
Setelah kedua anaknya tidur windi dan suaminya abraham baru bisa mulai menonton, setelah membaringkan anaknya ke kasur windi berjalan menghampiri suaminya yg sudah bersender pada pinggir ranjang sambil mencari filem hantu yg istrinya maksud "Sayang apa kamu sudah dapat." Abraham menjawabnya "Sabar lah, aku lagi mencarinya." Windi tiba tiba duduk di pangkuan abraham yg membuat peria itu sedikit terkejut namun karna istrinya pendek jadi ia yg tinggi masih bisa melihat layar tv hanya saja ia terkejut karna di sebelahnya masih banyak tempat kosong namun kenapa harus di pangkuannya "Sayang apa yg kamu lakukan di pangkuan ku masih ada tempat kosong di sebelah ku." Windi tersenyum "Gak papa, aku cuman lagi kepengen duduk di pangkuan mu saja." Abaham menghela napas pelan "Hati hati yg dibawah menegang nanti kamu akan langsungku lahap lagi." Windi tersenyum"Gak mungkin dia..." tiba tiba perkataanya terhenti kretika ia merasa ada sesuatu yg besar di bawahnya yg sedikit menegang "Astaga.." windi segera menyingkir dari pangkuan suaminya "Sudah tegang aja padahal baru 5 menit." Abraham tersenyum "Dia begitu karna merasakan punya mu, itu pertanda dia mau masuk lagi. Apa kamu mau kita melaukanya lagi." Windi menggeleng "Gak ah, aku masih capek besok aja hari ini kita nonton aja." Windi mengambil posisi di sebelah suaminya "Sayang tolong ambil cemilan yg di atas meja sebelah mu."abraham mengambilnya lalu memberika cemilan itu pada istrinya dan pada akhinya ia menemukan filem yg akan mereka tonton dan langsung menekanya.
__ADS_1
Selama filem berjalan Windi begiti serius menonton sedangkan abraham ia terlihat biasa saja dan peria itu sadar jika istrinya begitu seris menonton yg membuatnya kepikiran untuk mengganggunya perlahan tanganya yg nakal mulai mendekat dan memegang pahanya karna kebetulan windi hanya mengenakan celana pendek karna hanya di kamar, abraham mulai membelai pahanya pelan dan windi yang terganggu memindahkan tanganya "Sayang jangan nakal ih." Abraham tersenyu dan tak berhenti sampai di situ ia mulai mendekatkan taganya lagi namun kali ini masuk ke dalam pakaian istrinya dan menyentuh salah satu gunung kembar itu yg menbuat windi menatap sinis suaminya "Lepasin gak tanganya atau kamu mau aku pukul ." Abragham tersenyum "Tapi aku mau lagi sayang." Pada saat windi akan melepas tangan suaminya peria itu sudah menarik keluar lagi tanganya namun kali ini ia menarik ke tangan istrinya dan membuatnya terbaring dan ia pun menindihnya serta mengangkat kedua tanganya ke atas dan menahanya begitu kuat, windi menatap suaminya "Sayang jangan main main aku lagi nonton." Abrahak tak menjawab hannya tersenyum lalu langsung menyambar bibir istrinya dan hal yg tak bisa windi hindari pun terjadi dan selama berhubungsn bukan mereka lagi yg menontin tv sekarang tv yg menonton merea karna dua orang itu sibuk dengan pergulatan mereka dan baru selesai setelah filem itu selesai dan saat itu windi yg sudah kelelahan menutup matanya sejenak sedangkan abraham ia merebahkan tubuhnya di sebelah istrinya laku menutup tubuh mereka dengan selimut "Terima kasih sayang." Abraham mencium kening istrinya sedangkan windi ia sama sekali tak peduli karna saat ini ia sangat lelah dan ingin sekali untuk tidur,abraham menarik istrunya kedalam pelukannya "Tidurlah sayang kamu pasti lelah." Windi perlahan menutup matanya sedangkan abraham ia terlihat bahagia dan berbicra dalam hatinya 'Taka ada wanita yg dapat membuat ku candu hannya kamu istri ku satu satunya yg bisa membuat ku candu ketika berhubugan dengan mu bahkan kamu bisa membuat ku bisa sabar, merasakan apa itu cinta yg sebenarnya serta kasih sayang yg tak pernah aku miliki. Kamu memang orang yg sudah di takdirkan bersama ku dan aku akan pernah melepaskan mu walau aku harus mempertaruhkan nyawa ku yg penting kamu tak jatuh ke tangan peria jahat itu." Abraham memendam kebencian yg sangat berat pada Kevin setelah tau yg ia inginkan itu adalah istrinya dan bahkan ia mempunya niat buruk pada anaknya yg membuatnya bersumpah takan membiarkan peria itu menyentuh istri dan anaknya walau pun hanya sehelai rambut, abraham perlahan menutup matanya karna lelah.
__ADS_1
Sedangkan di sebuah mansion kevin tengah duduk di ruang tamu sambil meminum segelas wine dan tiba tiba seorang peria datang menghampirinya "Tuan saya mau melapor jika tuan loren sudah kembali." Kvin menjawabnya "Suruh dia masuk." Peria itu mengangguk "Baik tuan." lalu ia pun segera pergi, tak lama loren datang berama seorang wanita cantik perutnya terlihat buncit karna sepertinya ia sedang mengandung "Hey mona kemarilah." Mona sama sekali tak mau menoleh pada kevin karna saking ketakutanya sedangkan kevin ia mulai kesal "Hey kamu wanita sialan sepat kemari."lalu kevin melempar gelas winenya hingga jatuh di hadapan mona dan pecah yg membut wanita itu gemetar ketakutan dan dengan terpaksa berjalan menghampirinya sedangkan kevin ia mulai kenbali tenang "Duduk di sebelah ku." Mona mulai duduk di sebelahnya "Aku dengar hari ini kamu pergi berbelanja pakian bersama loren??" Mona dengan mata yg mulai berkaca kaca mengangguk lalu kevin tersenyum "Bagus kamu mau menghabiskan uang sebelum menjelang kematian mu, setelah anak ku lahir kamu takan lagi bisa mearsakan dunia ini oleh sebab itu manfaatkan momen ini untuk menikmati hidup mu."
__ADS_1
Bersambung....
__ADS_1