
Di subah kamar terlihat sepasang suami istri tengah memadu kasih dan terlihat juga peria baru selesai melakukan pelasan dan ia terlihat berkeringat begitu juga wanita cantik yg ada di bawahnya "Kakak Udah aja yah kakak, jesi udah capek." Roy bukanya mengangguk ia malah menggeleng "Sekali lagi yah.." Jesi menghela napas pelan "Kakak dari tadi bilang sekali lagi tapi kenapa lama banget sekalinya, kita udah dari jam 11 malam dan sekarang entah jam berapa."Roy menjawab jesi "Orang kita belum lama mainya palaing ini jam 12 jadi sekali ini aja lagi, setelah itu kita tidur, oke."Jesi tak bisa menolak karna ini permintaan suaminya jadi ia mengangguk sedangkan Roy yg mendapat persetujuan kembali tersenyum lalu kembali melanjutkan permainya padahal itu sudah jam 2 siang namun setamina peria yg belum lama ini mendapat setatus sorang suami itu masih kuat dan bahkan mereka baru selesai jam 3 pagi dan tidur dalam posisi saling berpelukan di ranjang.
__ADS_1
Paginya jesi terbangun karna ia merasa ada tangan yg menyentuh lenganya menggoyangkan tubuhnya "Sayang, Tadi ada makanan sudah di antar, nanti kamu jangan lupa makan."jesi perlahan membuka matanya dan ia sedikit terkejut karna suaminya itu sudah rapi dengan jas "Oh iya jam berapa ini kak??"Roy santai menjawab "Jam 7 sayang.." Jesi terkejut "Astaga kakak nanti kamu telat menjemput tuan Abaham entar kamu di marahin lo."Roy berusaha menahan tawanya mendengar perkataan istrinya "Tenang aja aman aja kok, orang hotel tempat kita menginap gak jauh dari perusahaan" jesi menatap suaminya itu "Tapi tetap aja biasanya kakak jam segini sudah sibuk sana sini untuk berangkat kerja." Roy mendekat istrinya yg mesih berbaring di ranjang itu lalu mencium pipinya setelah itu ia menatap wajah gadis itu"Tenangaja kamu gak usah hawatir.Oh apa kamu mau ikut, aku masih bisa menunggu mu karna rapanya akan mulai jam 9 nanti." Jesi menggeleng "Jesi masih capek karna kakak semalam."Roy terkekah mendengar penuturan istrinya itu "hahaha, dasar kamu ini selalu aja buat aku gemes tauk." Roy mencubit hidung jesi pelan setelah itu ia bangkit "Kalok gitu aku pergi dulu nanti jangan lupa makananya di makan cepat takutnya nanti dingan dan juga, nanti kalok mau ke kantor kasih tau aku dulu dan kalok mau keluar membeli sesuatu jangan lupa pakai penunjuk Arah biar gak kesasar, oke." Jesi mengangguk "Kakak hati hati juga nanti di jalan."Roy menggauk lalu ia segera mengambil berapa barang baranya setelah itu ia pun pergi.
__ADS_1
Sedangkan jesi segera bangkit lalu mengunakan bathrobe yg sudah di siapkan roy untuk Jesi di atas meja dekat kasur "Astaga kakak selalu aja begini kalok." Jesi tak bisa menahan senyumnya dengan segala perhatian yg ia dapat dari roy peria itu selalu saja memperhatiknya, lalu ia berjalan menuju sofa yg mengadap luar dan di atas mejanya sudah tersedia berberapa makanan, jadi terlebih dahulu ia membuka tirai dan terlihat lah pemandangan kota karna kini mereka menginap di sebuah hotel bintang lima dan mereka berada di bagian paling atas sehinga jesi dapat melihat pemandangan kota tokyo dari kaca hotel "Wah cantiknya pemandangan di sini." Jesi pun segera pergi ke sofa lalu ia mulai memakan sarapanya "Em enaknya, emang kak Roy tau aja yg jesi suka. Memang debes sudah makan Ramen dan di tambah Karaage."Jedi dengan lahapnya memakan makanan tersebut.
__ADS_1
Miting itu pun di mulai untungnya semuanya berjalan dengan baik dan mereka mau bekerja sama dengan mereka setelah itu mereka pun mengantar orang-orang tadi pergi setelah itu mereka kembali ke ruangan masing masing lalu mulai melanjutkan pekerjaan mereka hinga jam menunjuk pulul 12 siang yaitu pulul makan siang Roy memutuskan untuk membeli kopi karna kini ia merasa mengantuk dan ia berjalan ke mesin minuman dan tak sengaja bertemu Sakura yg terlihat baru membeli minuman juga "Eh kita ketemu lagi.." sakura juga sedikit terkejut karna bertemu Roy lagi, lalu Roy memasukan koinya setelah itu ia menekan tombol minuman yg ia mau lalu jatuh ke bawah setelah itu ia pun mengambilnya lalu membukanya "Oh iya sudah berapa lama kamu bekerja di sini??"Sakura menjawab dengan gugup "Aku sudah bekerja di sini selama 7 bulan."Roy menjawabnya "Wah cukup baru juga, tapi kenapa kamu tak memberi tau ku kalok kamu bekerja di sini."Sakura bingung harus menjawab apa karna saat ini sangat gerogi sampai sampai ia tanpa sadar hanya memainkan penutup kaleng minuamanya tanpa membuaknya dan Roy yg melihat hal itu menoleh pada tanganya "Sini biar aku yg buka."Roy menyerhkan menumanya lalu ia mengambil menuman tadi setelah itu ia mulai membukanya untuk sakura tanpa ia sadari Abraham melihat apa yg ia lakukan sekarang "Astaga Roy, padahal sudah tau datang sama istri tapi masaih aja sikap gak bisa di jaga."
__ADS_1
Bersambung..
__ADS_1