
Setelah acara tersebut selesai Abraham dan Windi segera kembali ke hotel sedangkan Roy dan Jesi bersama sama pulang ke hotel tempat mereka menginap Di perjalanan mereka saling diam hingga Roy dengan berani membuka pembicaraan."Jesi nanti kamu kemas barang barangmu."
"Apa kita sudah mau pulang tuan Roy??".
"Tidak,tapi kita akan pindah ke hotel tuan Abraham tadi".
"BENARKAH!!".Sontak supir texsi yg mengantar mereka menoleh ke sepion dalam dan di sadari Roy."Kecilkan suramu sedikit."
"Ups..."Jesi pun mengecilkan suaranya lalu mendekatkan wajahnya pada Roy "Tuan Roy kenapa tidak dari awal kita tingal di sana".
Sontak wajah Roy memerah lalu ia pun menolehke saming agar tidak terlihat Jesi"Kamu terlalu dekat...".
"Benarkah...." Sontak Jesi yg mendengar hal itu langsung memperbaiki posisi duduknya lalu menoleh ke samping sepertiyg Roy lakukan karana wajahnya memerah mendengar ungkapan Roy tadi,dan mereka kembali diam.
'Guma Jesi dalam hati'
Setelah mendengar perkataan tuan roy kok aku menjadi malu yah.
Sesampi di depan kamar hotel pada saat Windi membuka pintu kamar langsung terlihat banyak Bungga - bungga dan Balon serta Lilin yg sudah di hias di kamar tersebut.Windi masuk dan terlihat wajahnya begitu kagum melihat setip sudut kamar yg di penuhi dengan bunga mawar sesampi Windi di kamar mereka terlihat buket bunga mawar dan indah serta sebuah kotak di sampinya serta di taruh di kasur mereka,Windi menoleh ke belakang lalu menatap Abraham dengan wajah yg bahagia....
"Seharusnya dari kita menikah aku memberi hadiah tapi....,maaf baru sekarang aku mau memberi mu kado",Windi pun menanis mendengar perkataan Abraham "Ku kira hik....Setelah mama meninggalkan aku hik...Aku bakal sendiri hik....".
__ADS_1
"Itu tidak benar karna aku akan selalu di sampingmu sampai kapan pun",Abraham pun segera menghampiri Windi lalu menghapus air matanya Setelah Windi sudah terlihat tenag Abraham pun menggambil kotak tadi pada saat di buka terlihat sebuah kalung berlia dan entah berpa harganya kalung itu terlihat begitu elegan Abraham pun memasng kalung tersbut ke leher Windi."Kau terlihat cantik memakainya".
"Terima kasih sayang".
"Justru aku ingin berterima kasih pada mu,karna kamu dengan bodohnya mau menikah dengan peria keraskepala seperti aku."
"Emang kamu keras kepala??".
"Semua orang selalu berkta seperti itu pada ku".
"Menurt ku adalah pria yg jarang di temukan."
"Kok bisa gitu???".
"Emang aku suka bersih yah???".
"Kamu kira siapa ku,aku ini mantan obe di kantor mu.Setiap ada ob yg lambat membersihkan ruangan mu akan langsung kamu pecat saja apa lagi di kamar semua barang mu di tata sangat rapi,kamu mngigatkan ku dengan salah satu karakter Anine Husbu ku bangaet namanya Levi".
"Wah kalok gitu kamu gak perlu suka Anime lagi kan ada aku".
"Yah beda lah levi juga ada manisnya dan tingginya hanya 160,kalok kamu gak manis tapi ganteng sama ketingian".
__ADS_1
"Tingi ku cuman 165 kok".
"Sayang,aku bukan anak SD yg bisa kamu tipu aku tau tinggi mu".
"Emang berapa??".
"190 kan ,aku aja hanya setinggi dada mu,mana ada orang setingi kamu 160 .Tingi ku saja 163".
"Ya ya ya kamu yg menag",Windi pun meraih tangan Abraham "Ayo kita mandi bersama".Mereka pun bersama sama menuju kamar mandi.
Sepulang Samuel pada saat ia memasuki kamarnya terlihat seorang winita yg hanya menggunakan lingeries yg dudu di kasur.
"Sayang kamu dari mana aja aku sudah lama menunggu mu??".
"Aku baru pulang dari acara Abraham".
"Kenapa kamu tidak memberi tahu ku??".
"Kamu sih pada saat di telfon tidak mengangkatnya".
"Padahal ingin sekali ku seleding peria itu".
__ADS_1
"Sudah lah sayang"Samuel pun menghampiri wanita tersebut lalu mengecup bibirnya"Kita bersenag senang saja malam ini"Samuel pun mendorong tubuh wanita tadi .
Bersambung.......