Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 28.Nasehat Jek


__ADS_3

Tak lama setelah mereka sampi di R.S.xxx, dokter yg menangani ibu Windi menyatakan ibu Windi tiada karna serangan jantung.Windi begitu hancur mendengar hal itu ia tak henti menangis, hinga pemakaman ibunya ia masih terus menangis. Tak terasa 1 mingu berlalu tepat pada Chek up kehamilan Windi yg ke 7 minggu.


Windi seperti orang yg tak di berimakan 1 tahun wajahnya pucat dan ia terlihat lesu karna tiap malam menangis,Bahkan Jek yg memeriksa kandungan Windi heran dengan perubahan derastis Windi,"Dokter Jek, bagai mana keada aan bayi saya???".


"Bayinya sehat, tapi ibunya harus menaiki berat badannya lagi,karna mengandung bayi kebar itu semakin lama maka semaki besar maka semakin berat pula. Itu akan menyulitkan mu beraktifitas seperti biasa ".


"Saya akan usahakan dok".


"Nona Windi, bisakah saya bicara empat mata dengan Ham, bukan maksutkuĀ  Abraham".


"Bik lah, aku permisi".


"Hati-hati sayang".Windi keluar dari rungan Jek di ikuti Roy,"Ham, kenapa istri mu semakin kurus??".


"Sepertinya karna kematian ibunya ".


"Apa kau tidak memaksanya untuk makan??".


"Dia bilang gak napsu makan, jadi aku gak maksa".


"Kenapa otak pintar mu itu cuman bisa memikirkan diri sendiri, sampai-sampai istri yg sedang berbadan tiga tidak di urus,jika dia tak selera makan paksa saja di makan".

__ADS_1


"Paksa dengan kasar??".


"Halus lah, lu kira cowok gitu yg bisa kamu kasari".


"Menurut ku gak guna deh ,Orang anak ku sehat kok, untuk apa kawatir dengan istri ku, mungkin istri ku ingin menjaga bodinya".


"Ham, kamu punya otak kan".


"Punyalah, lah lu kira gua bodoh".


"Kalok Windi tiada, lu kira anak lu masih bisa hidup!!!",Abraham terdiam,Jek kembali berbicara, "Jangan permainkan hati istri lu deh Ham,istri lu saat ini lagi butuh suport dari lu, tapi lunya yg gak peka."


"Trus apa urusanya dengan mu,dia istriku dan hak ku ingin memanjakanya atau tidak itu terserah aku kenapa kamu yg repot."


"Tapi nona, tuan tidak..".


"Aku tau dia orang yg serius, dan tipe orang yg tidak pernah berbohong".


Pada saat Windi akan pergi, "Nona mau ku antar??".


"Tidak usah, aku naik taxsi saja"

__ADS_1


"Tapi nona tuan".


"Aku sedang ingin mampir ke suatu tempat untuk menenangkan diri,biarkan aku pergi sendiri."


"Baik nona".


"Jika suami ku mencari mu, katakan saja aku sedang mencari udara segar dan sedang ingin sendiri saja ".


"Bik nona ".Windi pun pergi Roy yg melihat Windi pergi merasa bersalah,Tak lama kemuan Abraham keluar dari ruangan Jek,"Roy, dimana istri ku??".


"Nona sedang izin prgi ke luar untuk mencari udara segar, katanya dia ingin sediri ,dia akan pulang naik taxsi nanti.".


"Birkan lah di menenangkan dirinya dulu,mungkin dengan cara ini dia bisa mengiklaskan kepergian ibunya".


Guma Roy dalam hati 'Jadi penyebab nona ber berapa hari ini kurang semangat karna tidak adanya dukungan dan semangat dari orang orang yg dekat denganya seperti tuan,apa lagi dengan kata-kata tuan barusan, nona pasti semakin tidak bersemangat .'


"Roy, antar aku pulang, setelah itu kamu bisa kembali ke kantor"


"Apa tuan akan kembai bekerja dari rumah??"


"Ya ,sampai kondisi Windi membaik"Mereka pun segera pergi.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2