Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 190.Sarapan


__ADS_3

Siangnya Jesi terbangun namun karna itu masih pagi jadi ia mulai meraba sapingnya tempat bisa ia menyimpan hp namun tak sengaja tanganya mengenai wajah Roy "Aw.." Jesi yg mendengar suara tersebut mulai terkejut sontak ia bakit lalu ia menarik seluruh selimut untuk menutupi tubuhnya lalu ia mendang nendang roy dan berterika "Tolong ada penjahat yg mau melecehkan ku.." Sedangkan roy sontak terbangun karna terkena tendangan bertubi-tubi dari Jesi "Sayang sakit..." Jesi baru ingat kalok dia sudah menikah jadi ia menghentikan tendanganya lalu ia menoleh pada Roy "Eh kakak Roy maaf jesi gak sengaja..."Roy menatap jesi sambil terus mengelus punggungnya yg sakit "Hampir saja kamu akam mematahkan punggung ku." Jesi terlihat merasa bersalah "Kakak jesi minta maaf."Jesi pun memegang pungung Roy lalu ikut mengelusnya pelan "Kakak jesi minta maaf yah jesi kira kakak siapa tadi."Roy menghela napas pelan lalu ia bangkit dan kini dia berhadapat dengan Jesi gadis itu terlihat takut jadi ia menutup matanya.

__ADS_1


Tak lama 'Cup' Roy mencium kening jesi "Selamat pagi istri ku.."Sontak gadis itu membuka matanya lalu menatap pada roy pria itu tersenyum padanya yg membuat dia malu, Roy sadar kalok wanita itu sedang malu jadi ia memperbaiki rambut istrinya yg sedikit kusut lalu di sampingnya ia selipkan ke belakang telinganya lalu ia membelai pipi gadis itu dan mata mereka saling bertemu "Boleh aku.."Roy menunggu jawaban dari istrinya itu dan jesi dengan malu, malah bertanya "Tapi kakak gak akan sampai ke sana dulu kan??"Roy tersenyum dan mengangguk "Aku gak mungkin menuntut hak ku sekarang, tapi kalok mencium mu saja boleh kan??"Roy tersenyuk pada Jesi dan gadis itu dengan malunya mengangguk dan Roy yg mendapat lampu hijau dari jesi langsung menyambar bibir gadis itu , jesi memang belum pandai membalas jadi ia sedikit kaku dan Roy yg merasa dapat balasan dari ciumanya merasa senang dan terus mencium bibir gadis itu hinga mereka berbaring ke kasur Roy masaih terus menciumnya dan bahkan mulai menyentuh bagian dada jesi dan bahkan gadis itu mengelurkan suara.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar "Jesi.."Mereka pun mengakhiri ciuaman panas tersebut lalu mereka salaing menatap satau sama lain "Apa itu suara ayah mu??"Jesi mengangguk lalu Roy segera menyingkir dari atas tubuh jeds sedangkan gadis itu segera bangkit dari baringnya lalu ia memperbiki rambutnya serta pakayanya lalu ia segera membuka pintu dan pada saat pintu terbuka terlihat mario membawa napan yg dia tasnya terdapat gelas yg sepertinya berisi air jahe "Ini papa buat kan untuk mu, papa hawatir nanti perut mu sakit lagi seperti kemarin jadi jangan lupa di minum yah."Jesi menganggul lalu Menerima napan tersebut lalu mario membelai rambut putrinya pelan "Apa semalam kamu tidur dengan baik?" Jesi mengangguk "Bagus, nanti jangan lupa mandi dan turun nanti jam 8 karna kita akan sarapan di bawah."Jesi mengangguk lalu mario pun tersenyum pada putrinya lalu ia segera pergi sedangkan jesi kembali masuk, Abraham yg penasaran mulai betanya "Tadi bapak datang ngapain, dan apa yg kamu bawa itu??".

__ADS_1


Mereka tak melanjutkan aktifitas tadi karna suasana mulai canggung dan lebih memilih untuk mandi dan setelah nereka selesai mandi mereka mulai memainkan hp di kasur sambil menunggu jam 8 dan pada saat sudah waktunya mereka bersama-sama ke bawah dan benar saja di sebuah meja sudah terlihat mario dan ibunya Roy yg dimana di depan mereka sudah tersedia makanan sepertinya mereka sudah mengambil makanan karna sistim di hotel itu adalah makan jalan jadi orang orang yg menginap di situ boleh makan sepuasnya dan sudah di sedaikan lalu jesi dan Roy menghampiri kedua orang tuanya itu "Halo paa."Mario menatap putrinya "Oh iya papa gak sempat mengambil makanan untuk mau tadi jadi kamu ajak saja suami mu untuk mengambil makana  juga."Jesi mengangguk lalu ia menaruh hpnya di atas meja lalu ia menjak roy untuk mengambil berberapa makanan jesi lebih memilih mengambil makanan yg berkuah dan masih panas untuk menghangatkan perutnya sedangkan roy peria itu suka makanan pedas jadi ia mengambil makanan pedas dan mereka pun segera membawa makanan mereka tadi ke atas meja dan pada saat jesi akan pergilagi Mario langsung menahanya "Mau kemana lagi nak??" Jesi menjawab ayahnya "Mau ambil minum yah.." mario pun menjawab putrinya "Sekalian ambil kan buat papa, suami mu dan mama mertua mu juga, kalok untuk papa jus alpukat saja."jesi lalu menoleh pada ibu mertuanya "Mama mau minum apa??"wanita paruh baya itu menjawab "Jus jeruk boleh sayang." Jesi mengangguk mengerti lalu ia kembali menoleh suaminya "Kalok kakak mau minum apa??"Roy menjawab "Samain aja kayak mama."Jesi mengangguk lalu langsung pergi setelah kepergian jesi roy pun duduk, dan terjadilah keheningan ibu dan Ayah mertuanya Roy sibuk dengan hp mereka sedangkan roy malah gak tau apa yg harus ia lakukan jika bermain hp ia sudah mulai bosan karna tadi sebelum ke sini dia sudah puas bermain dan ia hanya berharap jesi cepat datang dan tak lama kemudian terlihat gadis itu datang membawa napan yg di atasnya bersi 4 gelas dua jus jeruk dan dua jus alpukat, Roy yg melihat istrinya suka alpukat lalu mulai bertanya "Kamu suka jus alpukat sayang." bukanya terdengar jawaban dari jesi malah kedua orang tua yg ada di depan mereka menoleh pada roy dan yg diluan buka suara adalah ibu Roy "Cie udah pangil sayang aja ni.."Sedangkan Roy malal malu lantas menunduk sedangkan jesi ia juga mulai malu namun di sisi lain tanpa mereka sadari Mario hanya bisa terdiam karna ia merasa masih tak menyangka jika putrinya itu sudah menikah dan kini sudah memiliki suami guma mario dalam hati 'Tak ku sangka sangat sulit untuk merelakan seorang anak bersama peria yg ia cinta, tapi mau di apain lagi mungkin memang saatnya aku harus belajar merelakanya.'

__ADS_1


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2