Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 226.Keram


__ADS_3

Setelah 2 jam kepergian abraham anak anaknya pun terbangun jadi Rahel mulai menyusu mereka dan tak hentinya dia membuka hpnya karna memikirkan Suaminya "Sudah satu jam tapi dia belum kembali, padahal aku sudah sangat lapar." Windi membuka pesan rupnya pesanya brelum di lihat juga lalu ia memutuskan untuk menelfon suaminya dan peria itu juga tidak mengangkatnya Windi sudah mulai kesal "Ah, mending aku suruh Roy saja yg memesan." Ia menunggu sebentar anaknya selesai menyusu setelah itu ia kembali membaringkan anaknya di kasur dan kali ini karna merela terbangun jadi ia berencana hannya untuk memberitau Roy dari balik pintu kamar, Windi membuka pintu "Roy tolong pesan aku makan untuk ku.." Roy kembali di buat terkejut "Astaga nona ada mengejutkan ku.." Windi menjawabnya "Maaf, aku mau meminta tolong tolong pesankan ayam bakar yg waktu itu, aku sendang ingin memakannya.." Roy mengangguk "Anda akan makan di mana??" Windi menjawab "Aku makan di kamar saja." Roy mengangguk lalu segera pergi ke arah telfon sedangkan windi kembali masuk ke dalam kamar dan berdiri di balkon kamar menikmati pemandangan kota dan ia sesekali melirik kebawah untuknya para wartawan tadi sudah tak ada lagi namun satu hal yg membuatnya terkejut sebuah mobil berhenti di depan hotel lalu seorang peria berjas hitam serta bertubuh kekar turun dan di ikuti seorang peria berjas biru "Mereka siapa yah.." peria itu menoleh pada balkon kamar, walau jauh namun orang yg ia cari terlihat jelas jadi ia melambaikan tangan sambil tersenyum.

__ADS_1


Windi yg melihat hal itu di buat bingung "Dia lihat apa yah??" Windi melirik ke atas, tapi dia sudah tinggal paling di atas pada saat ia kembali menoleh ke bawah namum kali ini peria itu memegang sesuatu yg ia taruh dia tas matanya yg merupakan teropong namun windi tak bisa melihat jelas "Apa gua balas saja lagian mana mungkin ia bisa kelihat ku yg ada di atas lalu Windi melambaikan tanganya tak lama roy memangilnya sontak Windi menoleh ke belakang "Nona tuan tadi menelfon saya mengunakan no hp simon katanya ia akan segera kembali "windi mengangguk mengerti "Kalok gitu sekalian juga pesankan makanan untuknya yg bisa..." Roy mengangguk lalu segera pergi sedangkan Windi kembali menoleh ke bawak rupanya mobil itu sudah pergi "Mungkin orang tadi melambaikan tangan pada  orang yg menginap di bawah ku, tapi aku tadi melambaikan tangan padanya tenang windi lagi pula dia tak mungkin melihat aku melambaikan tangan padanya lagin juga dari bawa ke atas jauh jadi tak masalah." Windi masuk ke dalam lalu memeriksa keadaan anak anaknya.

__ADS_1


Tak lama makanan mereka sampai lalu Windi memutuskan untuk makan di luar jadi ia keluar sambil mendorong stroller anaknya sedangkan ia baru sadar tadi ada dua bodyguard di dalam mereka terlihat menaiki kursi entah apa yg mereka ambil di atas lemari ia tak tau karna itu bukan urusannya, itu urusan Roy yg ada di dekatnya ia menuju meja makan lalu ia marih piringnya"Wah enaknya, aku makan dulu saja karna jika harus mengunggu aku bisa mati kelaparan.." Windi meraih piring nya lalu is mulai makan "Entah kenapa sebulan ini kembali ingin makan terus padahal niatnya mau diet." Windi terus memakan makananya tanpa berheti karna ia sangat kelaparan dan setelah selesai makan baru suaminya baru swmpai di hotel, ia meminum minumanya "Astaga sayang kamu lambat sampinya aku sudah selesai makan baru sampai." Abraham tersenyum lalu mendekat pada istrinya dan menciumnya "Maaf aku lambat tadi ada sedikit masalah mendadak , dan maafkan aku karana tak menjawab telfon mu tadi hpku lobet " windi bangkit dari duduknya lalu mengambil minumanya yg ada di atas meja makan tadi lalu meminnumnya "Aku mau ke ruang.." tamu dulu lalu ia ke ruang tamu sambil mendorong stroller anaknya tak kalam roy menghampiri tuanya "Tuan kami menemukan ini." Roy menunjuk sebuah CCTV berukuran kecil dan satu buah alat perekam suara abraham yg melihat hal itu terjejut lalu roy mulai menjelaskan "Setah membaca pesan dari  simon aku iseng ingin mencoba memeriksa lemari yg ada di luar kara sedikit mencurigakan  apa lagi membaca pesan simon yg mengtakan jika mereka bisa jadi salah seorang pekerja di Hotlel bukan dan aku menemukan ini.." abraham menjawabnya "Periksa setiap sudut ruangan aku tak mau ada yg tertingal dan aku mau kalian malakukanya diam diam jangan sampai istri ku tau mengenai masalah ini karna aku tak mau ia hawatir." Mereka mengangguk lalu kembali menjalankan tugasnya.

__ADS_1


Sedangkan di rumah satu jam berlalu setekah makan Windi sudah mulai merasakan ada yg aneh pada perutnya ia memegang perutnya yang keram "Astaga kenapa tiba tiba perut ku terasa keram." Windi mengelus perutnya sambil terus berusaha tenang sedangkan abraham sibuk menceri sesuatu di dalam kamar entah apa yg ia cari begitu juga dengan yg lainya mereka tak henti menggeledah barang barang di rumah, windi tak peduli apa yg mereka laukan kini fokusnya hanya pada perutnya yg keram dan perlahan ia mulai merasa tak enak badan bahkan kepalnya terasa pusing dan ia juga merasa maumuntah, gumanya dalam hati 'Apa yg terjadi pada ku sebenarnya' selama setengah jam ia berusaha menahanya dan abraham yg melihat istrinya sedang tidak dalam keadaan baik menghamprinya "Sayang apa kamu gak papa??" Rasa sakit perut windi semakin sakit dan seperti ada sesuatu yg keluar dari area bawahnya pada saat ia akan bangkit karna merasa lemes ia terjatuh ke lantai dan langsung di bantu Abraham "Sayang ada apa dengan mu.." Windi menangis karana tak kuat menahan rasa sakitnya "Sakit hik.., perutku kenapa seperti ini rasanya sakit sayang hik.." abraham mulai panik lalu menganggkat tubuh istrinya "Simon.." simon yg mendengar teriakan tuanya sontak berlari keluar dan ia terkejut melihat nonanya yg di angkat oleh tuannya lalu mereka segera keluar dari kamar hotel.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2