
Windi yg di beritau kalok dia lah yg di sebut sontak terkejut tak percaya "Maaf tapi apa kita pernah mengenal??" Josua tersenyum "Mungkin tidak atau ya entah lah, tapi dari wajah mu tidak asing bagi ku mungkin kita pernah bertemu, mungkin di sosial media atau sebagainya." Windi yg mendengar hal itu baru mengingat ingat dan ia teringat foto pria yg ia beri tau Abraham waktu itu, windi menatapnya "Anda bisa membuka masker dan kacamata anda??" Peria itu mengangguk lalu melepas masker dan kaca matanya, windi seketika terkejut ketika tau kalok dia ruapanya peria itu dan dari nama sosial medianya windi tau kalok namnya adalah Josua prdipta sontak ia bangkit dari duduknya "Apa anda aktor itu??" Tiba tiba terdengar suara Jesi "Aktor apa??" Windi menoleh ke belakang "Oh iya peria ini seorang aktor, aku tak tau jelas apa judulnya tapi dia aktor di filem yg viral sampai ke mancan negara itu, kalok gak salah namnya Josua pradipta." Jesi yg mendengar hal itu terkejut dan ikut berdiri "Apa kamu yg menjadi Aria??" Josua mengangguk seketika jesi terlihat senang "Astaga tuhan tak ku sangka kalau aku akan melihat mu secara langsung dengan penampilan baru mu, setu ku rambut mu dulu panjang tapi sekarang kamu memotongnya pendek. Tapi kamu masih terlihat tampan.." mata jesi berkaca kaca melihatnya.
Josua tersenyum "Oh tadi kemaren aku motong rambut ku karna serisnnya sudah selesai."windi menatap jesi "Jika kamu menggemarinya kenapa kamu tak mengenalinya." Jasi menjawabnya "Berapa hari ini aku tidak pegang hp karna papa marah kaya gak baik buat ibu hamil, jadi aku nonton tv aja, makanya aku gak tau apdetan para artis yg aku folow di sosial media ku." Lalu josua kembali bertanya pada windi "Dari mana kamu tau kalok aku seorang aktor apa anda juga mengikuti ku di sosial media ku??" Windi menjawab "tidak, aku tau kamu sorang aktor karna mlihat di internet...." belum selesai Windi bicara Jesi langsung bicara "Apa saya boleh minta foto, saya penggemar berat anda.." peria itu mengangguk lalu jesi menoleh pada Windi "Nona bisa minta tolong foto pakai hp nona dulu, hp ku masih sama bapak." Windi mengangguk lalu jesi pun mendekat pada Josua dan mereka berdiri bersebelahan lalu jesi merangkul pingang Josua agar lebih dekat lalu windi berbicra "Apa sudag siap??"jesi mengngguk lalu bergaya begitu juga dengan josua lalu windi pun memgambil gamar dan balu satu gambar tiba tiba terdengar dari jauh sorang wanita yg berteriak "Aaaa ada kak Josu.." sontak jesi melepas rangkulanya lalu mereka menoleh ke belakang dan benar saja terlihat wanita yg merupakan penggemar fanatiknya josua dan bahkan ia datang bersama banyak temanya dan josua sangat hafal jika mereka adalah penggemarnya yg tak henti meminta foto denganya dan bahkan sampai mengancamnya yang membuat managernya sudah memintanya untuk menghindari mereka "Sial.." ia lari lalu wanita tadi ikut mengejarnya namun sempat-sempatnya ia berteriak "Nama mu siapa??" Windi berteriak "Nama ku windi, teman ku Jesi." Josua mengakat tanganya dan memberi isyarat jempol yg berati (oke).
__ADS_1
Tak lama setelah kepergianya jesi langsung melihat hasil fotonya dan tak lama kemudian Simon datang dengan mendorong Stroller karna ia baru membawa Rafayel dan Faer jalan jalan "Tadi kenapa orang orang berlari ke sana??" Windi menoleh ke belakang "Tadi ada artis.." lalu windi pun menunduk dan melihat anak anaknya yg sudah tidur "Apa tadi saat kalian jalan jalan mereka tidur??" Simon mengangguk"Iya, makanya kami sudah kembali."windi bangkit "Ayo kita pulang." Windi menoleh pada jesi "Bagai mana bumil mau di antar??" Jesi menjawab windi "Boleh, tapi antara ke rumah papa aja, kalok di rumah gak ada teman jadi jesi mau ke rumah papa aja." Windi mengangguk lalu mereka segera pergi.
Malamnya abraham pulang dan windi langsung menghampirinya dan membawakan jasnya "Anak anak mana??" Windi menjawab "Bik ijah dan Kistin sedang menidurkan mereka, karna tau kalok kamu akan pulang jadi aku turun ." Abraham sama sekali tak ada pergerakan untuk pergi sedangkan windi mulai binggung "Kenapa gak jalan sayang, nanti makanan yg sudah ku siapkan atas meja dingin lo." Abraham menunjuk bibirnya dan windi yg paham langsung mendekat dan mengecup bibir suaminya sebentar (Cup) "Sudah.." abraham menrik kepala istrinya lalu mengecup keningnya hinga membuat windi terpangku karna terkejut lalu Abraham mendekatkan bibirnya pada telinga windi "Apa kamu mengoda ku sayang, apa kamu sudah menunggu ku untuk berolahraga malam ini." Windi yg mendengar hal itu lantas meundur "Kamu apa aan sih bisk begitu siapa juga yg menggoda mu." Abraham tersenyum lalu menunjuk baju Windi pada saat ia menunduk ia baru sadar jika dua kancing bajunya terbuka dan bahkan dadamya sedikit terlihat karna ia tadi baru menyusu anak-anaknya dan lupa mengancing bajunya lagi sontak ia menutup kembali "Maaf, tadi aku baru menyusu anak anak jadi lupa mengancingnya lagi." Abraham tersenyum lalu merangkul istrinya mendekat "Ayo kita pergi makan." Windi meangguk lalu mereka pun segera pergi sesampai dia atas meja Abraham duduk di kursinya dan ketika melihat makanya membuanya tergoda"Apa kali ini kamu memasak soto makasar??" Windi mengangguk "Iya.." abraham langsung mencicip kuahnya "Wah enaknya."windi tersenyum "Iya dong, itu aku buatan ku pakai resep rahasia ibuk ku dulu makanya senak itu soal dia pernah kerja di sebuah tempat makan yg menjaul soto makasar."
__ADS_1
Bersambung.....
__ADS_1