Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 114.Dalam Kamar


__ADS_3

Di dalam kamar Ella dan Windi tengah berbaring di ranjang sambil berbicara "Apakah dia benar benar memperlakukan mu dengan baik di sana??" Windi menjawab "Ya, dia justru memperlakukan ku dengan baik dan aku sangat bahagia bisa bersama dia."Ella menoleh pada windi "Dari gosip yg aku dengar dia itu oranya pemarah dan keras kepala. Aku yakin pasti dia pernah berbicara kasar pada mu." Windi menoleh pada Ella dan kini posisi windi berbaring menyamping menghadap Ella dan mereka saling menatap satu sama lain.


"Pernah berberapa kali, tapi aku mulai bisa memahaminya dan kami bisa mengerti satu sama lain." Ella melihat tatapan keseriusan dari mata windi, ia pun menghela napasnya pelan "Baik lah aku kalah, tapi jika suatu saat dia menyakiti mu datang lah ke sini, aku juga sudah mengganggap mu adik ku sediri." Windi tersenyum "Iya tante Ella." Tak lama kemudian Ella kembali berbicara "Ngomong- ngomong bagai mana malam pertama mu??" Ella terlihat penasaran windi yg salfok langsung menutup wajahnya "Emang keanapa tante." Ella tertawa "Punyanya besar gak??" Windi masih menutup wajahnya karna malu "Tante Ella nih apa aan sih coba ngomong yg lain." Ella tertawa.

__ADS_1


"Jangan bilang punnya sebesar belalai gajah."Ella semakian tertawa, sedangkan Windi semakin malu "Ih tante Ella gak lucu, kita ganti topik aja." Perlahan Ella berhenti tertawa lalau kembali berbicara "Terus apa yg harus kita bicarakan??" Windi menjawab "Oh iya tante, sekecil mana??" Ella menjawab "Udah tidur, habis di suntik ia menaggis lalu kami memutuskan untuk pulang cepat , eh di jalan tau-taunya ia tidur jadi pas pulang langsung di masukin ke ayun di dapur." Windi berbicara "Padahal aku ingging menggendonya, soalnya dari lahir windi cuman lihat dia sekali itu pun gak lama."


Ella tersenyum menatap Windi, "Nanti kalok udah banggun kamu boleh gendong dia , mending kamu tidur aja dulu ini juga kan udah siang hari jadi beristirahatlah." Windi mengganguk lalu memejamkan matanya ella yg melihat Windi sudah memejamkan matanya ikut juga memejamkan matanya. Namun ia kembali bangun karan mendengar ketukan pintu dari luar yg meneriakinya "Ella cepat keluar anak mu sudah bangun, berhenti lah bermalas-malasan seperti anak kecil mama mu ini masih banyak kerjaan." Ella terpaksa bangun dan berteriak "Iya ma.." dari ranjang tidurnya lalu segera ke kamar mandi dan mencuci wajahnya.

__ADS_1


Ella berbicara "Kenapa bisa dia tidur di Sofa, ku kira dia sudah pulang kayak gak ada kerjaan aja" ibunya menatap putrinya "Sudah diam aja, urus aja anak mu dan jangan urus rumah tangga orang lain." Ibunya pun  pergi memeriksa kue yg tadi ia oven.


Bersambung.... 

__ADS_1


__ADS_2