Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 227.Keguguran


__ADS_3

Sesampai di rumah sakit Windi langsung di tangani oleh Dokter namun mereka sudah terlambat janin yg tak berdosa itu tak bisa di selamatkan jadi setelah janinnya keluar dan Windi yg sudah merasa kelehan menahan rasa sikit perutnya langsung pingsan, Abraham belum tau apa yg terjadi hingga ia di bawa ke ruangan dokter dan dokter itu mengatakan "Your wife had a miscarriage because she took Mifepristone pills, which are pills that are used to abort content and are strictly prohibited from being sold carelessly without a doctor's approval.(Istri anda mengalami keguguran karena mengkonsumsi pil Mifepristone yaitu pil yang digunakan untuk menggugurkan kandungan dan dilarang keras untuk dijual sembarangan tanpa persetujuan dokter)." Abraham yg mendengar haitu begitu terkejut "my wife can't do that. if from the start my wife knew she was pregnant she would not intend to abort her because she also likes small children.(istri saya tidak mungkin melakukan itu. jika dari awal istri saya tahu dia hamil dia tidak akan berniat untuk menggugurkannya karena dia juga suka anak kecil.)" Dokter itu kembai menjawabnya "If so, then how could she have a miscarriage? One hour before she felt pain, did she eat or drink something that a young pregnant woman is not allowed to eat.(Jika demikian, lalu bagaimana dia bisa mengalami keguguran? Satu jam sebelum dia merasakan sakit, apakah dia makan atau minum sesuatu yang tidak boleh dimakan oleh ibu hamil yang sedang hamil muda)."

__ADS_1


Abaham mengingat-ingat tiba tiba ia teringat pada saat ia pulang istrinya sedang makan dan meminum sesuatu, dan kondisi saat ini mereka menduga duga jika di antara para pekerja hotel itu ada yg merupakan anak buah Kevin yg menyamar "Excuse me for a second.(Permisi sebentar)" Abraham keluar dari kamar lalu ia menelfon no Roy dan langsung di jawab "Halo taun, bagai mana keadaan nona??" Abraham bukanya menjawab ia kembali bertanya "Apa makanan yg dia atas meja dan minuman yg istri ku minum masih ada??" Roy menjawabnya "Oh itu baru saja di ambil pelayan hotel." Abraham yg mendengar hal itu terkejut "Cepat cegat dia karna aku sangat membuthkan itu!!" Roy yg mendengar hal itu lantas panik "Zefano jaga tuan muda kecil."  lalu ia berlari ke luar dari kamar tanpa mematikan sambungan telfon dan rupanya orang yg membawa piring kotor tadi baru masuk ke dalam lift namun lift sudah tertutup lalu Roy ke lift satunya dan masih saja belum terbuka "Sialan.." ia berlari melalui tanga darurat yg dimana mereka da di lantai 20 dan ia harus berjalan dari lantai 20 hotel sampai ke lantai dasar yaitu 1 namun karna gak sanggup ia kembali masuk ke ke dalam lantai 10 berharap lift sudah tidak terpakia untungnya ketika ia menekan tombol lift pintu mulai terbuka lalu ia segera masuk dan menekan tombol lift "Ku mohon semoga masih sempat.." tak lama pintu lift terbuka dan ia segera keluar dan menuju dapur hotel untungnya masih di tumpuk ke aras wastafel dan kebetulan belum di cuci "I beg you to stop, don't do the dishes. (Saya mohon Anda untuk berhenti, jangan mencuci piringnya.)" Seketika orang-orang menoleh pada Roy dan peria itu terlihat terengah-engah lalu menghampiri wastafel tempat cuci piring "Which dirty plates and glasses did you pick up from the VVIP Room on the 20th floor.(Piring dan gelas kotor mana yang Anda ambil dari Ruang VVIP di lantai 20.)"Wanita itu memang sedikit bingung tapi ia tetap mengambilnya lalu memberikanya untungnya belum terkena air maupun sabun dan akhinya roy bisa bernapas lega lalu ia kembali mendekatkan hpnya pada telinganya "Ada tuan, apa yg harus ya lakukan??"abraham menjawabnya "Bawa ke rumah sakit." Roy tak berani bertanya untuk apa tapi ia hanya menurut dan membawa piring yg berisi sisa makanan dan minuman yg tinggal sedikit yg belum habis di minum oleh nonanya.

__ADS_1


Sedangkan di sebuah klub malam selena terlihat berjoget dan di sekelilingnya banyak peria yg mendekat dan di tanganya terdapat satu botol win, yg sesekali ia minun sedangkan berapa peria yg gatal itu pelan pelan menyentuh bagian sensitifnya ia seperti itu karna senang mendengar kabar jika rencana mereka berhasil dan tinggal melanjutkan ke rencana berikutnya, sedangkan dari jauh sekertarisnya yg kesal melihat kelakukan bisnya, ia sambil meminum satu gelas win dan kewin menghampirinya "Nona apa saya boleh duduk si sebelah anda??" Wanita itu mengangguk walau wajahnya sedikit jutek, kevin duduk di sebelahnya dan meminta bartender membuatkanya minum setelah itu ia menoleh pada arah pandang sekertaris selena lalu ia tersenyum "Ternyata wanita yg terkenal pandai dalam berbisnis dan  berinvestasi  dan di juluki Queen of investors, Ternyat siafatnya seperti ini." Wanita yg ada di sampingnya terliht kesal "Cih, dia hanya bisa memalukan nama perusahaan saja. Andai saja aku yg berkusa akan ku pecat dan usir dia.." Kevin menjawabnya "Aku bisa saja mengabulkan keinginan mu bahkan lebih." Wanita itu terkejut lalu menoleh pada Kevin "Apa itu, katakan pada ku.." kevin tersenyum lalu mendekatkan bibirnya pada telinga gadis itu dan membisikan sesutu ke telinganya dan ketika di mendengar rencana dari kevin, sebuah senyuman terukir di bibirnya "Baiklah akan saya lakukan." Tak lama  bartender tadi menyodorkan minuman untuk kevin dan hanya sekali minum, minuman itu sudah habis lalu kevin bangkit dan mengelurkan kartunya untuk membayar "Baiklah saya tunggu kerja mu." Setelah selesai membayar ia segera pergi.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2