Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 155.1 Januari


__ADS_3

Di sebuah restoran Jesi bersama ayah Kandungnya Mario makan "Nak, kamu mau makan apa??" Dari nominal yg tertera sudah membuat gadis itu melongok"Papa, buaknya ini terlalu mahal." Ayahnya melihat angka yg ada di menu "Mahal dari mana, justru ini termasuk sangat murah, kalok kamu binggunga biar papa aja yg pilih." Mario pun memilih beragam makanan dan pelayan yg dari tadi ada di sana langsung mencatat semua pesananya setelah selesai ia pun pergi ia teringat apa yg terjadi setelah pertunaganya dengan Roy.


Flesbek on...


Setelah pertunanganya Jesi dan Roy di rumah orang tua angkat Jesi kini mereka berdua mendatangi ayah kandung Jesi untuk meminta restu peria paruh baya itu, di perjalanan ke tempat tinggal ayahnya Roy terlihat sangat gugup berapa kali ia melap tanganya yg berkeringat dan Jesi yg melihat hal itu hawatir lalu betanya "Kak Roy kenapa??" Roy tersenyum lalu menoleh pada Jesi "Aku hanya sedikit gugup aja." Jesi mengerti tak lama mereka sampai di sebuah raumah sederhana namun  berada di komplek mewah pada saat pintu gerbang terbuka Roy pun membawa masuk ke dalam rumah dan memarkirnya di belakang mobil kelasik milik Ayah Jesi, ketika mereka turun Jesi begitu kagum karna ia tak tau ayahnya memiliki rumah sederhana dan mewah ini lalu mereka pun segera ke depan rumah, Roy tak berani mengetuk pintu jadi Jedi yg mengetuk pada saat pintu terbuka memperlihatkan seorang pelayan "Apa anda nona Jesi." Jesi mengguk lalu pelayan tadi mempersilahkan Jesi masuk lalu gadis itu masuk.

__ADS_1


Di dalam memang tidak berlantai dua tapi rumah itu sangat lebar dan luas, jesi yg melihtanya sangat kagum di dinding juga banyak di pajang foto mendiang ibunya dan Foto masa kecilnya ia mengikuti pelayan tadi hingga sampai di Garden yg ada di belakang rumah dan terliht ayahnya yg sedang menyiram bunga-bunga di sana, ia perlahan mendekati ayahnya "Papa sedang apa??" Sontak Mario menoleh pada putrinya "Astaga akhirnya kamu sampai putri papa." Mario langsung memeluk putrinya "Kamu hari ini sangat cantik, kamu habis dari mana." Jesi bingung bukanya seharusnya ayahnya tau tentang pertunanganya hari ini dan Roy bilang ayahnya sedang sibuk tapi pad saat jesi mendatangi ayahnya rupanya peria itu sedang menyiram bungga "Apa papa sedang sibuk??" Mario menggeleng "Papa tidak sibuk di hari minggu, kalau senin sampai saptu papa baru sibuk." Jesi semakin meragukan perkataan Roy "Apa papa tau hari ini adalah hari pertunangan putri papa."


Mario yg mendengar hal itu sangat terkejut "Dengan siapa kamu bertunangan, apa bersama anak berandalan itu??" Jesi tak mengerti siapa yg ayahnya sebut anak berandalan dan  ia hanya menjawab "Kak Roy pa, apa surat undangan tak sampai ke tempat papa??" Mario menggingat berapa waktu lalu Roy datang dan memberi taunya sebuah suart undamgan namun peria itu membukanya dari jauh jadia ia tak tau sia yg betunangan dan Roy hanya menyebutkan No rumah acara pertunanganya dan tanggal serta jamnya ia tak di beritau kalau itu putrinya seketika ia marah "Di mana Roy, sekarang bawa dia di hafapan ku." Roy yg masih berdiri di dalam rumah dapat mendengar suara mario sampai ke dalam rumah "Gila, dia pasti sedang marah."


Jesi yg melihat ayahnya yg marah berusaha menenangkanya "Papa sudah tenang dulu, papa kenapa marah??" Maria memijat keningnya yg sedikit "Surat yg kamu maksud memang sampai, tapi berandalan itulah yg membacanya dan aku sama sekali belum menyentuh atau membacanya secara langsung. " Jesi yg mendengar hal itu sedikit kecewa pada Roy karna tak benar benar memberikan suat tadi pada ayahnya karna ini adalah hari yg sangat penting bagi Jesi "Apa anak berandalan itu ada di dalam??" Jesi mengguk lalu ayahnya pun segera ke dalam sedangkan jesi yg melihat apa ayahnya siaram sedikit membuatnya teringat masa lalu dengan ibunya, ketika mereka menanam berbagai jenis bunga bersama dan salah satu bunga favorit ibunya adalah bunga mawar biru bukan hanya karna warnanya tapi karna makna kesetiaan di dalamnya, dan bunga yg ada di taman ayahnya ini banyak jenis bungga bahkan bungga mawar biru juga ada yg sekelilinya di beri pagar dan berada di tengah taman kecil itu "Papa masih saja ingat dengan apa yg paling di sukai mama." Jesi pun memutuskan untuk menyusul ayahnya.

__ADS_1


Roy terlihat senang kalu ayahnya Jasi suka, peria itu pun kembali betanya "Kapan kalian akan menikah, apa tahun depan atau menunggu tiga bulan lagi." Roy dengan antusias menjawab "Bulan depan." Mario yg mendengarnya naik darah dan melempar Roy dengan bantal kecil yg ada di sofa, sedangkan Jesi yg melihat ayahnya yg marah langsung menahanya "Tenang papa." Roy yg di lepmpar seketika kembali tak berani untuk bicara "Apa kamu sudah menyentuh putri kecil ku ini." Jesi terus menengkan yahnya dan Roy hanya menggeleng "Saya takan merestui pernikahan ini, dan pertunangan ini harus di batalkan. Jika kamu setuju untuk menikah dengan putri ku tahun depan maka aku akan merestuinya dan selama pertunangan ini berjalan kamu tak beleh membawanya keluar sampai malam hari, kamu juga jika ingin membawa ia jalan harus seijin ku, dan jika kamu berani menyentuh putri ku sebelum menikah maka p**** mu akan ku potong agar kamu tak bisa lagi menyentuh putri ku  ." Roy yg mendengar hal itu lantas mengguk karna takut, jesi yg mendengar hal itu hanya bisa menghela napas pelan lalu Roy pun berbicara "Baiklah tahun depan aku dan Jedi akan menikah tapi pada tanggal 1 januari."sebenarnya mario masih belum setuju namun putrinya berusaha meyakinkanya jadi ia menerima semua ini.


Sejak hari itu jesi tinggal di rumah ayahnya bahkan ia tak di boleh kan keluar tanpa seijin ayahnya namun ia tak pernah sedih atau kesal karna menurutnya ini bentuk kasih sayang setelah skian lama tak bertemu, tak lama terdengar suara pintu terbuka dan para pelayan yg mengantarkan makanan Untuk mereka yg membuat jesi segera sadar dari lamunanya.


Bersambung....

__ADS_1


Maaf Bab 155 lambat ke up, soalnya semalam kebanjiran jadi saya di sibukan oleh banjir😅


__ADS_2