
Sesampai di dalam Restoran Windi melirik ke sekelilingnya tak lama kemudian ia melihat Robet dan pada saat di hampirinya meja tersebut ia sempat terhenti pada saat melihat paman Robet,Guma Windib'Kesana gak yah, mukak pamanya serem lagi. Bagai mana ini??'
Robet yg melihat Windi yg terdiam melambaikan tangnya mengatkan mereka ada di sana Windi dengan berat hati menghampiri mereka dan duduk di sebuah kursi kosong yg memang sudah di sediakan untuk Windi.
"Paman perkenalkan ini teman Robet.." Paman Robet melirik Windi lalu tersenyum. Namun senyuman itu menurut Windi sangat mengerikan, dengan rasa takut yg sudah di tahan dan berusaha membalas senyumanya walau sedikit kaku.
Robet yg pandai membaca situasi langsung memberi kide pada pelayan untuk membawa makanan, Satu persatu pelayan datang dan membawa makanan pembuka beserta minuman,Guma Windi 'Makana apa aan nih..., dikit amat, Kalok gini kapan kenyangnya.
Windi tetap menikmati makananya dan berusaha mengikuti cara makan Robet karna di takut malu tanpa ia sadari paman Robet memperhatikan Windi memegang garpu dan pisau serta sekali kali terlihat melirik Robet yg makan."Santai saja, makan seperti bagai mana kamu makan di rumah." Windi terdiam,
__ADS_1
Guma Windi 'Apa aku ketahuan.'
Belum selesai makan Robet sudah memberi arahan lagi untuk mengantarkan makana utama kali ini yaitu Steak, Windi mencoba memotong daging tersebut namun tidak terpotong sama sekali Sedangkan Robet sudah menikmati makanan kali ini paman Robet kembali melihat Windi yg kesusan lalu mengambil piringa dan Windi lalu di potongnya dan di berikan kembali.
Windi mulai merasa malu "Terima kasih.." Pamanya tersenyum "Sama sama, lain kali kalu tidak bisa mintak tolong saja jangan sungkan."Windi hanya membalas dengan senyuman dan pada saat ia menoleh pada Robet Temanya itu terlihat menahan tawanya,
Guma Windi 'perpisaha apa ann ini,bukanya memberi kesan istimewa malah malu maluin aja...'
Windi yg sadar karna terus di lirik oleh Robet langsung menoleh temanya itu "Kenapa kamu menatap ku terus makan sudah makanan mu." Robet tersenyum "Aku sudah kenyang, apa kamu mau??"Robet memberikan makananya pada Windi.
__ADS_1
Windi dengan senag hati menerimanya dan kembali melanjutkan makananya "Sepertinya aku akan sangat merindukan mu.." Windi memberhentikan aktifitas makanya sebeantar lalu menatap temanya itu "Bukanya kita masih bisa Telfonan kenapa harus rindu, kayak pasangan yg lagi LDR aja...".Windi kembali menikmati makanya.
Setelah mereka makan Robet mengantar panya pulang lalu mereka berdua jalan jalan. Kesoknya Windi mengantar Robet ke bandara paa saat pesawat akan Take off Robet mememeluk Windi "Sepertinya aku akan merindukan sahabat kecil ku ini, tolong titipkan salam ku untuk isabel dan katakan padanya 'Jangan suka ngambekan nanti cepat tua'."
Windi tersenyum "Kamu juga jaga kesehatan mu selama di Rusia."
"Tenag saja, walau kamu tidak meminta aku makan, aku akan tetap makan."Windi tetsenyum lalu Robet melepas pelukannya "Aku pergi dulu,jaga diri mu baik baik..." Robet pun segera pergi bersama pamanya.
Selama Robet pergi hubungan mereka terus berjalan lancar lancar saja Windi dan Robet masih terus berkomunikasai justru Robetlah tempat Windi mencurahkan isi hatinya pada saat ia di kelurkan dari sekolah. Sebenarnya Robet ingin membatau Windi tapi kondisi Robet saat ini tidak memungkinkan karna ia masih bersembunyi dari kejaran polisi hinga yg ke 5 tahun Robet di Rusia tiba tiba tidak ada lagi kabar darinya dan Awalnya Windi sangat kawatir dan terus berusaha menekfonya selama setahun namun gagal dan ia pun menyerah dan pada saat ia bertemu di restoran ramen tadi Windi begitu bahagia tapi ia berusaha menutupinya karna ia tau suaminya pecemburu jadi dia biasa saja.
__ADS_1
Bersambung.....