
Mereks segera bersiap-siap dan turun ke bawah untuk sarapn pagi,mereka datang dengan berpeganggan tangan dengan wajah yg bahagia, mereka pun dangan segera duduk di meja makan dan menikmati sarapan pagi mereka,Dari jauh Jesi dan Kristin diam-diam mengintip Abraham dan Windi,
"Tin, lihat gak lu??".
"Ia gua lihat,tumben amat tu singga jadi kucing"
"Biasanya tu singga ngomel mulu,untung ada kucing betinanya, jadi harimaunya gak ngomel ngomel lagi".
"Konspirasi apa lagi ini??,mungkin kah kini harimau telah menemukan pawangnya".
"Sepertinya hidup kita akan aman"
Jesi menatap Kristin dan tersenyum,Kristin menutup muka Jesi dengan tanggannya,"Liat mukak mu itu bikin jijik aja tauk"Jesi melepas tangan Keristin dari wajahnya"Lu mungkin jijik,tapi kan kalok lu di banding gue yg paling dekat Roy kan gua."
"Tapi belum tentu Roy sukanya sama lu".Jesi pun menarik rambut Kristin, demikian juga dengan Keristin mereka saling menarik rambut satu sama lain, hingga persembunyian mereka di ketahui Roy.
*********
"Sayang, kapan Roy sampai,aku jadi gak sabar mau lihat si kecil"Windi cepat-cepat menghabisi makananya,"Jangan cepat-cepat gitu, entar keselek lo"Windi hanya mengangguk sambil menghabiskan makanannya,Setelah selesai makan Windi melihat piring Abraham tidak ada yg berubah sama sekali,Windi menatap tajam suaminya,"Kok makanannya gak di makan"
"Oh, aku lagi gak lapar."Ia tersenyum menatap Windi,"Kalok kamu gak makan nanti kamu gak punya tenaga buat gendong aku".
"Kan kamu udah gedek"
__ADS_1
"Kalok kamu gak mau nanti ku suruh Roy aja yg gendong".
"Eh... kamu jangan berani-beraninya suruh Roy gendong yah, kalok gak ku..."
"Mau apa kamu??"
"Nanti Gak ku bawa kamu liburan ke Jepang" Windi terkejut,"Kamu mau ke Jepang???".
"Iya,ada urusan pekerjaan sambil berlibur buat nenangin diri biar gak banyak pikiran".
"Aku mau ikut juga".
"Gak ah,aku gak mau bawa cewek manja ikut".
"Aku lok gak manja, memang kenyataan di gendong itu enak".
"Kalok ya, emang kenapa??".Abraham yg kesal menjepit hidung Windi hingga Windi memukul mukulnya karna kesakitan,Tiba-tiba terdengar sura dari belakang mereka,"Ehem...."Abraham menoleh ke belakang,"Roy sudah berapa lama kamu di belakang kami???".
"Baru saja tuan,tapi sepertinya kita akan terlambat ke rumah sakit karna tuan belum menghabiskan makanan anda tuan".
"Lalu apa masalah ke rumah sakit dengan makanan ku??".
"Kalok kamu gak makan nanti sakitnya gak mau sembuh".Abraham menoleh ke arah Windi,
__ADS_1
"Aku gak suka makan sa...".Tiba-tiba terdengar suara dari dapur seperti orang yg bertengkar,
"Roy coba ku priksa di dapur, sepertinya ada yg bertengkar".
"Baik tuan".Roy pun memeriksa di dapur, dan terlihat Jesi dan Keristin saling menarik rambut,"Ehem.."Mereka masih tidak mempedulikan Roy,"Ehem.."Jesi dan Kristin sama sama melepas tarikan rambut mereka dan menatap ke depan.
"Ada apa??"mereka sama sama berbicara, Bertapa terkejutnya mereka ternyata Roy,sontak mereka berdua segera merapikan baju mereka dan rambut mereka serta tersenyum menatap Roy,"Ada apa kak??"tannya mereka bersama sama,"Apa kalian ada masalah, mengapa bertengkar".
"Emang kami berdua terlihat ada masalah"Jesi merangkul Kristin,"Kau benar"di balas rangkulan dari Kristin,Roy tersenyum,"Kalok begitu,untuk kalian berdua,jika tuan dan nona sedang sarapan jangan mengganggu"tiba-tiba senyuman tadi menjadi mengerikan,"Baik lah ,kami tidak akan mengganggu lagi"mereka menunduk dan merasa bersalah,Tiba-tiba terdengar dari jauh Abraham memanggil Roy,"Kalok gitu aku pergi dulu,lain kali jangan di ulang".
"Baik kak Roy".
"Siap kak Roy".Roy menarik napas pelan,setelah itu pergi menghampiri Abraham."Ada apa Roy ??".
"Bukan apa-apa tuan,tadi hanya ada masalah kecil saja".
"Oh, kalok gitu ayo kita pergi".
"Tapi tuan sudah makan??".
"Sudah".Windi berdiri dari duduknya lalu menggandeng tangan Abraham,"Cuman lima suap doang kamu makannya".
"Kan sama aja itu makan".
__ADS_1
"Tapi..."Abraham dengan cepat menutup mulut istrinya yg bawel itu,"Kita harus segera ke Rumah Sakit "tampa bicara panjang lebar mereka segera keluar dari rumah di ikuti Roy.
Bersambung......