Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 236.Jackpot


__ADS_3

Besoknya Windi berangkat di antar simon ke sebuah spa dan peria itu pun dengan senang tiasa menunggu di luar dan setelah nonanya selesai kali ini mereka berangkat ke sebuah salon karna Windi mau memotong rambutnya pendek karna anaknya kini ketika di gendong selalu  menarik rambutnya yg panjang hingga membuatnya begitu kesakitan dan membuat rambutnya rontok, sekalian ia juga mau creambath, dan yg menyarankannya untuk memotong rambut pedek adalah bik ijah dan karan itu ketika suaminya pulang semalam ia pun membicarakan pada suaminya dan peria itu setuju .Sesampai di salon yg mereka tuju simon pun segera memarkirkan mobil lalu mereka segera turun "Simon apa benar ini salon yg di sarankan suami ku pada mu." Simon mengangguk "Tuan sering memotong rambut di sini juga." Windi masuk dan ia langsung di sambut olah seorang peria yg lemah gemulai "Halo nona windi, ayo duduk di sini." Ia menunjukan sebuah bangku untuknya sedangkan Windi sedikit terkejut karna ia belum memberitau apa saja yg mau ia lakukan tapi dia sudah di suruh duduk saja, lama windi terdiam akhirnya simon menepuk bahunya dan berbisik padanya nonanya itu "Tuan sudah memberitau padanya jadi nona tinggal duduk saja." Windi yg mendengar hal itu akhirnya paham lalu ia pun segera duduk ia langsung di pasangkan kain agar rambut yg terpotong tidak mengenai leher atau pun masuk ke pakain windi "Astaga rambut nona ini cantik sekali, sayang sekali kalok di potong pendek." Windi tersenyum.

__ADS_1


"Ya aku juga sangat sayang bila rambut ku di potong pendek, tapi apa boleh buat kan sekarang punya anak yg udah mau gedek dan lagi aktif aktifnya jadi suka tarik tarik rambut kalok lagi di gendong sampai rontok rambut ku di tarik mereka."peria yg lemah gemulai itu pun menyisir rambutnya ke belakang "Ngomong nomong anak nona sudah berusia berapa bulan??" Windi menjawabnya "Usia mereka 5 bulan jalan ke 6 bulan." Peria itu tersenyum "Seusia dong sama anak kedua saya." Windi sedikit terkejut "Masnya udah menikah??" Ia mengguk "Sudah punnya dua orang anak dan banyak yg orang yg seperti nona gak sangka karna saya sudah menikah padahal gaya aja begini kalok lagi sama istri saya yg paling tegas, makanya istri saya itu mau sama saya." dan ia kembali melanjutkan kata katana "anak saya yg nomor satu, tahun ini baru masuk SD dan yg baru lahir tahun kemarin tadi usianya baru 5 bulan jalan ke 6 bulan dan mereka berdua perempuan." Windi semakin penasaran jadi selama peria itu memotong rambutnya ia terus berbicara dan windi memanfaatkan hal ini untuk curhat juga "Apakah anak anda juga suka tertawa sendiri padahal tak ada yg bermain denganya??" Peria itu tersenyum "Tentu saja ada tapi tidak sering" Windi menghela napas pelan "Anak saya yg ke dua itu suka ketawa sediri padahal gak ada yg main bersamanya dan anak saya yg keduanya itu hanya diam saja,kadang bikin saya malas bergadang kalok gak di temanin suami."peria itu terkekah pelan .

__ADS_1


"Astaga nona windi hal itu di bawa santai aja, memang mata batin anak kita akan terbuka ketia bayi dan akan tertutuk ketika anak kita beranjak dewasa." Windi menjawab "Semoga saja." Peria itu pun selesai memotong "Bagai mana nona, ini potongan yg tuan abraham sarankan." Windi melirik pada kaca "Cantik.." setelah memotong rambut kini mereka melalukan creambath dan di sana juga mereka berbicara seputar anak anak sedangkan simon masih senang tiasa menunggu nonanya sambil duduk di sofa dan setelah 2 jam di salon akhirnya mereka sudah selesai kali ini windi mau ke rumah sakit untuk memeriksa setelah mengalami keguguran karna katanya bisa di periksa setelah 2 minggu sehabis keguguran atau 3 minggu sehanis keguguran dan karna sudah 2 minggu jadi windi memutuskan untuk pergi memeriksa mumpung anak anaknya sedang tidak bersamanya dan mereka menuju rumah sakit milik Abraham dan di sana Windi di periksa mungkin agak sedikit menyakitkan tapi windi masih bisa menahan rasa sakitnya dan mereka baru kembali dari rumah sakit menjelang sore sesampai di rumah windi malam ini tidak memasak jadi yg memasak untuk malam ini adalah pelayan.

__ADS_1


"Yang benar sayang??" Windi mengangguk "Tapi jika kamu mau tunda juga nanti biar malam ini aku minuk pil." Abraham langsung memeluknya "Sayang aku mau kok, aku tak masalah kalok punya anak lagi." Abraham melepas pelukannya lalu menatap istrinya "Lagi pula kalok aku di kasih anak 5 atau 10 pun aku mau." Windi yg mendenagr hal itu terkejut "Jangan 10 lah, 5 aja udah cukup." abraham tersenyum "Baiklah 5 anak." Setelah itu mereka melanjutkan  perjalanan mereka ke meja makan dan selama di meja makan abraham terlihat gemira dan bersemangat dan ia juga sekali gus penasaran apa yg kembuat istrinya berubah pikiran  "Sayang apa yg  membuatmu menginginkan seorang anak lagi??" Windi menjawabnya "Tadi waktu di salon aku berbiaca dengan masnya yg kamu suruh memotong rambut ku, katanya semenjak anak ke duanya lahir putrinya yg pertama sekarang betah di rumah dulu dia suka di sekolah karna katanya bayak teman dan sekarang dia lebih suka di rumah apa lagi katanya sekarang ruamhnya sudah tidak terlalu sunyi karna katanya anak pertamanya selalu bermain dengan adiknya, dan aku berpikir bagai mana nanti jika anak-anak kita besar dan mereka hanya berdua dan rumah kita ini yg terlalu besar mungkin jika mereka punya seorang adik mereka tidak hannya berdua saja dan kamar kita yg besar ini tidak akan sunnyi." Abraham yg mendengar hal itu tersenyum dan berguma dalam hati 'Yes, untung saja aku menyarankan dia pergi ke salan itu dan sekarang aku mendapat jackpot, sepertinya aku harus mengirim uang tambahan sebagai ucapan terima kasih.'

__ADS_1


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2