
Tak terasa waktu berganti kini Jesi,
Mario, ibu Roy dan Roy mengantar dua orang yg akan menikah itu fitting baju sebelum hari Ha karna mereka mau pernikahan ini berjalan dengan lancar tanpa ada masalah, dan yg membantu Roy untuk memilih pakian adalah Mario sedangkan Jesi yg membantunya mencari gaun adalah ibu Roy, di ruang pakian peria roy terlihat sedang memilih, ia pertama tama menarik jas berwarha abu abu "Sepertinya ini bagus..." dan Mario langsung menatap tajamnya "Tidak, itu sama saja seperti pakian mu ke kantor." Roy kembali menggantungkan pakian tadi setelah itu ia kembali mencari, begitu juga dengan Mario dan Roy mendapat berberapa pakian Hitam lalu ia mulai bertanya pada mario "Bagai mana dengan warna hitam ini ." Sontak mario menoleh ke belakang "Bisakah kamu memilih pakian yg lain jangan hitam itu sama saja dengan pakian kantor mu, kalok bisa pilih lah warna jangan yg hitam, biru atau Abu abu pokonya jagan warna gelap aku sudah bosan melihat mu memakinya."
__ADS_1
Roy menghela napas pelan lalu ia mencari lagi lalu ia menemukan jas berwarna ungu "Kalok yg ini bagai mana??" Mario kembali menoleh dan ia makin kesal"Wah sepertinya kamu mau jadi seorang duda ruapnya.." seketika Roy menaruh kembali pakian tadi lalu berguma dalam hati 'Ternya susah bukan main mempersiapkan pernikahan, apa lagi dapatnya bapak mertua yg banyak protes begini. Tapi apa boleh buat aku mau anaknya jadi harus sabar menghadapi bapaknya.' Ia kembali memilih dan tiba-tiba terdengar suara mario "Coba kamu pakian ini aku mau melihat kamu." Sontak Roy kembali menoleh ke belakang dan ia terkejut karna warna yg di angkat Mario adalah warna putih, namun karna dia di minta oleh calon bapak mertuanya ia pun menurut lalu ia segera mencoba warna putih tersebut lalu ia mulai menggantinya di ruang ganti, setelah selesai ia keluar dan ia terlihat kurang suka.
"Apa tak ada warna lain??,aku takut memakai pakian warna putih begini nanti takutnya kotor di acaranya." Mario menjawabnya "Pakian mu itu takan kotor, kamu bukan lagi anak kecil yg makan celemotan kamu itu sudah besar dan jika pakain mu itu kotor itu tandanya kamu aja yg tidak bisa hati-hati, ayo sekarang kita keluar mungkin mereka sudah selesai.' Mario pun segera berjalan keluar dari ruangan tersebut di ikuti Roy, di laur terlihat jesi dan ibunya Roy yg sedang berbicara namun karna mereka membelakangi jadi tak terlalu jelas pada saat mario berbicara "Jesi.." sontak gadis itu berbalik lalu ia tersenyum dan berjalan menghampiri ayahnya sambil menggangkat roknya yg mekar dan terlihat corak bunga berwarna putih yg begitu cantik yg berkilau pada gaun tersebut dan gaun itu juga panjang ke belakang dan Jesi terlihat sangat cantik menggunakanya dress itu di desain tak memiliki lengan dan di bagian belakang rambunya di pasang Veil putih yg nanti akan di gunakan pada saat menikah untuk menutup wajah pengantin , sedangkan Roy seketika terdiam ia tak menyangka jesi secantik itu apa lagi ketika ia tersenyum hal itu membuat jantungnya mulai berdebar.
__ADS_1
Setelah fitting baju selesai mereka pergi makan namun kali ini ibu Roy tak bisa ikut karna ia memiliki janji dengan temanya jadi yg pergi makan hanya Roy, mario dan Jesi mereka memutuskan untuk makan di restoran korea karna keinginan jesi jadi mereka memesan kimbap, ramyeon, Jjajangmyeon, Tteokbokki dan chicken wing. Untuk jesi ia memutuskan untuk makan Jjajangmyeon dan untuk Roy memilih untuk makan Tteokbokki dan untuk mario ia memakan ramyeon , untuk tempat duduk sudah pasti yg duduk bersampingan adalah mario dan Jesi, sedangkan Roy sendiri di depan. Mereka mulai menikamati makanan tersebut dan jesi terlihat sangat senang "Eanak banget...." jesi melihat makanan Roy yg terlihat menaraik, lalu ia mulai bertanya "Kakak Roy jesi mau coba sedikit makanan kakak boleh, nanti kakak juga coba punya jesi." Roy yg mendengar hal itu mengangguk lalu mereka bertukar dan mencoba makanan tersebut setelah mencoba mereka kembali bertukar dan mario yg melihat hal itu langsung menoleh pada putrinya lalu menawarnya "Apa kamu mau coba juga...." Jesi yg di awar begitu langsung mengganguk namun kali ini bukan jesi yg mengambil makanaan tersebut namun peria itu sediri yg menyuapi putrinya, di sisi lain orang-orang yg makan di situ terlihat melirik pada jesi dan mario lalu diam-diam berbisik mungkin karna mario menyuapi putrinya orang salah sangka dan mengira jika mario adalah suger dady.
Dan yg sadar hal itu hanya Roy dan Mario karna mario tak mau ada kesalah pahaman nanti ia mulai memangil Jesi "Nak nanti habis ini kita ke makam mama mu." Jesi mengangguk lalu berbicara "Nanti kita bawakan mawar biru juga yah paa, gak papa kan pa??" Mario tersenyum "Gak papa kok nak, papa juga sering bawakan mawar biru ke sana." Sedangkan Roy mulai berbicara "Aku bisa ikut juga gak pak??" Mario menjawabnya "Tentu, sebagi calon menatu kamu harus tau di mana makan mama mertua mu." Dan setelah mereka berdua berbicara seperti itu sontak orang yg membicarakan mereka tadi berhenti membicarakan mereka dan tak berani melirik pada mereka lagi.
__ADS_1
Betsambung....