut istrinya pelan "Sebentar lagi kita sampai jadi gak usaha hawatir." Windi mengangguk namun ia mamang sudah sangat lapar tak lama terdengar suara perutnya (Kruk~)abraham menoleh pada istrinya "Sabar sebentar lagi kita akan sampai."benar saja sekitar 10 menit berlalu akhirnya mereka sampai namun kali ini windi sudah tidur sambil menyusu anaknya sedangkan dua anak itu juga ikut tidur dengannya "Astaga mamanya juga tidur, kalok gini kayak mana mau keluar." Abraham perlahan menggoyangkan tubuh istrinya "Sayang bangun kita sudah sampai."perlahan windi pun membuka matanya "Apa kita sudah sampai." Ia melirik pada anaknya yg berbaring di tubuhnya "Tolong angkat salah satu dari mereka ." Lalu abraham mengambil satu, akhinya windi bisa bangkit lalu ia memperbaiki pakayannya "Gak tau kenapa selama di jalan aku malah jadi mengantuk gini." Abraham menjawab "Mungkin kamu sedang lelah." Windi tak menjawab suaminya "Ayo kita turun aku mau segera mengisi perut ku." Lalu mereka turun dari mobil setelah itu berjalan ke lift dan mereka menuju lantai kamar mereka karna mereka akan terlebih dahulu membaringkan anak anak mereka ke kamar mereka.
__ADS_1
Setelah menidurkan mereka lalu mereka kembali turun dan menyuruh keristin untuk Menjaga mereka di atas sedangkan mereka berdua pergi ke meja makan dan selama makan windi mulai bertanya berapa prtanya aan "Sayang kamu tadi malam kemaren ada perlu apa sampai harus bertemu empat mata dengan pak Rangga??" Abraham menjawabnya dengan santai "Urusan bisnis saja, memang kenapa??" Windi menjawabnya "Oh,ku kira kalian bertengkar karna pertemuan tadi." Abraham kembali bertanya pada istrinya "Bagai mana dengan mu, apa kamu lelah??" Windi menggeleng "Ku tidur tadi di mobil karna mengantuk saja." Tak lama seorang peria datang dan windi sudah tau itu pasti satpam rumah lalu satpam itu menghampiri mereka "Maaf menggangu makan tuan dan nona, kebetulan di luar ada tamu yg mencari nona apa boleh saya menyuruh mereka masuk??"windi yg mendengar hal itu terkejut "Siapa yah??" Satpam itu kembali berbicara "Katanya dia tinggal di sebelah rumah nona ." Windi berpikir sejenak dan ia baru ingat "Suruh mereka masuk saja dan suruh tunggu di ruang tamu aku akan segera ke sana." Satpam itu mengangguk lalu segera pergi sedangkan abraham yg penasaran mulai bertanya "Siapa sayang???" Windi tersenyum "Tetanga di rumah saya yg dulu." Abraham mengangguk mengerti sedangkan windi ia cepat cepat menghabiskan makanannya dan setelah selesai ia menolah pada suaminya "Sayang cepat makanya." Abaham yg memang hanya tinggal satu suap segera memakan suapan terakhirnya.
__ADS_1
Ella pun membisikan pada Windi dan setelah berbisik windi menoleh padanya "Kak ella mau pinjam berapa untuk pengobatan mama kakak ella??" Ella terkejut karan Windi berbicara langsung sedangkan abraham langsung paham "Jika kalian mau meminjam uang, katakan saja jangan malu memang berapa yg kalian butuhkan??" Seketika di antara mereka berdua tak ada yg berani berbicara "Kakak itu sami aku tanya maunya berapa jangan takut suami aku gak galak kok mukaknya aja yg galak ."lalu Dimas membaranikan diri untuk berbicara "Jadi kali membutuhkan 20 juta untuk oprasi mama mertua ku." Abraham menjawabnya "Baiklah beri tau aku no rekening mu akan aku kirimkan." Lalu dimas memberi tau berapa no rekeningnya setelah itu abraham mengirim beberpa ke sana "tak usah di kembalikan aggap aja ini bantuan dari aku dan istri ku untuk kesembuhan mama mertua mu." Sebuh pesan masuk ke hp Dimas namun peria itu tak memeriksanya dan mereka sangat berterima kasih pada windi dan abraham, lalu mereka berbicang sebentar setelah itu mereka pulang karna sudah gelap namu sesampai di rumah mereka masuk ke dalam rumah dengan hati yg lega akhirnya mereka mendapat pinjaman karna sudah mencari kemana mana tempat pinjaman uang namun tak ada yg bisa menbantu dan mereka terpaksa ke rumah windi karna mereka tau windi menikah dengan seorang pengusaha sukses dan mereka hanya mencoba saja siapa tau mereka bisa meminjam uang padanya namun rupanya mereka malah di kasih begitu saja memang mereka sedikit tak enak hati namuan abraham sudah meyakinkan mereka jika semua itu untuk mereka pada saat dimas melihat notifikasi uanga yg sudah di transfer Abraham dan bertapa terkejutnya dia dengan nominalnya "Apa 100 juga...".
__ADS_1
Bersambung....
__ADS_1