
Abraham kini tengah bersiap siap dan yg memasangkan dasi untuknya adalah Istrinya dan karna tidak tinggi jadi ia berdiri di atas kursi sambil terus memasang dasi suaminya "Kira kira jam berapa kamu akan pulang sayang??" Abraham menjawabnya "Semapai pembicaraanya selesai, jadi kalok selesainya jam 11 maka pulanya juga jam segitu." Windi menatap suaminya "Apa leher mu tidak terasa mencekik sayang??" Abraham menggeleng dan istrinya pun turun dari bangkunya "Nah sekarang sudah siap, coba kamu lihat di kaca sebentar sayang." Abraham berjalan menuju kaca, windi menghampirinya "Keren kan??" Abraham menjawabnya dengan santai "Biasa saja." Windi yg mendengar hal itu menjadi kesal lalu memukul mukul suaminya "Ih kamu ini itu baju udah aku siapa dari tadi sore dan sudah aku seterika dengan baik dan jawaban mu hanya itu." Abraham menahan pukulan istrinya dengan tanganya "Maaf, aku gak tau.." windi menghentikan pukulanya "Dasar suami nyebelin.." windi pergi dengan kesal sedangkan Abraham malah menatap bingung kepergian istrinya "Loh aku salahnya di mana yah??" Windi membaringkan tubuhnya ke kasur tak lama suaminya keluar dari ruang ganti baju "Sayang jangan ngambek gini dong." Istrinya yg sudah terlanjur ngambek itu malah mentup dirinya dengan selimut, abraham mendekat lalu menggoyang goyangkan tubuh istrinya "Sayang aku mau berangkat."tak ada jawaban dari istrinya "Sayang aku mau berangkat, jangan ngambek gini dong nanti camtiknya hilang." Windi menjawab dengan kesal "Biarin siapa yg peduli." Abraham tak berhenti dari situ ia pun memelek istrinya itu "Baikalah aku berangkat dulu, jaga si kembar baik baikyah, aku hanya pergi sebentar." Tak ada jawabna lalu abraham melepas pelukanya dan ia berjalan ke kamar anaknya dan masuk ke sana.
__ADS_1
Setelah berpamitan dengan anak anaknya ia pun keluar dari kamar sana dan menaiki lift ke lantai paling dasar pada saat ia keluar dari lift pak Rahmat langsung mengntarkan kunci mobil Lamborghini milik abraham dan ia menekan tombol mobil dan langsung masuk ia pun menekan tombol lagi pada mobilnya dan atap dari mobil itu pun mulai terpasang dan ia mulai menjalankan mobilnya ke rumah mario, sesampia di sana ia melihat jesi yg ada di luar lalu ia menekan kelakson mobil sedangkan Jesi yg di perintahkan papnya untuk memberitahukan padanya jikalau ada melihat tuan abraham karna saat ini ia seadang menikamtai udara malam mungkin karana bosan di dalam rumah mulu, ketika ia mendengar kelakson mobil seketika ia bagkit dari duduknya lalu masuk ke dalam rumah dan tak lama mario keluar dari rumah bersama Roy yg terlihat membawa napan yg berisi minuman untuk istrinya dan peria itu segera menaruh minuman itu di atas meja lalu ia membukan pintu gerbang agar ayah mertuana bisa keluar dan mario keluar lalu menaiki mobil bersama abraham lalu mereka pun segera pergi sedangkan Roy kembali menutup gerbang dan menghampiri istrinya sedangkan jesi menatap binggung suaminya "Papa mau ke mana sih, kok gak kasih tau??" Roy menjawabnya sambil duduk di sebelah istrinya "Biasanya kalok bapak pergi sama tuan itu artinya ada hal yg penting yg dian hana mereka yg boleh tau." Jesi akhinya bisa paham lalu ia menikmati minumannya.
__ADS_1
Sesampainya di sebuah perumahan mewah mereka pun menuju ke rumah pak burhan dan sesampi di sana rumah itu sangat sepi dan ketika satpam melihat mereka pintu pun di buka dan mereka pun masuk, di dalam mereka pun di sambut oleh Burhan "Selamat datang, silahkan duduk." Mereka duduk di depan burhan, burhan tersenyum melihat penampilan Abraham "Apa istri mu yg memasangkan dasi untuk mu." Abraham hannya mengangguk dan burhan pun tersenyum "Beruntung sekali kamu memiliki istri yg perhatian tidak seperti istri ku." Mario merasa menjadi obatnyamuk "Hem.. bisakah kita langsung ke topik utamanya." Burhan tersenyum"Oh maaf aku melupakan mu kawan." Ia menaikan salah satu tanganya yg mengartikan untuk meminta sesuatu lalu seorang peria yg tau dari kejauhan lalu berjalan menghampirinya dan memberikan sebuah amlok besar lalu ia pun menaruhnya di atas meja.
__ADS_1
Burhan akhirnya menjawabnya "Begitu lah yg terjadi nak." Tangan abaraham mulai mengelurkan darah namun peria itu tak peduli dan kembali duduk lalu mario memberikanya sapu tangan miliknya dan mulai berbicara "Jelasakan padi kami sebenarnya apa yg tarjadi dan apa sangkut pautnya dengan ayah dari Abrham??" Burhan dapat melihat keseriusan dari mata peria paruh baya itu lalu ia pun mulai menjelaskan "Aku baru mendapat informasi ini minggu kemarin rupannya Setelah pembebasan anak anak itu kevin adalah salah seoarang anak yg sering berkunjung ke penjara untuk menjenguk pemimpinya, entah apa yg mereka bicarakan tapi yg jelas ia sering menemuinya sebelum ia di hukum ma*i dan setelah itu ia melanjutkan sekolahnya dan orang yg membiyayayinya bersekolah adalah pak rangga karna dari nomor rekening yg di kirim itu dari no rekening pak rangga namun peria itu sama sekali tak mengenal sosok Kevin hingga ayah mu menemukan kelara bersama dengan Kevin lalu ia diam diam menyelidiki tentang kelara ruapnya ia adalah adik dari seorang pimpin sebuah kelompok pembunuh yg sudah lama ma*i karna mendapat hukaman ma*i , jadi ia melindungi rangga dengan cara merebut kelara darinya karna saat itu kelara bersetatus istri rangga,agar rahasia mereka yg ada pada Rangga tidak terbongkar dan pada akhirnnya ayah mu lah yg harus menjadi targetnya kelara namun aku dengar dari rangga sampai ayah mu mati ia masih menutup rapat mulutnya dan rangga mengetahui kebenaran ini setealah kematianya." Abraham mulai serius "Rahasia apa itu??" Burhan tersenyum "Entahlah nak aku pun tak tau, coba kau tamya sendiri padanya mungkin ia akan memberi tau mu karna kamu kan putranya Roberto putra."Abraham mulai berpikir mengenai jawaban burhan tadi.
__ADS_1
Bersambung...
__ADS_1