
Kini satria duduk di pangkun ayahnya luis dan peria itu betbincang dengan abraham dan windi "Kenapa rasanya saya masih tak menyangka kok nona yg ada di samping ada itu istri anda.." abrham menjawab "Emang apa yg membuat mu tak menyaka kalok aku suaminya??" Luis melirik mereka berdua "Karna wajah mu terlihat lebih tua sedangkan istri mu terlihat lebih muda." Abraham menghela napas pelan "Tentu saja, karna istri ku memang lebih muda dari ku dan beda kami 9 tahuan." Luis yg mendengar hal itu terkejut "Cukup jauh yah, aku saja sama mantan istri ku hanya beda 3 tahun." Tiba tiba windi menyela pembicaran mereka "Sayang, apa kalian saling mengenal??" Abraham mengangguk pada saat ia akan bicara windi kembali menyela "Sejak kapan, kenapa aku tak pernah melihat kamu dekat denganya??" Abraham masih bisa berusaha tenang dan menjawab "Pada saat aku kembali dari jepang tadi." Windi yg mendengar hal itu terkejut "Apa benarkah, jadi pada saat kejadian itu.." Abraham mengangguk lalu windi kembali bertanya "Wah, untung saja kalin baik-baik saja. Waktu itu bagai mana para polisi menyelamatkan kalian aku penasaran." Abraham yg kesal mengambil hpnya lalu memberikan pada istrinya "Cari saja di internet semdiri." Windi mengambil hp suaminya itu lalu Abraham kembali bicara dengan luis.
__ADS_1
"Bagai mana luka mu, kenapa kamu sudah keluar dari rumah sakit ??" Luis tersenyum "Sebenarnya aku belum boleh keluar dari rumah sakit tapi karan kerjaan ku di kantor masih banyak jadi aku harus kembali bekerja demi anak dan ibu ku." Abraham yg mendengar hal itu menjadi iba "Memang kamu bekerja di mana??" Luis menjawab "Aku bekerja di perusahan xxxxx,karna perusahan itu kebetulan dekat dengan rumah ku jadi pengeluran kami jadi sedikit hemat karna dekat. Namun bulan depan kami harus pindah karna rumah yg kami tempati harus kami jual. " Abrham yg mendengar hal itu sedikit terkejut "Kenapa kamu mau menjual rumah mu??" Luis menjawab "Setelah aku kembali dari rumah sakit ibu ku memberi tau jika surat rumah kami itu ruapnya sudah di gadai mantan istri ku diam-diam dengan nominal yg cukup besar dan karna aku tak bisa membayarnya jadi rumah kami akan di sitah padahal anak ku bulan depan sudah berusia 4 tahun dan anak itu sangat ingin masuk sekolah dan aku berencana memasukanya TK yg kebetulan dekat rumah ada TK juga namun rumah kami harus pindah dan mungkin aku harus mencari sekolah yg lain, Tapi aku tak perlu lagi hawatir dengan uang untuk memasukanya ke sekolah, berkat uang yg anda berikan itu mungkin akan cukup untuk anak ku berapa tahun ke depan dan saya sangat berterima kasih tuan Abraham."
__ADS_1
Abraham menajdai iba pada Luis lau ia mengambil dompetnya dan memberikan kartu namanya "Ini, jika kamu berheti atau kamu butuh pekerjan telfon saja aku." Luis menerima kartu nama tersebut "Terima kasih." Tak lama kedua anaknya terbangun sontak windi kenaruh hpnya lalu memperhatikan kedua anaknya yg terbangun "Wah,anak mama udah bangun.." windi memeriksa popok mereka ruapanya masih penuh jadi windi pun menggantikanya sedangkan Satria yg meliat itu terkejut "Papa, adeknya pup.." anak itu terlihat tertawa lalu luis mulai menjelaskan "Adaeknya gak pup nak, itu popok adeknya udah penuh jadi mamanya ganti." Anak itu kembali terkejut "Kok bisa penuh papa??" Lalu abraham yg menjawab pertanyaan itu "Itu karna adeknya banyak kencing di popoknya makanya penuh." Anak itu kembali bertanya "Emang adeknya gak bisa pergi kencing ke kamar mandi???" Abraham dan luis yg mendengar hal itu di buat tertawa dengan rasa penasaran anak itu sedangkan anak itu mulai bingung lalu luis pun mulai menjekaskan "Astahga nak, biar papa jelasin yah, itu adeknya belum bisa jalan dan adeknya juga masih kecil makanya di kasih popok biar nanti kalok mau kecing atau pup nanti di popoknya aja." Anak itu kembali bertanya "Oh jadi adekna masih kecil lalu bagai mana dengan Satria, satri kan juga kan masih kecil tapi satria bisa pergi ke kamar mandi."
__ADS_1
Tak terasa waktu berganti kini Abraham dan Windi bersiap-siap untuk pulang karana sudah sore dan mereka di bantu luis untuk berkemas setelah mereka berpisah di parkiran, selama perjalanan Windi kedua anaknya untungnya mobil yg mereka bawa kacanya berwarna hitamĀ jadi windi tak terlihat dari luar sedang menyusui, lalu mereka berhenti di sebuah toko "Kau mau membeli sesuatu dulu.." windi mengangguk lalu Abraham segera turun dan dari dalam mobil windi dapat melihat suaminya dari dalam namun ia tak tau apa yg sedang suaminya beli dan tak lama suaminya datang dengan membawa sebuah keresek hitam "Itu apa sayang??" Abraham menaru keresek tadi ke tengah mereka "minuman, aku melihat mu diam saja dari tadi jadi aku memutuskan untuk membeli minuman. Kalok aku beli cemilan kamu pasti kesulitan untuk memakanya jadi aku membeli muniman saja." Windi tersenyum pada suaminya "Makasih yah, kalok giti boleh buka minumanya aku mau minum." Abraham membuka minuman tersebut lalu membantu istrinya untuk minum." Setelah selesai minum Abraham kembali menjalankan mobil dan kalia ini selama perjalanan windi mau membuka pembicaran,mungkin moodnya sudah kembali setelan meminum minuman yg abraham berikan padanya adalah minuman yg sangat ingin ia coba dan waktu di pantai ia sempat melihat di sebauh warung dan ingin sekali ia pergi membeli namun mereka harus kembali agar tidak kemalaman sampai kerumah dan Windi hanya menurut untungnya Abraham sadar hal itu jadi ia sengaja menghetikan mobilnya untuk membeli minuman itu saja untuk istrinya.
__ADS_1
Bersambung....
__ADS_1