Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 246.imunisasi


__ADS_3

Paginya karna tak banyak pekerjaan abraham memutuskan untuk tidak bekerja karna ia akan mengantar anaknya untuk imunisasi karna biasanya jika ada imunisasi maka yg pergi adalah windi bersana keristin namun kali ini keristin tak bisa datang karna sedang sakit jadi abraham hari ini lah yg menemani windi, sebelum berangkat setelah memberi makan anaknya sekarang windi menyiapkan barang barang yg akan mereka bawa sedangkan Abraham sibuk mengganggu kedua anaknya itu mulai dari ia memasukan tanga mereka ke dalam mulutnya lalu meng gigitnya pelan sedangkan windi yg melihat hal itu jadi panik "Sayang jari anaknya jangan di gigit dong kasian adek." Abraham melepas gigitannya lalu tertawa "Hahah, lihat mama mu dia terlihat panik padahal papa cuman bercanfa kan." Anaknya tertawa sedangkan windi mulai merasa kesal "Mang yah bapak yg satu ini gak bisa sekali aja diam."abraham tersenyum "Habisnya nunggu mamanya siap siap lama sih jadi karna papanya gabut, jadi anaknya yg di ganggu."windi menjawabnya "Sabar bentar lagi selesai." Dan benar saja windi baru selesai menyiapkan barang barang mereka lalu ia segera bersiap siap namun kali ini anak anaknya mereka gendong  karan stroller mereka sudah di taruh terlebih dahulu dalam mobil  dan  sekarang mereka hanya tinggal turun dan berangkat.

__ADS_1


Hari ini yg mengantar adalah simon sedangkan Roy yg masih memiliki banyak kerjaan di kantor tak bisa mengantar mereka dan simonlah yg mengantar mereka ke sebuah puskesmas tempat biasa windi membawa anaknya untuk mengikuti imunisasi, padahal bisa saja mereka ke tempat yg lebih mewah namun perinsip windi kalok ada yg dekat mengapa harus jauh jauh, jadi ketika masuk ke dalam puskesmas mereka bertemu berapa ibuk ibuk yg membawa anak mereka dan langsung menyapa windi "Eh mama Farel baru datang??" Windi mengangguk sambil tersenyum dan wanita itu kembali bicara "Loh adeknya Farel mana bisanya sama bibiknya??" Windi tersenyum "Bibiknya gak bisa datang hari ini karna sakit, jadi papanya yang nemanin dan mereka masih di mobil soalnya ada yang telfon papanya." Para ibuk kembali bertanya "Papanya gak kerja??" Windi menjawabnya "Kebetulan kerjanya hanya sedikit jadi ia mengambil cuti hari ini.." tak lama terdengar dari luar "Sayang maaf lama, itu tadi ada telfon dari pak mario." Abraham menoleh pada ibuk ibuk tadi yg tiba tiba terdiam ketika ia datang lalu ia langsung tersenyu pada mereka "Pagi buk." Para ibuk ibuk itu begiti kagum melihat paras seorang abraham "Kata mama farel suaminya udah berumur 31 tahun ini kelihatanya seperti masih 20 tahun." Windi tersenyum dan menjawab mereka "Keliatanya aja yg masih muda bu, padahal umurnya sudah setara dengan om om."

__ADS_1


Abraham mendengar perkataan itu terlihat biasa saja karna ia tipe orangnya tidak tersinggung jika yg berbicara seperti itu istrinya, karna dia tau itu hannya untuk candaan semata dan para ibuk ibuk itu juga tertawa mendengar perkataan windi dan selama mereka bercanda perlahan banyak ibuk ibuk yang datang membawa anaknya untuk di imunisasi juga, begitu juga perlahan para ibuk itu ada yg masuk karna sudah di panggil. Setelah menunggu cukup lama akhrina giliran mereka lalu mereka masuk dan seorang bidan wanita yg sudah berumur pun menghampiri mereka "Selamat datang mama Farel , wah hari ini sepertinya datang sama suami yah??" Windi tersenyum "Ya, karna bibiknya sakit buk bidan." Wanita itu tersenyum "Baiklah mari kita ukur dulu tinggi dan beratnya." Windi mengangguk lalu seorang perawat muda yg memang juga ada di dalam membantu wanita paruh baya itu untuk mengukur dan menimbang berat badan Farel dan Rafayel untungnya anaknya tenang jadi peroses itu gak butuh waktu lama "Memang yah, cumana anak ibuk aja yg saya lihat bisa diam ketika di ukur tinggi dan beratnya kalok yg lainya pas anaknya di ukur suka goyang goyang."windi tersenyum dan menjawabna "mungkin mereka nyaman ketika di ukur berat dan tingginya." Wanita paruh baya itu tersenyum "Nah sekarang giliran di suntik lagi."

__ADS_1


"Berikab dia pada ku kamu, gendong kakak aja." Abraham menoleh pada istrinya lalu meangangguk dan windi berusaha menenangkan anaknya dan tak butuh waktu lama anaknya sudah berhenti menangis namun butiran air mata yg tersisa masih tersangkut pada matanya lalu abraham menghapus air mata anknya lalu mereka di beri vitamin setelah itu mereak keluar dan kini giliran yg lainnya lagi sedangkan windi dan abraham pun memutuskan untuk langsung pulang "Sayang habis ini kita ke mana??" Abraham menjawab "Kita langsung pulang saja." Sontak windi menoleh pada suaminya "Katanya mau jalan jalan sebentar." Abraham menggeleng "Gak jadi, gak tega ngeliat anak nangis gini biarkan mereka istirahat di rumah saja."windi tersenyum "Baiklah, tapi kita setop ke minimarket dulu karna ada yg mau aku beli." Abraham menoleh pada istrinya "Kamu mau beli apa??" Windi tersenyum "Cemilan, karna hari ini kamu tak bekerja kita nonton filem horor aja di rumah, aku gak berani nonton sendiri." Abraham yg mendengar hal itu hanya bisa menggelng gelengkan keplanya "Memang kamu yah sudah tau pe nakut tapi suka aja nonton horor."windi tersenyum "Habisnya aku penasakan karna buming di sosial media." Abraham menjawabnya "Awas nanti sembunyi lagi di belakang ku." Windi mengangguk Lalu mereka sampi di luar  setelah itu mereka pun masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2