Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 248.Mona Natania


__ADS_3

Besoknya mona kembali pergi berbelanja namun kali ini yg ia beli untuk kebutuhan anaknya namun rencana sebenarnya ia ingin lari, ia berharap bisa menemukan seseorang yg memiliki kuasa dan dapat melindunginya karan di sekitarnya banyak bodyguard ketika di mal ia melirik sekitar namun taka ada orang yg ia cari. Kemarin sebenarnya ia juga mencoba mencari dan tak ada yg bisa membantunya  karna takut ketika berhadapan dengan orang orang Kevin hingga hari ini mereka ke sebuah toko pakayan anak anak ia melihat lihat pakayan bayi perempuan dan di sebelahnya loren terus mengawasi gerak geriknya , guma mona dalam hati 'Sepertinya akan sangat sulit untuk lari dari pria ini.' Dari arah lain terdengar suara seorang wanita yg cukup keras membuat mona seketika menoleh padanya "Jesi, menurut mu bagusan warna biru atau warna hitam bajunya??" Jesi menjawabnya "Warna biru saja nona lagian kalok warna hitam nanti anak nona malah terlihat seperti taik cicak." Windi tertawa "Hahah, kamu benar mereka terlalu putih seperti papanya aku sampai lupa, jelas lah mereka gak cocok." Lalu windi mengambil pakian bewarna biru itu dan di masukan ke dalam keranjang, mona melirik mereka ia tak tau siapa nama wanita yg di sebut nona itu tapi yg jelas wanita yg di sebelahnya bernama jesi adalah orang yg melayani nona itu.


Mona menoleh pada mereka rupanya ada empat bodyguard dan ada dua orang pria yg terlihat dekat dengan nona itu mona mengambil napas pelan dan berguma dalan hati 'Kamu pasti bisa mona.' Mona tersenyum lalu menghampiri mereka "Eh kakak jesi lama gak ketmu." Sontak orang orang yg mengawasinya menolah padanya begitu juga dengan para bodyguard windi lalu Zefano yg ada di situ juga berbisik pada Jesi 'Apa dia teman mu.' Jesi mengeleng dan mona

__ADS_1


memberi isyarat minta tolong sekilas dan yg melihat hanya windi dan simon sontak mereka saling menatap satu sama lain "Simon apa kamu lihat." Simon mengangguk."lalu windi pun mengikuti sandiwara "Eh, kamu kan yg waktu itu. lama gak ketrmu." Pada saat mereka mendekat Zefano menahanya "Nona.." namun simon langsung memberi kode padanya intuk tidak menahan noanya dan dengan terpaksa zefano kembali menarik tangannya lalu windi menghampirinya dan memeluknya windi diam diam berbisik 'Siapa nama mu.' Dan jawaban mona "Mona Natania." Windi melepas pelukannya "Maaf sepertinya jesi melupakan mu, karna kita sudah lama tak bertemu ayo kita pergi makan ke luar."mona mengangguk sedangkan loren ia hannya menurut jujur ia tak berani jika harus berlawanan dengan windi yg merukan wanita yg di inginkan tuannya dan yg akan kenjadi noannya yg berikutnya.


Mereka pergi ke sebuah Restoran setelah membayar berapa pakian yang windi beli dan pada saat loren pergi untuk menelfon ke luar, mona mendekat pada windi dan ia terlihat tersenyum lalu ia mulai berbisik namun yg ia bisikan bukan hal yg membahagiakan sedangkan windi yg mengerti itu semua adalah ekting pura pura tersenyum mendengar apa yg di katakan Mona, 'Tolong aku, orang orang itu bukan orang baik mereka menjaga ku agar tidak lari.' Windi menjawabnya dengan senyuman lalu membalas bisikan darinya 'Tenang saja aku ada di sini untuk mu, jadi jangan takut.' Windi memegang tanan mona yg gemetar dan mata wanita itu mulai berkaca kaca, windi menoleh pada simon dan Zefano ia memberi isyarat pada mereka untuk mendekat dan dua orang itu mendekatinya lalu mulai berbisi, berharap ada solusi dari mereka dan jawaban simon "Nona, aku tau maksud nona baik tapi tuan tak mau nona terlibat dalam masalah mereka karna menolang wanita ini."windi menoleh pada mona terlihat wanita itu begitu berharap untuk bisa di tolong lalu windi berinisyatif untuk menelfon suaminya berharap peria itu bisa membantunya jika ia menyuruh simon dan zefano memberitau jelas jawaban peria itu pasti tidak namun kalok windi yg berbicara ia mungkin akan menyutujuinya.

__ADS_1


Kevin menghampiri mona lalau menarik tanganya "Sayang ayo pulang, kamu gak boleh terlalu lama di luar apa kamu lupa kandungan mu saat ini sedang lemah." Mona bangkit dari duduknya karan cengkraman kevin yg begitu kuat sedangkan abraham manatap sinis kevin begitu juga dengan pria itu  lalu kevin menolah pada windi dan tersenyum "Lama tak berjuma win." Windi berusaha ternyaum "Ya lama tak berjumpa." Kevin sadar jika itu hanya senyuman paksana jadi ia pun marik tangan mona namun tanpa sadar windi malah meraih tangan mona juga dan karna tertahan kevin kembali menoleh pada Windi yang tanpa sadar menarik tangan mona dan bahkan windi sendiri tak mengerti kenapa tanganya seperti itu "Windi tangan anda." Windi dengan panik nelepas pegangan tanganya "Maaf aku tak bermaksud.." kevin tersenyuk, sedangkan abaham ia menarik tangan istrinya juga karna tak tahan melihat istrinya terus di lihat oleh kevin"Ayo kita pulang sayang.." lalu pandangan abraham tertuju pada kevin dan menatap sinis, guma abaraham alam hati 'Aku takan membiarkan kamu menyentuk istri ku.' Sedangkan guma Kevin dalam hati 'Aku akan segera merebut apa yang seharusnya jadi milik ku jadi tunggu saja kehancuran mu abraham putra.' Lalu mona di tarik pergi sedangkan windi mulai merasa bersalah karna tak bisa menolongnya dan tak lama pelayan restoran itu datang membawa manan yg mereka pesan "Permisi tuan nona ini makannya." Dan hanya ada keheningan di sana lalu windi mulai berbicara "Ayo kita makan dulu setelah itu kita pergi." Abraham menghela napas pelan lalu melepaskan tarikan tanganya setelah itu mereka kembali duduk dan mulai makan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2