
Mereka baru selesai berbelanja pada pukul jam 3 sore dan siangnya windi hanya makan kue karna ia merasa masih kenyang jadi yg makan hanya Abraham dan tidak lupa windi selalu memberikan ASI tiap 2 jam untuk kedua anaknya itu mulai cerewet namun karna windi sudah bisa mengatasinya jadi tak butuh waktu lama ia mengatasi hal itu lalu mereka segera keluar dari mal pada pukul 12 siang dan windi terlebih dulu mengantar suaminya makan di sebuah restoran dan windi hanya memakan kue saja lalu dari sana mereka menghabidkan waktu selama 1 jam lalu lanjut pergi ke toko yg menjual barang elektronik dan barang kebutuhan rumah lainya mereka membeli berberapa bangku dan satu meja dan untuk barang elektroniknya mereka membeli air fryer dan untuk barang yg kurang di rumah mereka membeli pring, gelas, mangkuk,dan berebarapa prabot lainya, barang mereka akan di antar sedangkan mereka hanya perlu membayar dan mereka baru selesai pada pukul 3 sore baru mereka pulang.
__ADS_1
Windi merasa lelah dan ingin ingin segera tidur lalu kedua anaknya langsung di jaga oleh baby sitternya sedangkan windi segera beristirahat karna ia juga merasa gak enak badan sedangkan Abraham segera duduk di kursi kerjanya dan langsung bekerja waktu terus berganti dan di malam harinya tiba-tiba kedua anaknya menangis entah kenapa tapi yg jelas mereka sama sekali tak mau menyusui melalu botol dan Abraham yg melihat hal itu langsung membawa kedua anaknya ke kamar dan memperbolehkan untuk kedua baby titternya itu pulang lalu ia membangunkan windi yg sedang tidur sebelum Abraham membangunkanya ia sudah mulai terbangun karna suara tangis kedua anaknya ia perlahan membuka matanya lalu segera bangkit dan menyenderkan tubuhnya di ranjang lalu segera menyusui kedua anaknya itu dan untungnya mereka langsung menyusu pada windi sedangkan ibu dua anak itu masih terlihat mengumpulakan tenaganya pada saat kenyusu windi sudah merasa gak enak badan seperti ada yg mau keluar dari dalam perutnya "Papa tolong ambilakan mama kantong palstik sebentar."Abraham yg mendengr hal itu terkejut "Buata apa maa??" Namuan tak ada jawaban dari windi lagi karna hal itu ingin keluar pada saat ia berbicara wajahnya mulai berubah seperti menahan sesuati dan abraham langsung berlari ke luar untuk mengambil sebuah kantung plastik lalu dengan segera juga mengantarnya pada istrinya dan windi segera mengambil pelastik itu dan membukanya lebar lalu ia muntah di sana sedangkan Abraham langsung mengelus punggung istrinya.
__ADS_1
Selesai muntah abraham sebagai suami yang baik ia langsung membuang keresek yg berisi muntahan istrinya tadi,ia juga sekali gus membawakanya air putir dan berapa obat asam lambung padanya karna dia tau riwayat penyakit istrinya dulu juga pada saat hamil ia sering muntah begini karna asam lambungnya naik, namun kedua anaknya terlihat masih terus menyusuai pada ibunya abraham pun menyentuh pipi mereka yg cabi "Memang kalian ini gak tau kondisi mama kalian lagi gak enak badan masih aja maunya yusu langsung." Namun kedua anaknya itu seperti tak peduli pada perkataan ayah mereka dan tetap sibuk menyusui pada ibunya Abraham menolah pada windi "Apa kamu mau ku ambilkan makanan??" Windi menggeleng "Gak usah paa, takutanya nanti keluar lagi." Abraham menatap istrinya itu "Tapi kamu juga harus makan dari siang kamu belum makan, nanti Asi mu gak lancor lo, kan kamu tau sendiri kalok anak mu ini kuat nyusu padamu." Windi tetap menolak "Tapi rasa mulutku gak enak." Abraham tak pedului dengan perkataam istrinya ia bangkit dari duduknya "Aky akan meminta koki kita memasak bubur, mumpung dia masih belum pulang." Abraham pun segera pergi meninggalkan windi. Pada saat ia mencari kokinya di dapur rupanya kokinya sudah pulang karna berselang abaraham mengantar keresek tadi kokinya sudah bersiap siap dan pada saat ia pergi baru Abraham mencari dia dan para pelayan lainya sudah mulai pulang jadi Abraham lah yg memasak untuk istrinya ia mencari resepnya di internet lalu segera memasak.
__ADS_1
Malamnya Abraham di kejutkan ketika lampu tidur yg ada di samping windi di menyala dan wanita itu terlihat trun dari ranjang lalu mengambil obat di dalam lemari, sontak abraham bangkit dari baringnya lalu menghampiri windi wanita itu mengambil berberpa obat demam pada saat ia berbalik ia di kejutkan dengan suaminya yg berada di belakangnya "Astaga.., kamu mengejukan ku saja." Abraham langsung memeriksa kening istrinya "Kamu semakin panas sayang, apa kita perlu ke rumah sakit." Windi menajwabnya "Besok aja nanti." Windi berjalan menuju kasur lalu duduk di pinggir ranjan dan segera meminum obatnya tiba-tiba dari belakang sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang sontak windi sedikit terkejut "Sayang apa yg kamu.." abraham mencium pipi istrinya "Tetap lah seperti ini, dan istirahat lah." Terjadi keheningan dan windi perlahan mulai nyaman di pelukan abraham lalu ia menyederkan tubuhnya pada dada suaminya dan ia merasakan kenyamanan ia perlahan tertidur dan Abraham sadar hal itu namun ia tak mau membangunkanya dan membiarkan istrinya tidur di pelukanya.
__ADS_1
Bersambung.....
__ADS_1