
Di meja makan mario dan windi lebih banyak berbicara dari pada Abraham sedangkan peria itu hanya menyimak apa yg dua orang itu bicarakan "Saya sampai gak menyangka kalok pak Mario itu Ayahnya Jesi??" Mario terkekah "Tentu saja anda takan menyanka karna anda belum pernah melihat kami bersama atau pun bertemu." Windi mengangguk "Ya, kok kalian jarang ketemu pak, kan Jesi itu anak bapak." Mario menjawab "Ada sedikit masalah yg membuat saya takut menemui putri saya itu. Tapi sekali ketemu tau taunya dia udah mau nikah, hahaha"Windi menjawab "Namanya juga anak sudah gedek pak pasti kalok udah ketemu pasangan yang cocok pasti bawanya pengen cepat nikah." Mario menjawab "Tapi saya dulu nikah sama mamanya Jesi dulu gak seusia itu, saya dulu nikah sama mamnya Jesi umur saya kalok gak salah 35 tahun dan Mama jesi usianya 27 tahun."windi yg mendengar hal itu terkejut "Eh bapak nikahnya pada usia 35 tahun, kok baru nikah usia segitu pak, apa bapak ngejar karir kayak suami saya??"mario menjawan "Gak juga, saya menikah usia segitu karna baru dapat wanita yg pas saja, soalnya sekian banyak wanita cantik yg saya pacari gak ada yg seperti istri ku itu, udah baik, cantik ,penyabar, setia juga. Padahal saya sering keluar negri selama kami pacaran tapi dia masih setia nungu saya di sini." Windi yg mendengar hal itu jadi baper.
__ADS_1
"Ih, pak Mario ini soswit juga dengan almarhum mamanya Jesi." Mario tersenyum "Yah begitulah.." Abraham pun berbicara "Sudah ngomongnya, kamu itu hanya menggangu makanya pak mario aja, meding kamu diam kita makan saja." Windi menoleh pada suaminya "Sayang cobak kamu kayak pak mario, dia orangnya asik kamu mah marah mulu kamu gak takut tensi mu naik apa." Dalam hati Abraham 'Belum tau aja kalok pak mario itu orangnya justru paling suka marah marah dari pada aku.' Abraham dengan santai menjawab "Iya iya, kamu habisin dulu makanan mu itu dari tadi gak ada yg di sentuh tu cuman kamu aduk aduk aja." Windi menoleh pada makananya rupanya tak ada satupun yg ia makan dan hanya dia aduk aduk saja lalu ia menoleh pada suaminya dengan tersenyum "Oh iya, terlalu asik ngomong sama pak mario sampai lupa makanan sediri belum kesentuh."windi pun mulai menikmati makananya sedangkan mario melihat mereka berdua mengingatkan dia dengan masa lalunya dulu ia juga sering seperti mereka yg membuatnya tiba tiba merasa rindu pada istrinya lalu ia mulai memakan makananya sambil berbicara sedikit karna ia tak mau ia terlihat sedih.
__ADS_1
Setelah mereka makan baru simon,Jeri dan Zefano datang lalu ikut sarapan sedangkan windi ,Abraham kembali ke kamar dan untuk mario ia pamit untuk pulang, windi mendorong Stroller anaknya masuk ke dalam lift lalu mereka menuju lantai paling atas dan pada saat pintu terbuka mereka keluar lalu masuk ke dalam kamar "Sayang, hari ini kamu gak berangkat kerja??"Abraham menggeleng sambil baring ke ranjang "Aku mau istirahat dulu hari ini." Sedangkan windi membaringkan anaknya satu persatu ke ranjang baru ia ikut berbaring sambil memainkan hpnya "Oh iya sayang, apa kamu suka usus ayam, atau basreng, oh iya sama kulit ayam??" Abraham menjawab "Emang makanan kayak gitu ada orang jual??"Windi terkejut karna suaminya tak tau makanan itu "Astaga sayang, makanan seenak itu mask gak tau sih??"abraham menggeleng lalu menjawab "Kalok kamu gak kasih tau sekarang mana ada aku tau." Windi sangat tak menyangka suaminya tak tau makanan itu "Jangan bilang kamu juga gak tau keripik kaca, mie lidi, cilok, cimol, seblak??" Abraham semakin di buat binggung "Makanan dari mana itu, apa dari luar negri??" Windi semakin di buat terkejut suaminya tak tau makanan yg ia sebut tadi "Kamu gak tau sayang, emang depan sekolah mu dulu gak ada yg jualan."
__ADS_1
Di perjalanan Mario menepikan mobilnya di sebuah toko bunga lalu ia masuk ke toko bunga tersebut, kebetulan banyak ibuk-ibuk di dalam mungkin mereka juga ingin membeli bunga namun Mario tak peduli ia menghampiri penjual Toko lalu meminta untuk di bungkus mawar biru lalu pemilik toko itu langsung pergi untuk mengambilkan sedangkan para ibuk-ibuk tadi yg masih memilih bunga kagum melihat Mario karna peria paruh baya itu walau sudah tua namun masaih terlihat tampan dan mereka mulai berbisik satu sama lain entah apa yg mereka bicarakan dan mario sadar itu namun ia tak mau ada masalah jadi dia hanya diam taklama pemilik toko datang dan memberikan buket bunga tadi pada Mario lalu peria itu segera kembayar setelah membayar ia berbalik lalu menoleh pada ibuk-ibuk tadi sontak mereka tersenyum padanya dan mario pun membalas senyuman mereka dan mereka malah jadi malu malu mendapat balasan senyum dari mario lalu peria itu segera melewati mereka sesampainya di luar wajahnya berubah masam "Dasar ibuk-ibuk gak tau malu, sudah tau ada cicin kawin melekat di jari masih aja ngelirik peria lain." Mario masuk ke dalam mobil lalu menjalankan mobilnya ke pemakaman yg kebetulan tidak jauh dari situ lalu ia menepikan mobinya setelah itu ia turun lalu mulai masuk ke sebuah kuburan ia juga berpas pasan dengan satapam penjaga di sana "Siang pak mario." Mario membalasnya sambil tersenyum "Suang pak." Lalu ia memasuki pemakaman elit tersebut lalu berhenti di sebuah kuburan yg di mana di nisanya tertulis nama istrinya lalu duduk di pinggirnya "Jesika, apa kabar mu sayang.Maaf berpa minggu ini tidak sempat menjenguk kamu." Mario pun menaruh bunga mawar biru tadi ke atas makamnya "Tadi pagi aku sarpan dengan bos ku, entah kenapa ketika melihat bos ku itu dan istrinya bermesraan aku jadi mengiangat mu dan rasanya sangat rindu pada mu,apa lagi putri kecil kita kini sudah brumah tangga dan mungkin nanti kita juga akan memiliki seorang cucu. Dan aku berharap bisa membagi kebahagian itu nanti dengan mu." Mario mencium batu nisan istrinya lalu mulai menceritakan banyak hal di sana seperti halnya yg dia lakukan ketika datang ke makam istrinya.
__ADS_1
Bersambung...
__ADS_1