
Malamnya seperti biasa Abraham pulang sarapan dengan istrinya lalu mereka kembali ke kamar namun kali ini peria itu terlihat seperti ada masalah namun tak mau dinungkapkan dan ia juga tak terlalu banyak bicara, sesampai di kamar ia segera mandi sedangkan windi ketika melihat langkah istrinya dari jauh ia terlihat hawatir "Ada apa denganya hari ini,sepertinya tak bisa ia diam begini."abraham menyalakan air pada shower dan ia berdiri di tengah guyuran air shower itu ia menutup matanya dan mengingat apa yg terjadi berapa jam yg lalu, pada pukul 15.45 ia mendapat laporan kalok dua orang yg di untus untuk memata matai Kevin di temukan dengan luka parah sehingga masuk UGD dan ia yg mendapat laporan itu langsung mendatangi mario dan bertanya pada peria itu tentang info yang ia dapat barusanĀ "Apa benara dua orang itu di temukan dengan luka parah." Mario hanya mengangguk dan menjawab "Iya tuan Abraham." Abraham mengepalkan tanganya kini emosinya tak bisa di tahan ia marah pada mario karna terlalu meremehkan seorang kevin dan ia juga merasa kepalany berdenyut denyut karna sakit "Aku harap tidak ada yg bergerak dulu, setelah dua orang itu sembuh kita akan bertanya pada mereka apa yg terjadi baru kita akan kembali bergerak, karna aku tak mau ada lagi hal seperti ini. Aku yakin ia pasti akan memperketat penjagaanya sekarang."
Abraham memutuskan untuk kembali ke Ruanganya karna ia tak mau berlama lama karna ia hawatir ia akan melukai peria paruh baya tersebut, ia masuk ke ruanganya lalu ia mendudukan tubuhnya sofa ia menghela napas pelan karna pikiranya saat ini sangat kacau apa lagi perlahan kepalanya meresa sakit ia tak menyangka peria itu dengan mudahnya menangkap mereka.
__ADS_1
Ia menutup matanya sejenak di antara derasnya guyuran air shower tanganya kembali mengepal dan hatinya masih merasa kesal ia pun menghajar dinding hingga tanganya mengelurkan darah dan berguma dalam hati 'Lihat saja kamu Kevin, aku takan membuat mu menyesal dan meminta maaf pada kaki ku."ia Segera menyelesaikan mandi setelah itu ia mengenakan bathrobe lalu ia 0
pergi kw wastafel dan tanganya masih berdarah dan ia sama sekali tak peduli hingga ia menyikat giginya ia hanya menatap. Matanya tanpa peduli tanganya yg terluka dan di pikirnya hanya bagai mana caranya agar peria itu takan bisa mengusiknya lagi setelah menggosok gigi ia keluar dari kamar mandi dengan tangan yg masih meneteskan darah sedangkan windi yg mendengar pintu kamar mandi lantas menoleh pada suaminya "Sayang kamu sudah sele.." perkataanya terhenti ketika ia melihat tangan suaminya yg berdah.
__ADS_1
"Oh masalah peribadi yah, jadi kamu masih menganggapku sebagai orang lain rupanya ." Ketika windi mengatakan hal itu tiba tiba abraham merasa bersalah karna berkata hal itu tadi dan ia ingin sekali memperbaikinya dengan minta maaf pada saat ia ingin bicara lagi windi sudah lebih dulu bicara "Tak masalah sayang, aku takan ikut campur urusan mu lagi dan mari kita hidup untuk diri kita sendiri saja."abraham mengurungkan niatnya untuk minta maaf , ia pun menjawab istrinya "Ya, terserah kamu saja." Windi yg mendengar hal itu begitu kesal ia pun segera mengibati tangan suaminya tanpa berbicara sama sekali dan setelah selesai ia lilit tangan suaminya dengan perban ia dengan kesal memukul tangan itu hingga abarahm merintih kesakita "Awawaw, sayang.." windi segera merapikan kotak P3K tersebut lalu ia segera bangkit, "Aku mau tidur, baju mu sudah ku siapkan ada di atas meja." Windi segera menaruh kembali kotak tadi ke dalam lemari sedangkan abraham segera bangkit dari duduknya dan pada saat ia berjalan tak sengaja kakinya terbentur kaki meja "Aw..." abraham mengangkat kakinya yg sakit sedangkan windi sama sekali tak beraksi ia malah langsung membaringkan tubuhnya ke ranjang lalu segera menyelimuti tubuhnya lalu segera tidur, sedangkan abraham yang ingin di perhatikan istrinya berbicara "Sayang kaki ku.." windi malah menjawab "Obati saja sendi aku sudah mengantuk, dan nanti kalok kamu mau tidur jangan lupa lampunya di matikan."
Abraham yg mendengar jawab istrinya sedikit sedih ia berguma dalam hati 'Apa dia marah..' abraham pun pasrah lalu memutuskan untuk berjalan untuk mengambil pakianya walau ia harus menahan rasa sakit kakinya lalu ia pun mulai mengganti pakainya setelah itu ia menyusul istrinya ia terlebih dahulu mematikan lampu baru ia naik ke atas kasur ia menatap wajah istrinya yg sudah terlelap dalam tidur anehnya wanita itu meneteskan airmata "Apa kamu sekesal itu sehingga di tidur mu kamu harus menangis." Abraham menghapus air mata istrinya lalu ia mencium keningnya dan kembali membaringkan tubuhnya lalu ia pun memeluk istrinya dari belakang, pada pukul 12 malam terdengr suara tangis kedua anaknya yg kembuat windi terbangun dan ia baru sadar kalok ia di peluk oleh suaminya dari belakang perlahan ia kelepas pelukanya lalu ia pergi melihat anak anaknya dan membawa mereka ke kasur dan mulai menyusui mereka di kasur, ia menatap suaminya ia masih teringat masalah barusan yg membuat ia sangat kecewa pada suaminya dan berbicara "Kapan kamu akan bisa percaya pada ku, apa sesusah itu kamu berubah dan selalu saja merahasiakan masalah mu dari ku." Windi merasa dadanya sangat sesak ia perlahan meneteskan air matanya keluar dan ia menangis tanpa sepengetahun abraham karna peria itu sedang tidur.
__ADS_1
Bersambung....