
Sesampai mereka di Jepang ,Windi dan Abraham segera menuju hotel yg sudah Roy check in terlebih dahulu untuk mereka,"Sayang, hari ini kita jalan-jalan yuk".
"Gak bisa sayang, hari ini kita di hotel aja,kasian kamu capek".
"Aku gak capek kok",Abraham melihat wajah Windi yg begitu pucat karna habis muntah muntah di pesawat, karna mabuk udara,
"Setelah peresmian perusahaan besok kita jalan-jalan".
"Tapi aku maunya hari ini".
"Gak,besok aja"Abraham tersenyum,"Baiklah, tapi janji besok sehabis peresmian kita jalan-jalan",Abraham tersenyum puas, akhirnya istrinya yg cerewet mau mengalah,Sesampai di hotel mereka segera ke kamar yg sudah di siapkan untuk mereka,karna lelah Windi tertidur.
Windi terbangun ketika matahari sudah terbenam, ia melihat di sekelilingnya tidak ada Abraham, lalu ia memutuskan untuk menelfonya namun tidak di angkat ia pun berinisyatif keluar dari kamar Ia berjalan menuju lift tanpa sengaja menabrak seorang pria,"Maaf.. "pada saat Windi menoleh ke depan bertapa terkejutnya dia ternyata Brayen "Kau...".
"Windi.."Brayen menoleh sekelilingnya "Menjauh dari hadapan ku",Tanpa basa basi Brayen menarik Windi ke dalam kamarnya yg kebetulan hannya beda dua ruangan dengan kamar Windi "Aw..sakit ,lepasin" Sesampai di dalam kamar Brayen melepas pegangan tangannya yg membuat tangan Windi memerah,Kamu itu tau sopan santun gak sih,berani sekali kamu membawa lari istri orang lain".
__ADS_1
"Maaf kan aku".
"Apa yg ingin kamu bicarakan??".
"Maaf kan aku, karna telah menyakiti mu".
"Kalok itu yg ingin kamu bicarakan mending aku pergi aja".Pada saat Windi berbalik akan pergi tiba-tiba Brayen dari belakang memeluknya,"Apa aan sih kamu, lepasin"Windi berusaha melepas pelukan brayen,"Tidak akan ku lepas untuk ke dua kalinnya"pelukan Brayen semakin erat ,"Lepasin, anak ku bisa terluka karna mu"Sontak Brayen melepas pelukannya,"Kamu hamil??".
"Ya aku hamil, jadi jangan ganggu hidup ku lagi".
"Apa itu anak ku".Sontak Windi kembali menoleh ke belakang,"Kamu gila yah, tentu saja anak yg ku kandung anak suami ku".
"Kita memamg pernah .Oh, bukan pernah tapi itu kesalahan, aku bersyukur saat teragedi itu terjadi aku tidak hamil".
"Kenapa kamu bicara seperti itu??".
__ADS_1
"Apa yg aku bicarakan itu kebenaran, jadi lebih baik menjauhlah dari kehidupan ku".Pada sat Windi berbalik dan akan pergi, tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dan terlihat seorang wanita yg tidak asing bagi Windi,"Jeni...."
"Apa yg kamu lakukan di sini, dasar wanita pengoda".
"Jika saja pada saat itu aku tidak bodoh, mungkin kalian akan di hina dan di keluarkan dari sekolah".
"Gak usah b4c0t lu".Jeni menghampiri Windi dan men*rik rambutnya,"Aw,aw, sakit"Windi berusaha melepas tarikan Jeni,"Sayang, lepasin Windi, ia saat ini lagi h...."
"Kamu pilih si berengsek ini atau aku".
"Tentu saja kamu sayang, tapi Win..."
"Kalok gitu, gak usah ikut campur urusan wanita".Pintu yg masih terbuka membuat orang yg lewat di depan dapat melihat pertengkaran dua wanita tersebut.
Abraham yg baru selesai bertemu klien dan segera menuju kamarnya, di perjalanan ia mendengar orang kesakitan di ikuti tagisan dan di dapan kamar yg terbuka itu ada satu setaf hotel yg menjaga di luar ,Abraham yg kepo mencoba melihat bertapa terkejutnya ternyata suara wanita yg kesakitan sambil terisak-isak itu adalah istrinya, dan satu orang setaf hotel yg mencoba melerai mereka, ada juga seorang pria di sana ia hanya berusaha membujuk namun tidak di pedulikan ,Sontak Abraham segera menghampiri mereka lalu mendorong wanita tadi yg menarik rambut istrinya,"Sayang, kamu gak papa".
__ADS_1
"Sayang kamu dari mana saja.. hik"Abraham segera memeluk Windi,"Tenang sayang, tenang",Lalu Abraham menatap sinis wanita tadi dengan kekasihnya,"Aku akan mengingat kejadian hari ini dan akan membuat kalian menyesal ",Dengan cepat Abraham menggendong Windi lalu membawa ia pergi ke kamar mereka.
Bersambung.....