Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 188.Hadiah


__ADS_3

Setelah Filem yg mereka tonton selesai windi segera mematikan tv tersebut "Ha..., sekarang apa yg kita lakukan??" Abraham turun dari ranjang lalu ia pergi ke sebuah lemari lalu mengambil sesuatu di sana sedangkan windi yg penasaran mulai bertanya "Kamu lagi nagapin sayang??" Abraham mengelurkan sesuatu dari dalam lemari dan rupanya yg di ambil abraham ada sebuah kotak merah lalu ia mendekat pada istrinya "Tebak ini apa??" Windi menjawab "Itu isinya cincin.." abraham menggeleng dan windi kembali menjawab "Gelang atau kalung." Abraham tersenyum "Salah satu dari mereka." Windi menjawab "Kalung yah..." abraham mengangguk "lalu ia membuka isi kotak tersebut terdapat sebuah kalung hati kecil namun windi hanya menaggapinya hanya kalung bisa, abraham menatap istrinya "Cantik bukan..." windi menatap sinis suaminya "Berapa harga kalung itu, jangan bilang kamu beli mahal mahal lagi, perhiasan di rumah aja banyak yg tidak di pakai sekarang kamu beli lagi..."abraham berusaha menengkan istrinya dengan mejelaskan apa istimewanya kalung tersebut "Begini saya dengarkan penjelasan ku dulu, kalung ini memang aku buat khusus dan harganya mungkin mahal tapi kalung ini beda dari yg lain lo coba kamu lihat baik-baik." Windi menatap kalung itu, cukup lama windi menatapnya namun kalung itu sama saja seperti kalung biasa"Sama aja kayak yg lainya."

__ADS_1


Abraham kenghela napas pelan lalu mengambil kalung tadi lalu menaruh kotaknya ke atas meja"Lihat baik baik yah." Abraham pun membuka buah yg berbentuk hati tersebut dan terlihat gambar di dalamnya lalu abraham memberi tau istrinya "Coba kamu li..."abraham seketika terhenti ketika windi mendekat dan langsung melihat pada gamar kecil tersebut, walau gambar itu kecil namun terlihat sangat jelas jika yg ada di dalam gambar itu dia, abraham yg sedang menggendong anak mereka dan foto itu di ambil kemarian "Sayang bukanya ini foto tadi kemaren yah??" Abraham mengangguk "Sebenarnya aku sudah lama menyuruh untuk membuat kalung ini cuman belum ada gamar yg bagus untuk di pasang di dalamnya dan kebetulan kemarin pada saat kita foto foto kemarin menurutku gambar ini lumayan bagus jadi aku mengirim padanya dan tak ku sangka sudah sampai tadi pagi, bagus bukan aku juga ada??"Abraham mengelurkan miliknya yg ia pakia, Windi tersenyum melihat hal itu lalu ia memeluk suaminya "Bagus banget..." Abraham tersenyum lalu membalas pelukan istrinya windi kelepas pelukanya lalu ia menatap suaminya lalu abraham memakaikan kalung tadi pada leher istrinya lalu setelah terpakai windi kembali berbicara "Coba kamu menunduk sedikit sayang.." abraham menurut untuk menunduk "Seperti ini..." windi langsung mencium pipi kiri dan kanan lalu beralih ke kening dan yg terakhir kecupan di bibir dan peria itu hanya bisa terdiam karna saking terkejutnyan, setelah mencium suaminya kembali menayap peria itu "Padahal kamu yg ulang tahun tapi malah kamu juga yg kasih hadiah..." windi terlihat ceberut.

__ADS_1


Abraham yg sudah sadar dari lamunanya langsung menatap istrinya "Aku gak butuh hadiah apa pun karna masih bisa di samping mu sudah cukup untuk ku karna tak ada hadiah terindah selain istri yg perhatain seperti Windi dan anak yg gemesin seperti sikembar."Abraham mengecup bibir istrinya, windi terharu memeluk  suaminya entak kenapa ia terharu dengan kata-kata tadi lalu menangis sambil memeluk suaminya sedangkan Abraham langsung membakas pelukan itu sebenatar dan ketika ia sudah merasa kalok istrinya sudah berhenti menangis ia pun melepas pelukan tadi dan terlihat mata istrinya yg memerah karma habis menangis namuan windi malah mengalihkan padanganya karna malu dan Abraham yg melihat hal itu tersenyum "Mukanya kok nghadap situ, aku ada di depan, lihat di depan aja.." windi masih tak mau menghadap padanya  lalu tangan abraham yg mengalihkan padanganya baru mata mereka saling bertemu "Tadi kamu kenapa nangis sayang??" Windi menjawabnya "Aku nagis gara gara kamu, padahal aku sudah berusaha biar gak cengen begini lagi tapi gara gara kamu aku nagis lagi..." abraham menatap bingung istrinya "Salah aku di mana aku kan cuma ngomong biasa aja." Windi menutup wajah suaminya daengan salah satu tanganya lalu menjauhkan kepala peria itu yg semakin mendekat padanya.

__ADS_1


Windi tersenyum "Coba kamu pakai sayang??" Abraham bangkit dari pinggir ranjang lalu ia mencobanya sesuai permintaan istrinya "Bagai mana sayang.." windi tersenyum melihat suaminya "Udah cocok itu sama kamunya, soalnya kamu itu badanya atletis jadi mau pakai baju apa cocok mana pulak ganteng lagi..." Abraham melepas pakianya lalu menaruhnya kemaali ke dalam paper bag dan ia mendapat sepatu olahraga berwarna hitam campur abu abu "Sayang apa kamu mau coba sepatunya dulu??" Abraham melihat nomor sepatu tersebut "Gak usah dari nomirya aja aku udah tau ini pas di kaki ku." Abraham kembali menaruh sepatu tadi setelah itu ia kembali membuka satu lagi dan ia mendapat switer rajut lalu ia mencobanya "Bagai mana  sayang bagus gak aku memakinya??" Abraham menoleh pada istrinya dan Windi yg melihat hal itu tersenyum "Cocek banget buat kamu sayang , pakai aja selama musim dingin ini "Abraham mengangguk lalu ia membuka paper bag yg terakhir dan yg terlerlihat di dalanya terdapat sebuah topi warna biru gelap dan sbuah paper bag kecil lagi yg abraham tebak adalah jam tangan dan benar saja pada saat ia buka ternyata sebuah jam lalu ia membali menaruh barang barang tadi ke dalam lalu semua paper bag tadi di singkirkan dari ranjang ke ruang ganti lalu ia kembali, namun kali ini ia berbaring di pangkuan istrinya "Gak terasa yah sayang sudah akan berganti tahun, tahun kemaren perasaan aku masih sendiri ngarayainya dan tahun ini sekarang sudah bertiga jadi ranya sudah gak sunyi  dan tidak membosankan ." windi membelai rambut suaminya pelan "Siapa suruh gak mau nikah cepat, udah umur 30 baru mau nikah itu pun karna sakit kalom gak sangkit mungkin kamu akan melajang." Abraham menjawab istrinya "Habisnya cewek kayak kamu susah banget ketemunya , aku mah maunya ceweknya kayak kamu gak mau yg lain." Windi yg mendengar hal itu menjadi malu-malu sedangkan Abraham senang melihat hal tersebut karna memang hal yg ia syukuri adalah ia menikah wanita seperti windi walau banyak kata kasar yg keluar dari mulutnya ia masih bertahan dan selalu ada untuknya yg membuat dia begitu berharga di hidup dan selalu memperhatikanya dan menghawatirkanya sebab gadis seperti windi ini sudah jarang di temui di jaman sekarang.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2