Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 215.Josua


__ADS_3

Bersoknya abraham berangkat dari rumahnya menggunakan salah satu mobilnya dan di antar Roy,"Tuan, kenapa sekarng kita harus kerumah anaknya dulu harusnya langsung saja ke tempat ayahnya." Abraham dengan santai menjawbnya "Apa kamu lupa peria itu sudah tua tentu saja ia pasti akan di jaga ketat penjaganya, dan jika kita pergi tanpa pemberitahuan mungkin kita akan di kira penjahat bukan kah kamu tau peria tua itu tak bisa menggunakan sosial bedia." Roy menjawabnya "Lalu kenapa harus anda yg datang padanya bukanya ada bisa meminta tuan mario saja." Abraham menatap Roy "Mata mu itu jangan hanya bisa melihat depan saja, apa kamu tak menyadari 3 mobil hitam yg mengikuti kita." Roy mendengar hal itu terkejut lalu melirik kaca sepion mobil dan benar saja ada namun mobil itu sedikit menjaga jarak dan dari plak nomor mobilnya tidak salah lagi itu mobil dinas abraham "Mana saya tau, kalok bapak mertua saya juga ikut, lagi pula aku kuliah jurusan Ekonomi malah dapat kerjaan tambahan buat menyadari orang di sekitar." Abraham menjawabnya dengan kesal "Apa kamu mauberhenti dan fokus di kantor saja." Sontak roy langsung menjawab tuannya "Jangan lah tuan, tadi saya cuman bercanda tadi." Guma Roy dalam hati 'mana mau saya berhenti lagi pula gaji nya juga gedek dari yg di kantor apa lagi di kantor kerjanya lebih membuat ku pusing, setidaknya yg ini tidak, tapi yg di taruhkan antara hidup dan mati, tapi ini demi anak dan istri.'

__ADS_1


Abraham menjawab "Tak papa kalok kamu berhenti nanti zefano yg akan menganti mu di dekat ku, kamu urus aja kantor." Roy yg mendengar hal itu lantas panik "tuan Abraham jangan lah, saya masih punya ibu dan istri yg  hamil bagai mana saya kasih makan mereka nanti??" Abraham menjawab santai "Pikir sendiri, itu urusan mu bukan urusan ku." Roy bingung harus mengatkan apa lagi, jadi ia menyerah "Baiklah saya salah mengatakan hal tadi saya mintamaaf tapi jangan gantikan saya tuan." Abraham menghela napas pelan "Sampai di sana aku mau yg mengantarku nanti zefano kamu gantikan Saja dia mengurus anak buahnya yg ada di mobil, jika kamu masih mau bekerja di sampingku di sini." Roy mengangguk ia hanya bisa pasrah "Baik tuan." Tak lama mereka sampai lalu Roy turun dan langsung membuka pintu untuk tuannya "Satau lagi, aku mau kamu membeli makan kesukan pak tua itu, ku dengar ia suka croissant di toko xxx." Roy mengangguk lalu abraham menemui sorang satpam dan satpam itu membawanya masuk dan dari belakang mobil lain dan dua orang tak asing bagi roy menghampirinya di ikuti 6 orang, mario menatapnya "Kenapa tidak masuk ??" Roy terlihat menghela napas pelan "Tuan meminta ku membeli makanan pak tua itu."

__ADS_1


Roy menatap Zefano "Aku gunakan mobil yg kamu pakai, tuan Abraham katanya mau hari ini kamu yg menyetir untuknya." Roy memberikan kuci padanya lalu ia pergi berasam salah seorang penjaga tadi jadi yg tersisa hannya 5 orang yg menjaga di luar rumah dan yang masuk adalah mario dan Zefano dan mereka menemukan tuanya yg duduk di ruang tengah bersama seorang peria yg merupakan seorang artis muda dan terkenal usianya 23 tahun dan namanya josua pradipta,peria itu berbicara pada Abraham "Astaga om, lama gak jumpa kalok gak salah kita pernah ketemu dulu waktu aku SMA kelas 3 kalok gak salah sekarang om sudah gedek dan tadi aku dengar om udah punya anak yah." Abraham dengan kesal menjawabnya "Berhenti memangil ku om, karna aku bukan om mu." Josua yg sadar kalok abraham tak suka di sebut 'om' berpikir pangilan lain untuknya "Kalok gitu aku pangil kakak." Abraham sudah mulai tak tahan di situ "Cepat beri tau ayah mu jika aku mau berkeunjung." Josua langsung menjawabnya "Kasih ongkos dong." Abraham menghela napas pelan "Kamu berani pada ku tapi takut pada mario." Sebenarnya Josua itu sangat takut pada mario makanya sedari tadi ia mengoceh pandanganya hanya pada Abraham, karna jika peria itu datang ia hanya bicara seperlunya dan orangnya juga sangar jadi josua tak berani padanya, sedangkan Abraham menurutnya orangnya pemarah jadi ia memang senagaja membuatnya kesal sehinga peria itu keminta untuk cepat dan saat itu lah ia mengambil kesempatan untuk meminta uang jajan.

__ADS_1


Sedangkan peria itu langsung bersemangat untuk berangkat ia segera pergi mandi setelah ia mengganti pakaianya dengan style ala orang korea tidak lupa masker hitam setelah itu ia berangkan ke bang untuk mencairkan cek itu setelah itu ia pergi ke mal untuk berbelanja beragam pakian yg sebenarnya hanya memenuhi lemarinya saja dan tak mungkin ia pakai dan setelah puan membeli ia pun memutuskan untuk pergi pulang namun ketika melewati taman ia tak sengaja sekilas melihat sorang gadis yg sedikit menarik perhatianya karna dress yg ia pakai merek mahal apa lagi wanita itu sangat cantik dan terlihat duduk di kursi taman bersama seorang gadis lagi"Wah jekpot ini ketemu cewek secakep ini, jarang bisa ketemu cewek secakep ini." Josua memarkirkan mobilnya di parkiran taman lalu ia mengaca wajahnya "Dia tak mungkin menolak peria setampan seperti ku." Lalu ia mengambil kaca mata hitamnya tudak lupa maskernya dan memakinya lalu turun dari mobil dan meamsuki daerah taman dan ia mulai berjalan ke arah wanita tadi, pada saat ia sudah dekat ia langsung menayap mereka "Halo gadis gadis??" Mereka sama sekali tak menoleh guma josua dalam hati 'Dasar sombong.' Lalu josua berhenti di depan mereka "Halo gadis cantik.." sontak mereka menoleh satu sama laian "Nona windi apa ia memanggil mu??" Windi mengeleng "Kamu kalik.."josua menghela napas pelan "Tentu saja anda nona, bukan sahabat anda."

__ADS_1


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2